Informasi Lagu
- Artis: Abandon All Ships
- Lagu: Take One Last Breath
- Album: Geeving
- Tahun Rilis: 2010
- Genre: Metalcore, Post-Hardcore
Trivia: Lagu ini merupakan salah satu trek yang paling dikenal dari album debut mereka, Geeving (2010). Album ini dirilis oleh label DFO Records (sekarang bagian dari Nuclear Blast/Artery Recordings). Musiknya sangat dipengaruhi oleh era metalcore akhir 2000-an/awal 2010-an, menampilkan perpaduan antara vokal growl dan clean yang khas.
Lirik dan Terjemahan
Take one last breath
Tarik napas terakhir
You’re about to jump to your death
Kau akan melompat menuju kematianmu
You’re about to jump to your death
Kau akan melompat menuju kematianmu
Sail away from the shoreline
Berlayarlah menjauh dari garis pantai
Sail away from the shore
Berlayarlah menjauh dari pantai
I’m in front of Heavens door.
Aku di depan pintu Surga.
Sail away from the shoreline
Berlayarlah menjauh dari garis pantai
Sail away from the shore
Berlayarlah menjauh dari pantai
I’m in front of Heavens door.
Aku di depan pintu Surga.
Captain, Captain
Kapten, Kapten
Before the sail rips
Sebelum layar terkoyak
Captain Captain
Kapten Kapten
I can see enemy ships
Aku bisa melihat kapal musuh
Captain Captain
Kapten Kapten
Before the sail rips
Sebelum layar terkoyak
Gasp for air
Tarik napas tersengal-sengal
ABANDON ALL SHIPS!
TINGGALKAN SEMUA KAPAL!
The currents strong,
Arusnya kuat,
The waves will rise
Ombak akan meninggi
The binding chains made me realize
Rantai pengikat membuatku sadar
Sin is the anchor, holding you down.
Dosa adalah jangkar, yang menahanmu.
I’m on a cruise to Paradise.
Aku sedang berlayar menuju Surga.
I’m done with sin I’ve paid my price.
Aku sudah selesai dengan dosa, aku telah membayar hargaku.
God is your captain,
Tuhan adalah kaptenmu,
Change your direction
Ubah arahmu
Abandon All Ships…
Tinggalkan Semua Kapal…
We’ll part the sea.
Kita akan membelah laut.
Choose your side.
Pilih pihakmu.
Don’t come with me.
Jangan ikut denganku.
You decide.
Kau yang memutuskan.
We’ll Part the sea.
Kita akan membelah laut.
Don’t come with me.
Jangan ikut denganku.
Sail away from the shoreline
Berlayarlah menjauh dari garis pantai
Sail away from the shore
Berlayarlah menjauh dari pantai
I’m in front of Heavens door.
Aku di depan pintu Surga.
Look what we’ve built, walking the plank of guilt.
Lihat apa yang telah kita bangun, berjalan di papan rasa bersalah.
Look what we’ve built, walking the plank of guilt.
Lihat apa yang telah kita bangun, berjalan di papan rasa bersalah.
Look what we’ve built, walking blindfolded.
Lihat apa yang telah kita bangun, berjalan dengan mata tertutup.
Look what we’ve built, blindfolded walking the plank of guilt.
Lihat apa yang telah kita bangun, berjalan dengan mata tertutup di papan rasa bersalah.
Look what we’ve built…
Lihat apa yang telah kita bangun…
The currents strong,
Arusnya kuat,
The waves will rise
Ombak akan meninggi
The binding chains made me realize
Rantai pengikat membuatku sadar
Sin is the anchor, holding you down.
Dosa adalah jangkar, yang menahanmu.
I’m on a cruise to Paradise.
Aku sedang berlayar menuju Surga.
I’m done with sin I’ve paid my price.
Aku sudah selesai dengan dosa, aku telah membayar hargaku.
God is your captain,
Tuhan adalah kaptenmu,
Change your direction
Ubah arahmu
Abandon all ships…
Tinggalkan semua kapal…
Makna Lagu
Lagu “Take One Last Breath” dari Abandon All Ships dapat ditafsirkan sebagai narasi tentang penyesalan, penebusan, dan keputusan akhir dalam menghadapi kehancuran atau akhir yang tak terhindarkan. Frasa berulang seperti “Take one last breath / You’re about to jump to your death” menciptakan suasana keputusasaan dan pilihan ekstrem. Ini sering dikaitkan dengan tema pengorbanan diri atau melepaskan diri dari situasi yang menyiksa.
Bagian tentang berlayar menjauh dari pantai dan berada di depan pintu Surga menyiratkan perjalanan spiritual atau pelarian dari penderitaan duniawi. Lirik “Sin is the anchor, holding you down” adalah metafora kuat bahwa dosa atau beban masa lalu adalah hal yang menahan protagonis, dan ia telah ‘membayar harganya’ untuk menuju ‘Paradise’ (Surga) atau kebebasan.
Panggilan kepada ‘Captain’ dan peringatan tentang ‘enemy ships’ (kapal musuh) bisa melambangkan perjuangan batin melawan godaan atau pengaruh negatif, di mana Tuhan diposisikan sebagai pemandu (‘God is your captain’) yang harus diikuti untuk mengubah arah hidup. Bagian akhir yang membahas ‘walking the plank of guilt’ (berjalan di papan rasa bersalah) memperkuat tema penebusan dosa dan konsekuensi dari tindakan masa lalu.