Informasi Lagu “Sooner Or Later”
- Artis: Abandoned Pools
- Album: Armed To The Teeth
- Tahun Rilis: 2005
- Penulis Lagu: Tommy Walter
- Genre: Rock Alternatif/Post-Grunge
Trivia: Album Armed To The Teeth adalah satu-satunya album studio penuh yang dirilis oleh Abandoned Pools sebelum band tersebut bubar. Gaya musiknya sering dikategorikan dalam nuansa Post-Grunge yang dipengaruhi oleh elemen industrial rock, mencerminkan kesepian dan tema-tema yang gelap.
Lirik dan Terjemahan
Yah, cepat atau lambat
Semuanya akan runtuh
Aku mengapung menyusuri sungai
Di atas kotaku sendiri
Aku akan melawan api dengan api
Aku akan mengambil mata ganti mata
Jari telunjukku sudah di pelatuk
Aku sudah melihatmu
Yah, cepat atau lambat
Semuanya akan runtuh
Dan tinggi di atas kota
Aku menunggangi gelombang turun
Dan kau takkan berhenti sampai kau menghancurkanku
Dan kau takkan berhenti sampai kau membunuh kita semua
Tapi aku punya senjata pamungkas
Aku muak dengan tanda tanya yang menggantung
Yah aku sudah siap sedia (secara teratur)
Pikiranku lurus
Karena aku tahu apa itu cinta
Ketika alam semesta menghancurkan hatiku
Cepat atau lambat semuanya akan terungkap pada akhirnya
Untuk saat ini neraka adalah semua orang
karena iblis berkata demikian
Yah aku sudah siap sedia (secara teratur)
Pikiranku lurus
Karena aku tahu apa itu cinta
Ketika alam semesta menghancurkan hatiku
Cepat atau lambat semuanya akan terungkap pada akhirnya
Untuk saat ini neraka adalah semua orang
karena iblis berkata demikian
Cepat atau lambat
Cepat atau lambat
Cepat atau lambat
Cepat atau lambat
Semuanya akan runtuh
Aku akan melawan api dengan api
Aku akan mengambil mata ganti mata
Jari telunjukku sudah di pelatuk
Aku sudah melihatmu
Makna Lagu “Sooner Or Later”
Lirik lagu “Sooner Or Later” oleh Abandoned Pools menggambarkan perasaan berada di ambang kehancuran atau perubahan besar (“It’s all coming down”). Baris-baris awal yang kontras antara mengapung di atas kota sendiri dan keinginan untuk melawan secara agresif (“fight fire with fire,” “eye for every eye”) menunjukkan perjuangan batin antara pasifitas dan konfrontasi.
Vokalis menyatakan kesiapan untuk bertindak ekstrem (“finger on the trigger”), menunjukkan frustrasi yang menumpuk terhadap situasi atau lawan yang dihadapi. Pengulangan frasa “Sooner or later” berfungsi sebagai pengingat bahwa hasil dari situasi ini, baik atau buruk, pasti akan tiba.
Bagian tengah lagu membahas perasaan dikalahkan (“you won’t be stopped till you crush me”) namun diimbangi dengan klaim memiliki “ultimate weapon,” yang bisa diartikan sebagai keteguhan hati atau perspektif baru. Klaim “got my ducks in a row” dan “head on straight” menunjukkan upaya penyanyi untuk mendapatkan kendali dalam kekacauan emosional, khususnya ketika menghadapi patah hati atau kekecewaan besar dari alam semesta. Bagian akhir yang menyatakan bahwa “hell is all the people cause the devil said so” memberikan nada pesimistis tentang kondisi manusia atau keadaan dunia saat ini, sebelum akhirnya kembali ke ketidakpastian yang tak terhindarkan: “Sooner or later it all comes out in the end.”








