Informasi Lagu
- Artis: Abandoned Pools
- Judul Lagu: Start Over
- Album: Humanistic
- Tahun Rilis: 2001
- Genre: Rock Alternatif
- Trivia: Album “Humanistic” adalah satu-satunya album studio penuh dari Abandoned Pools. Lagu ini menonjol karena liriknya yang filosofis dan melankolis.
Lirik dan Terjemahan
Betapa berantakannya hidup kita ternyata
Itu berada di puncaknya ketika kau dan aku baru berusia 3 tahun
Kita bisa mulai dengan semua hal yang membuat kita kecewa
Dan kita bisa menyusuri daftar itu dan membuangnya
Can we start over?
Bisakah kita mulai dari awal?
Ini sudah berakhir
Di sinilah kamu dan di sanalah tempat yang kamu inginkan
Tapi jangan kira kamu tidak punya teman
Pikirkan semua orang kesepian di dunia
Dan jika Tuhan yang menciptakan kita, mengapa kita begitu kejam?
We can never lie
Kita tidak akan pernah bisa berbohong
Dan kamu tidak akan pernah bisa mencuri waktu
Dan kita hanya bisa melihat mereka mati
Dan kita tidak akan pernah tahu mengapa
Makna Lagu “Start Over”
Lirik lagu “Start Over” oleh Abandoned Pools menggambarkan kerinduan yang mendalam akan masa lalu yang lebih sederhana dan rasa frustrasi terhadap kerumitan dan kepedihan kehidupan saat ini. Baris pembuka, “What a mess our lives turned out to be / It was at its best when you and I were only 3,” segera menetapkan tema nostalgia, membandingkan kekacauan hidup saat ini dengan kepolosan masa kanak-kanak (usia 3 tahun).
Pengulangan seruan “Can we start over?” yang diikuti dengan “It’s over” menunjukkan kontradiksi: keinginan kuat untuk kembali ke masa lalu, namun kesadaran pahit bahwa waktu telah berlalu dan kesempatan untuk mengulanginya telah hilang.
Bagian selanjutnya menyoroti ironi dalam keberadaan manusia: jika Tuhan yang menciptakan kita, mengapa kita menunjukkan kekejaman satu sama lain? Ini adalah refleksi filosofis tentang sifat manusia yang kontradiktif antara keinginan untuk kebaikan dan kecenderungan pada kekejaman. Bagian outro menggarisbawahi elemen-elemen hidup yang tidak dapat diubah—kebohongan, pencurian waktu, dan kematian—menekankan tema ketidakberdayaan dalam menghadapi siklus hidup yang menyakitkan.







