Dream Cull - Abbath Lirik Terjemahan

Lirik Lagu Abbath – Dream Cull dan Terjemahan

Informasi Lagu

  • Artis: Abbath
  • Lagu: Dream Cull
  • Album: Dread Reaver
  • Tahun Rilis: 2022
  • Genre: Black Metal / Extreme Metal

Trivia:

  • Lagu “Dream Cull” adalah salah satu trek utama dari album studio ketiga Abbath, Dread Reaver, yang dirilis pada tahun 2022. Album ini menandai evolusi sound Abbath, mempertahankan akar black metal tetapi juga menggabungkan elemen thrash dan death metal yang lebih jelas.
  • Lirik lagu ini, seperti banyak karya Abbath lainnya, fokus pada tema-tema kegelapan, horor kosmik, dan citra yang mendalam, menciptakan suasana yang sangat sesuai dengan musik ekstrem yang mereka mainkan.

Lirik dan Terjemahan

On blistered screen of pockmarked veil
Di layar melepuh dari kerudung yang berbopeng
Torn from face of lonely grail
Tercabut dari wajah cawan suci yang sepi
I recall visage that drew a smile
Aku ingat wajah yang memunculkan senyum
On Rorschach blot begrimed in bile
Pada noda Rorschach yang ternoda oleh empedu
Tapped from tumors, tucked in gut
Diambil dari tumor, tersimpan di usus
Marred, malign and keened corrupt
Tercela, jahat, dan dibuat merana nan korup
The ink that seared a ragged leer
Tinta yang membakar seringai compang-camping
Split pallid skull, yet lent no cheer
Memisahkan tengkorak pucat, namun tak memberi keceriaan
This winter’s eve, where stormwinds cleave
Malam musim dingin ini, saat angin badai membelah
Outside our creaking walls
Di luar tembok kita yang berderit
We clasp the chains that anchor us
Kita menggenggam rantai yang menambatkan kita
To monolithic halls
Pada aula monolitik
All within the weal of spine
Semua dalam kesejahteraan tulang belakang
Arrive here, lost in wound of mind
Tiba di sini, tersesat dalam luka pikiran
For what’s another fraught traveler
Karena apa gunanya pengembara yang penuh bahaya lain
Fragmenting frayed unraveler?
Pengurai yang terkoyak dan hancur?
In crooked realm of twisted hell
Di alam bengkok neraka yang memutar
So bid the specter enter!
Maka usirlah hantu itu masuk!
This winter’s eve, where stormwinds cleave
Malam musim dingin ini, saat angin badai membelah
Outside our creaking walls
Di luar tembok kita yang berderit
We clasp the chains that anchor us
Kita menggenggam rantai yang menambatkan kita
To monolithic halls
Pada aula monolitik
Incise thy name, bow heads in shame
Sayatlah namamu, tundukkan kepala dalam rasa malu
Let the nightmares die
Biarkan mimpi buruk itu mati
Split in twain, then again
Terbelah menjadi dua, lalu lagi
Splinter in a mote’s eye
Pecah menjadi serpihan di mata debu
I, dream cull
Aku, pemusnah mimpi
I, dream cull
Aku, pemusnah mimpi

Makna Lagu

Lirik lagu “Dream Cull” dari Abbath sarat dengan citra yang sangat gelap, sureal, dan visceral, khas genre black metal. Judul lagu itu sendiri, “Dream Cull” (Pemusnahan Mimpi), menyiratkan tema penghancuran realitas internal atau penghapusan harapan dan citra yang menyenangkan.

Lirik ini menggambarkan gambaran yang sangat mengganggu, dimulai dengan deskripsi visual yang mengerikan: “On blistered screen of pockmarked veil / Torn from face of lonely grail” (Di layar melepuh dari kerudung yang berbopeng / Tercabut dari wajah cawan suci yang sepi). Ini menciptakan suasana kegelisahan dan kerusakan kosmik. Penggunaan citra Rorschach (“Rorschach blot begrimed in bile”) menunjukkan interpretasi realitas yang terdistorsi dan beracun.

Tema utama tampaknya berkisar pada keterasingan, keputusasaan, dan penerimaan kegelapan. Baris seperti “We clasp the chains that anchor us / To monolithic halls” (Kita menggenggam rantai yang menambatkan kita / Pada aula monolitik) menyarankan rasa terperangkap dalam struktur yang dingin, besar, dan tidak manusiawi (mungkin sebuah kiasan untuk isolasi atau kondisi eksistensial yang suram).

Bagian kedua lagu mengajak penerimaan terhadap kegilaan atau teror: “In crooked realm of twisted hell / So bid the specter enter!” (Di alam bengkok neraka yang memutar / Maka usirlah hantu itu masuk!). Ini bisa diartikan sebagai penyerahan diri total pada sisi gelap pikiran atau takdir.

Puncak lagu datang dengan perintah yang lebih aktif: “Incise thy name, bow heads in shame / Let the nightmares die / Split in twain, then again / Splinter in a mote’s eye” (Sayatlah namamu, tundukkan kepala dalam rasa malu / Biarkan mimpi buruk itu mati / Terbelah menjadi dua, lalu lagi / Pecah menjadi serpihan di mata debu). Ini adalah upaya untuk menghancurkan citra atau harapan yang ada dengan kekerasan ekstrem, hingga menjadi tidak berarti, seperti debu kecil.

Kesimpulannya, lagu ini adalah eksplorasi kegelapan batin, keputusasaan eksistensial, dan ritual penghancuran ilusi atau mimpi, yang disampaikan melalui bahasa yang sangat ekstrem dan atmosferik.

Allen Jonathan
Allen Jonathan
Articles: 1027