Album: Flick Of The Switch
Dirilis: 1983
Genre: Hard Rock
Penulis Lagu: Angus Young, Malcolm Young, Brian Johnson
Lagu ini merupakan salah satu trek yang paling menggambarkan sisi pemberontak dan energi tak terkendali dari AC/DC pada era awal 80-an. Walaupun jarang dimainkan secara langsung setelah era tersebut, lagu ini tetap menjadi favorit penggemar karena kisahnya yang berbasis pada kejadian nyata dan energi mentahnya yang khas.
Lirik dan Terjemahan
Darah di nadiku
Berlari tepat menembus otakku
Ada seorang polisi dengan pistol
Yang berlarian di sekitar dengan gila
Tiga ratus lima puluh penangkapan
Tidak ada rompi anti peluru
Bukankah itu memalukan?
Kami ingin bermain
Bermain untuk penonton
Hukum berkata, “Tidak bisa, karena kau akan segera pergi”
Kekacauan di Belgia
Kekacauan di Belgia
Tempat itu sangat ramai (melompat-lompat)
Dan minumannya terus mengalir (turun)
Ada jam malam di kota
Kau akan bekerja lembur
Kami tidak bermain hanya demi bayaran
Jadi kami ingin tinggal
Tetap seperti biasa
Dia memukul punggungku dengan pistolnya
Menyakitiku begitu parah hingga aku bisa merasakan darah mengalir
Kekacauan di Belgia
Itu kekacauan di Belgia
Kekacauan di Belgia
Datang untuk bersenang-senang dan pergi melarikan diri
Kekacauan di Belgia, ya
Siapa yang patut disalahkan?
Itu memalukan
Kekacauan
Di Belgia
Itu kekacauan
Ya
Siapkan itu
Tetap di atas panggung, polisi mengamuk
Penonton meminta lebih, itu adalah perang, perang, perang
Kekacauan di Belgia
Itu kekacauan di Belgia
Kekacauan di Belgia
Datang untuk bersenang-senang dan pergi melarikan diri
Kekacauan di Belgia
Itu kekacauan (di Belgia)
Itu kekacauan (di Belgia)
Itu kekacauan
Dan hukum menangkap
Aku
Lagu “Bedlam In Belgium” menceritakan tentang insiden nyata di mana AC/DC menyebabkan kekacauan besar (bedlam) selama pertunjukan mereka di Belgia. Liriknya menggambarkan energi liar konser yang bertabrakan dengan otoritas lokal (polisi) yang berusaha menghentikan pertunjukan karena adanya jam malam atau pelanggaran lain. Baris-baris seperti “Three-fifty arrests” (Tiga ratus lima puluh penangkapan) dan polisi yang bertindak gila menyoroti bentrokan antara kebebasan berekspresi rock ‘n’ roll dan penegakan hukum yang kaku, yang berpuncak pada pengusiran band dan penonton yang kabur.








