Informasi Lagu
Album: Powerage
Tanggal Rilis: 5 Mei 1978
Penulis Lagu: Ronald Belford Scott, Angus Young, Malcolm Young
Trivia: Lagu ini menampilkan *groove* rock yang solid khas AC/DC dari era Bon Scott. Meskipun sering dianggap sebagai lagu yang berbicara tentang narkoba (‘shooting up’), para personil band seringkali memberikan interpretasi yang lebih luas, menggambarkan seseorang yang terlepas dari realitas atau melarikan diri dari kehidupan normal dengan cara yang ekstrem.
Lirik dan Terjemahan
Tekanan terasa meningkat
Dengar peluit berbunyi
Membeli tiket atas kemauannya sendiri
Ke, aku tidak tahu
Mengemas hatinya dalam tas bepergian
Dan tidak pernah berkata, “sampai jumpa”
Ada sesuatu yang hilang di lingkungan itu
Dari mata menangisnya
Aku mengaduk kopiku dengan sendok yang sama
Mengetahui lagu favoritnya
Pergi menembak/berfoya-foya
Sayangku pergi menembak/berfoya-foya
Membungkus dirinya
Seperti kulit kedua
Mendukung kudanya favoritnya
Tapi dia tidak akan pernah bisa menang
Aku menerima tawaran di kota lain
Dia minum pil lain
Dia berlari dalam overdrive
Korban dari kekerasan berlebihan
Dia tidak pernah melewati pintu kamar tidur
Apa yang dia tuju?
Pergi menembak/berfoya-foya
Dia pergi
Pergi, pergi, pergi
Pergi menembak/berfoya-foya
Sayangku pergi menembak/berfoya-foya
Awas, woo
(Pergi menembak) Bagaimana aku akan membuatnya turun?
(Pergi menembak) Ow, awas, awas, awas
(Pergi menembak) Aku seharusnya tidak menghalangi jalannya
(Pergi menembak) Ah, dia benar-benar penuh muatan (mabuk/bersemangat)
(Pergi menembak) Dia pergi, pergi, pergi, pergi, dia pergi
(Pergi menembak)
Aku dulu sangat mencintainya
Makna Lagu
Lirik lagu “Gone Shootin'” oleh AC/DC ini menyajikan narasi yang gelap dan ambigu mengenai kepergian seorang wanita, kemungkinan besar karena penggunaan narkoba atau gaya hidup yang merusak diri sendiri. Frasa “Gone Shootin'” secara harfiah berarti pergi menembak, tetapi dalam konteks slang, ini sering kali menyiratkan keadaan mabuk berat, sangat bersemangat (high), atau berada dalam kondisi pikiran yang kacau dan berbahaya.
Narator mengungkapkan kekhawatirannya: wanita tersebut pergi dengan membawa hati yang ‘dikemas dalam tas bepergian’ tanpa mengucapkan selamat tinggal, meninggalkan suasana yang sunyi (‘Something missin’ in the neighborhood / Of her cryin’ eyes’). Baris-baris selanjutnya menggambarkan perilaku impulsif dan destruktifnya: dia ‘membungkus dirinya seperti kulit kedua’ (mungkin merujuk pada kecanduan atau perubahan drastis dalam kepribadian) dan mencoba memenangkan sesuatu yang tidak bisa dimenangkan (‘But she could never win’).
Klimaks emosionalnya ada pada deskripsi bahwa dia ‘minum pil lain’ (‘She took another pill’) dan berada dalam ‘overdrive’ sebagai ‘korban dari overkill’. Ini mengarahkan interpretasi pada overdosis atau kehancuran diri yang cepat. Kepergiannya yang fatal digambarkan seolah-olah dia bahkan tidak sempat keluar dari kamar tidur sebelum ‘jatuh’. Pertanyaan retoris sang narator, “What was she aiming for?”, menunjukkan kebingungan dan keputusasaan atas kehancuran diri wanita tersebut.
Secara keseluruhan, lagu ini menangkap suasana kekacauan, bahaya, dan kehilangan akibat gaya hidup liar atau kecanduan, yang menjadi tema yang kadang muncul dalam karya awal AC/DC.








