Sleep Paralysis - Action Action Lirik Terjemahan

Lirik Lagu Action Action – Sleep Paralysis dan Terjemahan

Informasi Lagu

Artis: Action Action

Judul Lagu: Sleep Paralysis

Album: An Army Of Shapes Between Wars

Tahun Rilis Album: 2006

Genre: Rock (Post-Hardcore/Alternative Rock)

Trivia: Album An Army Of Shapes Between Wars adalah salah satu karya awal Action Action yang dikenal karena pendekatannya yang energik dan lirik yang introspektif, seringkali menampilkan dinamika musik yang kompleks khas genre post-hardcore.

Lirik dan Terjemahan

It was somwhere around Sheffield where my conscious concedes.
Itu di suatu tempat di sekitar Sheffield di mana kesadaranku menyerah.
Fiction halts, the drugs began to wear thin.
Fiksi berhenti, obat-obatan mulai menipis.
Colored obvious, the world slid off it’s tilt.
Jelas berwarna, dunia tergelincir dari kemiringannya.
Waking up each night, from the gravitational pull.
Terbangun setiap malam, dari tarikan gravitasi.
What is the sound of something trying not to make a sound?
Apa suara dari sesuatu yang berusaha untuk tidak bersuara?
So sick of all the same old shit, so spent on being sick.
Begitu muak dengan semua hal lama yang sama, begitu lelah karena sakit.
Will everybody wake up before it gets too late?
Akankah semua orang bangun sebelum terlambat?
Ghost wrote in the middle of the night, chocking and abvious.
Hantu menulis di tengah malam, tercekik dan jelas terlihat.
Will everybody wake up before it gets too late?
Akankah semua orang bangun sebelum terlambat?
Always afraid, afraid of what the truth may bring.
Selalu takut, takut akan apa yang mungkin dibawa oleh kebenaran.
The last horse has finally crossed the finish line.
Kuda terakhir akhirnya melintasi garis akhir.
Long and clever titles doesn’t bring a clever song.
Judul yang panjang dan cerdas tidak membawa lagu yang cerdas.
This show has been going down hill since season one.
Pertunjukan ini menurun sejak musim pertama.
Just an open book reading itself to sleep…
Hanya buku terbuka yang membacakan dirinya sendiri hingga tertidur…
So sick of all the same old shit, so spent on being sick.
Begitu muak dengan semua hal lama yang sama, begitu lelah karena sakit.
[Chorus]
Will everybody wake up (wake up, wakeup) before it gets too late?
Akankah semua orang bangun (bangun, bangun) sebelum terlambat?
Undone in the middle of the night, strinkingly obvious.
Rusak di tengah malam, sangat jelas terlihat.
Will everybody wake up (wake up, wake up) before it gets too late?
Akankah semua orang bangun (bangun, bangun) sebelum terlambat?
So sick of all the same old shit, so spent on being sick.
Begitu muak dengan semua hal lama yang sama, begitu lelah karena sakit.
Will everybody wake up (wake up, wake up) before it gets too late?
Akankah semua orang bangun (bangun, bangun) sebelum terlambat?
So tired…so tired…Will everybody wake up (wake up, wake up) before it gets too late?
Begitu lelah…begitu lelah…Akankah semua orang bangun (bangun, bangun) sebelum terlambat?

Makna Lagu

Lirik lagu “Sleep Paralysis” oleh Action Action tampak menggambarkan keadaan psikologis yang tertekan atau pengalaman mimpi buruk, yang secara metaforis disebut sebagai kelumpuhan tidur. Pembukaan lagu yang menyebutkan Sheffield dan kesadaran yang ‘menyerah’ (concedes) segera mengatur suasana disorientasi dan penyerahan diri terhadap kondisi mental atau pengaruh zat. Frasa “Fiction halts, the drugs began to wear thin” mengindikasikan batas antara realitas dan ilusi yang memudar, mungkin karena efek obat yang mulai hilang atau karena tekanan psikologis yang semakin nyata.

Tema utama lagu ini berputar pada rasa lelah yang mendalam dan pertanyaan retoris berulang: “Will everybody wake up before it gets too late?”. Ini menyiratkan keputusasaan terhadap suatu situasi kolektif yang sedang memburuk, di mana ‘tertidur’ adalah metafora untuk ketidakpedulian atau penolakan menghadapi kenyataan. Keadaan ‘Ghost wrote in the middle of the night, chocking and abvious’ menangkap perasaan terperangkap dalam suatu momen ketakutan yang jelas namun tak berdaya.

Bait-bait berikutnya mengkritik kepalsuan atau kedangkalan (‘Long and clever titles doesn’t bring a clever song. This show has been going down hill since season one.’), menunjukkan rasa frustrasi terhadap narasi yang dangkal atau pertunjukan kehidupan yang tidak autentik. Lagu ini berakhir dengan penekanan pada kelelahan (‘So tired…so tired…’), memperkuat gagasan bahwa perjuangan untuk ‘bangun’ (menyadari kebenaran atau keluar dari kondisi ini) adalah perjuangan yang sangat melelahkan.

Allen Jonathan
Allen Jonathan
Articles: 1027