On Your Laurels - Actor | Observer Lirik Terjemahan

Lirik Lagu Actor | Observer – On Your Laurels dan Terjemahan

Informasi Lagu

  • Artis: Actor | Observer
  • Judul Lagu: On Your Laurels
  • Album: Pareidolia
  • Tahun Rilis Album: 2018
  • Genre: Rock (berdasarkan metadata HTML, sering dikaitkan dengan Post-Hardcore/Progressive Rock)
  • Trivia: Lagu ini mencerminkan tema-tema umum dalam musik yang lebih progresif atau introspektif, yaitu tekanan eksistensial dan kritik terhadap mentalitas “hustle culture”.

Lirik dan Terjemahan

I’ve carried this flag for far too long
Aku telah membawa bendera ini terlalu lama
“If you’re not moving forward,
“Jika kamu tidak bergerak maju,
You’re always falling back”
Kamu selalu mundur”
Is this what drives me?
Apakah ini yang mendorongku?
Some sorry fucking mantra
Beberapa mantra sialan yang menyedihkan
Like the default state of our lives
Seperti keadaan default hidup kita
Is to constantly retract
Adalah untuk terus-menerus mundur
And yet I can’t shake this illusion
Namun aku tak bisa melepaskan ilusi ini
It seems that I have been mislead
Tampaknya aku telah disesatkan
Never rest, never rest
Jangan pernah istirahat, jangan pernah istirahat
Guilt sets the ticking in my head
Rasa bersalah mengatur detak di kepalaku
Just when I seem to grasp what I’ve been chasing
Tepat ketika aku tampaknya memahami apa yang telah kukejar
It starts to deconstruct before my eyes
Itu mulai terurai di depan mataku
And everything I thought that I was missing
Dan semua yang ku pikir hilang dariku
Reflects how wrong I’ve been this whole damn time
Mencerminkan betapa salahnya aku selama ini
I’ve carried this flag for far too long
Aku telah membawa bendera ini terlalu lama
“If you’re not moving forward,
“Jika kamu tidak bergerak maju,
You’re always falling back”
Kamu selalu mundur”
Is this what drives me?
Apakah ini yang mendorongku?
Some sorry fucking mantra
Beberapa mantra sialan yang menyedihkan
Like the default state of our lives
Seperti keadaan default hidup kita
Is to constantly retract
Adalah untuk terus-menerus mundur
I may just be the sum of all my parts
Aku mungkin hanyalah jumlah dari semua bagian diriku
But I can rearrange them as I please
Tapi aku bisa menyusunnya kembali sesukaku
Every pattern that I find within myself
Setiap pola yang kutemukan di dalam diriku
Is only limited by what I can see
Hanya dibatasi oleh apa yang bisa kulihat
[Am]I’ll never rest on my own laurels
Aku takkan pernah bersantai di atas kemenanganku sendiri
[G]I’ll never reap my own rewards
Aku takkan pernah menuai hasil kerjaku sendiri
[C]The fruit of my labor rots before I can taste it
Buah dari kerjaku membusuk sebelum aku sempat mencicipinya
[F]I’ll never find what I’m looking for
Aku takkan pernah menemukan apa yang kucari
I’ll never know the taste of it
Aku takkan pernah tahu rasanya

Makna Lagu

Lirik lagu “On Your Laurels” oleh Actor | Observer menggambarkan pergulatan batin yang mendalam mengenai ambisi, rasa puas diri, dan pencarian makna. Frasa kunci seperti, “If you’re not moving forward, You’re always falling back” (Jika kamu tidak bergerak maju, kamu selalu mundur), menjadi mantra yang mendefinisikan keadaan hidup narator.

Narator mengungkapkan bahwa ia telah membawa “bendera” (mungkin sebuah ideal atau tujuan) terlalu lama, terperangkap dalam siklus dorongan diri yang menyakitkan. Ada perasaan ilusi dan kesadaran pahit bahwa apa yang dikejar ternyata menyesatkan, dan setiap pencapaian terasa hancur sebelum sempat dinikmati sepenuhnya. Ini mencerminkan kritik terhadap budaya pencapaian tanpa akhir, di mana rasa bersalah terus memicu kebutuhan untuk bergerak.

Bagian kedua lirik menyoroti dualitas antara menerima diri apa adanya (“sum of all my parts”) namun juga memiliki kekuatan untuk membentuk ulang diri sendiri (“rearrange them as I please”). Namun, inti dari lagu ini terletak pada penolakan total terhadap kemapanan dan penghargaan diri:

“I’ll never rest on my own laurels / I’ll never reap my own rewards / The fruit of my labor rots before I can taste it / I’ll never find what I’m looking for / I’ll never know the taste of it”

Ini menunjukkan sikap tidak pernah puas, di mana hasil jerih payah selalu terasa sia-sia atau tidak terjangkau, menandakan perjalanan tanpa akhir dalam mencari sesuatu yang substansial yang mungkin tidak pernah bisa benar-benar diraih atau dinikmati.

Allen Jonathan
Allen Jonathan
Articles: 1027