Informasi Lagu
- Artis: Actor | Observer
- Judul Lagu: Piece Of Mind
- Album: The Longer Now
- Tahun Rilis Album: 2015
- Genre: Rock/Post-Hardcore (Berdasarkan konteks musik band)
Lirik dan Terjemahan
Oh, betapa menjijikkannya bagiku
Harus berjabat tangan denganmu
Hanya untuk disambut
Dengan niat egoismu
Dan daftar tuntutanmu yang tidak tahu berterima kasih
Ketidakpedulian merajalela
Melalui pikiranmu yang tumpul dan dangkal
Tapi itu mungkin lebih menenangkan
Daripada omong kosong yang ada di pikiranku
Terkadang
Aku berharap aku memiliki ketenangan pikiranmu
Oh, untuk hidup tanpa beban
Pasti menyenangkan sekali
Tapi aku tidak puas
Dan aku tahu
Aku tidak sendirian
Kita tidak berhak atas apa pun
Jadi, apa yang membuatmu berpikir
Bahwa kamu berbeda?
Dunia penuh dengan omong kosong
Mengapa terus menambahinya?
Itulah yang membuat kita sampai di sini pada awalnya
Kita adalah refleks
Reaksi naluriah
Untuk alasan menyedihkan dari
“Ketidaktahuan adalah kebahagiaan”
Orang sepertimu adalah alasan mengapa
Orang seperti kita ada
Terkadang
Aku berharap aku memiliki ketenangan pikiranmu
Oh, untuk hidup tanpa beban
Pasti menyenangkan sekali
Tapi aku tidak puas
Dan aku tahu
Aku tidak sendirian
Mungkin aku harus berterima kasih padamu
Karena aku bisa memberitahumu ini
Orang sepertimu adalah alasan mengapa
Orang seperti kita ada
Makna Lagu
Lagu “Piece Of Mind” oleh Actor | Observer mengungkapkan rasa jijik dan frustrasi narator terhadap seseorang yang tampaknya memiliki kedamaian pikiran yang dangkal (“peace of mind”) karena ketidaktahuannya atau sifat egoisnya. Narator merasa harus berinteraksi dengan orang ini meskipun tahu niatnya egois dan tidak tahu berterima kasih (“selfish intent / ungrateful list of demands”).
Inti dari lagu ini adalah kontras antara dua jenis keberadaan: satu yang hidup dalam ketidaktahuan yang nyaman dan satu lagi yang hidup dengan kesadaran penuh (dan mungkin menyakitkan) terhadap realitas dunia (“the shit that runs through mine”). Narator berharap bisa memiliki ketenangan pikiran orang lain, yang tampaknya hidup tanpa beban (“to live without a care / Must be so nice”), namun ia menyadari bahwa ia tidak sendirian dalam ketidakpuasannya.
Bagian kedua lagu ini menyerang secara langsung mentalitas “Ignorance is bliss” (Ketidaktahuan adalah kebahagiaan). Narator mengklaim bahwa orang-orang yang hidup dalam ketidaktahuan yang nyaman itu (orang seperti ‘kamu’) adalah alasan mengapa orang-orang yang sadar dan tertekan (orang seperti ‘kita’) ada. Ini adalah sebuah paradoks pahit: ketidakpedulian mereka secara aktif menciptakan kondisi yang membuat orang lain (yang lebih sadar) merasa tidak nyaman.
Lagu diakhiri dengan nada sinis, seolah-olah narator ingin berterima kasih kepada orang yang ia kritik tersebut, karena keberadaan mereka menjadi pembenaran atau cerminan mengapa narator dan yang sejenisnya harus hidup dalam kesadaran yang lebih berat.








