Inferno - Ad Infinitum Lirik Terjemahan

Lirik Lagu Ad Infinitum – Inferno dan Terjemahan

Informasi Lagu

  • Artis: Ad Infinitum
  • Judul Lagu: Inferno
  • Album: Chapter II – Legacy
  • Tahun Rilis Album: 2021
  • Genre: Symphonic Metal / Modern Metal
  • Penulis Lagu (Writers): Melissa Bonny, Adrian Thessenvitz, Niklas Mueller, Korbinian Benedict Stocker

Trivia: Lagu ini menonjolkan jangkauan vokal Melissa Bonny, yang mampu beralih dari melodi bersih yang emosional ke teknik vokal yang lebih agresif, mencerminkan dualitas antara keindahan melodi symphonic metal dan kegelapan tema liriknya.

Lirik dan Terjemahan

Can you hear me?
Bisakah kau mendengarku?
Is there still a soul in this body now?
Apakah masih ada jiwa di dalam tubuh ini sekarang?
I hear the echoes of the screaming minds
Aku mendengar gema dari pikiran-pikiran yang menjerit
You tortured and left behind
Yang kau siksa dan tinggalkan di belakang
Do you see the scars you’re drawing in their skin?
Apakah kau melihat bekas luka yang kau buat di kulit mereka?
Or are you blind? Are you blind?
Ataukah kau buta? Apakah kau buta?
Maybe it’s just a game for you
Mungkin ini hanya permainan bagimu
Maybe it’s just the way you hide the truth
Mungkin ini hanya caramu menyembunyikan kebenaran
[C]How do you keep your head high? Tell me what you see in the mirror
Bagaimana kau bisa tetap angkuh? Katakan apa yang kau lihat di cermin
[G]How can you stand the presence of the devil’s eyes?
Bagaimana kau bisa menahan kehadiran mata iblis?
[Am]Always dreaming of greatness but you’re just a simple man
Selalu bermimpi tentang kehebatan tapi kau hanyalah pria biasa
[F]Forsaken by the angels, staring at the gates of the inferno
Ditinggalkan oleh para malaikat, menatap gerbang neraka
[C]Keep on hurting
Teruslah menyakiti
[G]Eventually the fire will turn around
Pada akhirnya api itu akan berbalik
[Am]Your ambitions and your dirty lies
Ambisi dan kebohongan kotormu
[F]Will all burn to the ground
Semuanya akan terbakar hangus
Can you sleep at night surrounded by the ghosts
Bisakah kau tidur nyenyak dikelilingi hantu-hantu
Of those you sent underground?
Dari mereka yang kau kirim ke bawah tanah?
Maybe remorse is not for you
Mungkin penyesalan bukan untukmu
Maybe your ice cold heart is bulletproof
Mungkin hatimu yang sedingin es itu anti peluru
[C]How do you keep your head high? Tell me what you see in the mirror
Bagaimana kau bisa tetap angkuh? Katakan apa yang kau lihat di cermin
[G]How can you stand the presence of the devil’s eyes?
Bagaimana kau bisa menahan kehadiran mata iblis?
[Am]Always dreaming of greatness but you’re just a simple man
Selalu bermimpi tentang kehebatan tapi kau hanyalah pria biasa
[F]Forsaken by the angels, staring at the gates of the inferno
Ditinggalkan oleh para malaikat, menatap gerbang neraka
Of the inferno
Dari neraka
[C]How do you keep your head high? Tell me what you see in the mirror
Bagaimana kau bisa tetap angkuh? Katakan apa yang kau lihat di cermin
[G]How can you stand the presence of the devil’s eyes?
Bagaimana kau bisa menahan kehadiran mata iblis?
[Am]Always dreaming of greatness but you’re just a simple man
Selalu bermimpi tentang kehebatan tapi kau hanyalah pria biasa
[F]Forsaken by the angels, staring at the gates of the inferno
Ditinggalkan oleh para malaikat, menatap gerbang neraka

Makna Lagu “Inferno”

Lagu “Inferno” dari Ad Infinitum mengangkat tema yang sangat gelap dan konfrontatif, berfokus pada kritik terhadap seseorang yang melakukan kekejaman, siksaan, dan menyakiti orang lain tanpa menunjukkan rasa penyesalan. Judul “Inferno” (Neraka) secara metaforis merujuk pada keadaan moral dan jiwa subjek lagu.

Liriknya penuh dengan pertanyaan retoris yang menantang: “How do you keep your head high?” (Bagaimana kau bisa tetap angkuh?) dan “How can you stand the presence of the devil’s eyes?” (Bagaimana kau bisa menahan kehadiran mata iblis?). Ini menunjukkan bahwa orang yang dikritik ini mungkin menyembunyikan kejahatannya di balik penampilan luar yang hebat atau bangga, sementara di dalam, ia dikelilingi oleh ‘hantu’ dari korban-korbannya.

Penyanyi mempertanyakan apakah orang tersebut buta terhadap kerusakan yang ditimbulkannya, atau apakah ia memang tidak memiliki hati nurani. Metafora api neraka digunakan sebagai peringatan bahwa pada akhirnya, semua ambisi dan kebohongan orang tersebut akan musnah terbakar. Lagu ini adalah seruan emosional mengenai keadilan moral, di mana pelaku kejahatan harus menghadapi konsekuensi spiritual atas perbuatannya.

Allen Jonathan
Allen Jonathan
Articles: 1027