The Serpent's Downfall - Ad Infinitum Lirik Terjemahan

Lirik Lagu Ad Infinitum – The Serpent’s Downfall dan Terjemahan

Informasi Lagu

Artis: Ad Infinitum

Judul Lagu: The Serpent’s Downfall

Album: Chapter III – Downfall

Tahun Rilis Album: 2023

Genre: Symphonic Metal / Progressive Metal

Penulis Lagu: Melissa Bonny, Adrian Thessenvitz, Korbinian Benedict Stocker, Niklas Georg Anton Mueller.

Trivia: Lagu ini adalah salah satu trek utama dari album ketiga mereka, “Chapter III – Downfall,” yang secara keseluruhan mengeksplorasi tema-tema mitologis dan perjuangan eksistensial yang kuat, seringkali dengan aransemen orkestra yang megah.

Lirik dan Terjemahan

You can feel when the colours fade in the sorrows of the twilight
Kau bisa rasakan saat warna memudar dalam kesedihan senja
In your dreams, only sceneries of despair and demise
Dalam mimpimu, hanya pemandangan keputusasaan dan kehancuran
Does it feel like an endless road on a mountain that you climb
Apakah rasanya seperti jalan tak berujung di atas gunung yang kau daki
In the end, torments fly away like cinders in the wind
Pada akhirnya, siksaan terbang menjauh seperti bara dalam angin
Memories of all these ashes
Kenangan dari semua abu ini
Thunder in a broken heart
Guntur di hati yang hancur
Your destiny is not in the abyss of your doubts
Takdirmu tidak berada di jurang keraguanmu
Your cries
Jeritanmu
[Am]Take the pain, take the rain
Ambil rasa sakitnya, ambil hujannya
[G]They’ll fade away
Mereka akan memudar
[C]Save your tears and rise again
Simpan air matamu dan bangkit lagi
[F]And your fears, now an echo
Dan ketakutanmu, kini hanyalah gema
[Am]Of the one you once were
Dari dirimu yang dulu
[G]The serpent’s downfall
Kejatuhan ular itu
[C]Oh, the Serpent’s downfall
Oh, kejatuhan Ular itu
There is a light, there is a spark of hope at the edge of the night
Ada cahaya, ada percikan harapan di tepi malam
Break free, rise above fire, leave it all behind
Bebaskan dirimu, bangkitlah di atas api, tinggalkan semuanya di belakang
Sail away from all the darkness
Berlayarlah menjauh dari semua kegelapan
Keep your head above the clouds
Jaga kepalamu tetap di atas awan
Remember there is a dying sun you can ignite
Ingatlah ada matahari yang sekarat yang bisa kau nyalakan
Inside
Di dalam
[Am]Take the pain, take the rain
Ambil rasa sakitnya, ambil hujannya
[G]They’ll fade away
Mereka akan memudar
[C]Save your tears and rise again
Simpan air matamu dan bangkit lagi
[F]And your fears, now an echo
Dan ketakutanmu, kini hanyalah gema
[Am]Of the one you once were
Dari dirimu yang dulu
[G]The serpent’s downfall
Kejatuhan ular itu
[C]Oh, the Serpent’s downfall
Oh, kejatuhan Ular itu
[F]The serpent’s fall
Kejatuhan ular itu
The darkness is gone, what are you waiting for
Kegelapan telah sirna, apa yang kau tunggu
[Am]Downfall
Kejatuhan
[G]In goodness we trust, now we thrive, don’t you let go!
Dalam kebaikan kita percaya, sekarang kita berkembang, jangan kau lepaskan!
[C]Take the pain, take the rain
Ambil rasa sakitnya, ambil hujannya
[F]They’ll fade away
Mereka akan memudar
[Am]Save your tears and rise again
Simpan air matamu dan bangkit lagi
[G]And your fears, now an echo
Dan ketakutanmu, kini hanyalah gema
[C]Of the one you once were
Dari dirimu yang dulu
[F]The serpent’s downfall
Kejatuhan ular itu
[Am]Oh, the Serpent’s downfall
Oh, kejatuhan Ular itu

Makna Lagu “The Serpent’s Downfall”

Lagu “The Serpent’s Downfall” oleh Ad Infinitum adalah sebuah narasi puitis tentang perjuangan internal dan proses pemulihan diri dari keputusasaan. Ular dalam judul dan lirik sering kali melambangkan kejahatan, godaan, keraguan, atau sisi gelap dari diri seseorang.

Lirik dibuka dengan gambaran melankolis tentang memudarnya warna di senja, menyiratkan perasaan kehilangan harapan atau depresi. Mimpi yang hanya menampilkan “keputusasaan dan kehancuran” menekankan kedalaman penderitaan emosional yang dialami narator.

Bagian chorus yang kuat, “Take the pain, take the rain / Save your tears and rise again,” berfungsi sebagai seruan motivasi. Ini mendorong pendengar untuk menerima penderitaan (rasa sakit dan hujan) sebagai bagian dari proses, alih-alih melawannya, dan menggunakannya sebagai bahan bakar untuk kebangkitan. Ketakutan masa lalu direduksi menjadi sekadar ‘gema’ dari diri yang lama, menandakan bahwa narator telah bergerak maju dari belenggu tersebut.

Pada bait kedua, muncul harapan: ‘cahaya’ dan ‘percikan harapan’ di ujung malam. Ini adalah momen pencerahan di mana narator menyadari bahwa kekuatan untuk bangkit (menyalakan ‘matahari yang sekarat’ di dalam) selalu ada. Kejatuhan sang ular (kejatuhan sisi negatif/keraguan) adalah syarat untuk berlayar menjauh dari kegelapan.

Keseluruhan lagu adalah lagu kebangkitan yang dramatis, khas gaya metal simfonik Ad Infinitum, yang merayakan kemampuan manusia untuk mengatasi kesulitan terbesar dan menegaskan kembali kekuatan batin.

Allen Jonathan
Allen Jonathan
Articles: 1027