Informasi Lagu
Artis: Adelitas Way
Lagu: Real World
Album: Notorious
Tahun Rilis Album: 2017
Penulis Lagu: Johnny Karkazis, Trevor Brice Stafford, Rick Anthony Dejesus, Keith Joseph Wallen.
Trivia: Lagu ini menjadi salah satu trek yang menonjol dari album Notorious, yang dikenal memiliki nuansa rock yang lebih agresif dan tema-tema yang lebih gelap dan introspektif dibandingkan beberapa karya Adelitas Way sebelumnya.
Lirik dan Terjemahan
Mataku terasa seperti beton
Kakiku terasa berat sekali
Matahari bersinar di atas sprei-ku
Aku perlu menjadi orang lain
Kau tak punya keyakinan pada siapa pun
Kurasa kau tak punya keyakinan pada dirimu sendiri
Para zombie berjalan di sampingku, seperti aku
Mimpi mereka sekarat sekarang
Everybody’s gotta wake up to the real world
Semua orang harus bangun ke dunia nyata
I know you thought that you were meant for more
Aku tahu kau pikir kau ditakdirkan untuk lebih
I bet you never saw it coming in the real world
Aku yakin kau tak pernah melihatnya datang di dunia nyata
It’s time to open your eyes
Sudah waktunya membuka matamu
Everybody’s gotta face up to the real world
Semua orang harus menghadapi dunia nyata
It’s what you make it and nothing more
Itu adalah apa yang kau buat darinya dan tidak lebih
And you fight for what you want in the real world
Dan kau berjuang untuk apa yang kau inginkan di dunia nyata
Or you’ll never survive
Atau kau tak akan pernah bertahan
Tidak ada yang bisa menghentikanku, menjatuhkanku
Tidak ada yang bisa merobohkanku
Kita selalu membiarkan yang buta memimpin, bukan aku
Dan waktu hampir habis
Everybody’s gotta wake up to the real world
Semua orang harus bangun ke dunia nyata
I know you thought that you were meant for more
Aku tahu kau pikir kau ditakdirkan untuk lebih
Bet you never saw it coming in the real world
Aku yakin kau tak pernah melihatnya datang di dunia nyata
It’s time to open your eyes
Sudah waktunya membuka matamu
Everybody’s gotta face up to the real world
Semua orang harus menghadapi dunia nyata
It’s what you make it and nothing more
Itu adalah apa yang kau buat darinya dan tidak lebih
You fight for what you want in the real world
Kau berjuang untuk apa yang kau inginkan di dunia nyata
Or you’ll never survive
Atau kau tak akan pernah bertahan
Aku akan hidup di duniaku sendiri
Di duniaku sendiri
Di duniaku sendiri
Di duniaku sendiri
Di duniaku sendiri
Everybody’s gotta wake up to the real world
Semua orang harus bangun ke dunia nyata
I know you thought that you were meant for more
Aku tahu kau pikir kau ditakdirkan untuk lebih
Bet you never saw it coming in the real world
Aku yakin kau tak pernah melihatnya datang di dunia nyata
It’s time to open your eyes
Sudah waktunya membuka matamu
Everybody’s gotta face up to the real world
Semua orang harus menghadapi dunia nyata
It’s what you make it and nothing more
Itu adalah apa yang kau buat darinya dan tidak lebih
You fight for what you want in the real world
Kau berjuang untuk apa yang kau inginkan di dunia nyata
Or you’ll never survive
Atau kau tak akan pernah bertahan
In the real world
Di dunia nyata
In the real world
Di dunia nyata
In the real world
Di dunia nyata
Makna Lagu
Lagu “Real World” dari Adelitas Way adalah sebuah panggilan untuk menghadapi kenyataan hidup yang keras dan seringkali brutal. Liriknya menggambarkan perasaan berat dan ketidaknyamanan saat seseorang dipaksa keluar dari zona nyaman atau harapan palsu mereka (‘My eyes are feeling like concrete / My feet are feelin’ heavy as hell’).
Tema utama lagu ini adalah pentingnya ‘bangun’ dan menerima dunia sebagaimana adanya, bukan seperti yang dibayangkan (‘Everybody’s gotta wake up to the real world’). Ada sindiran terhadap orang-orang yang mungkin terlalu idealis atau kurang percaya diri (‘I know you thought that you were meant for more / I bet you never saw it coming’).
Pesan sentralnya adalah pemberdayaan melalui perjuangan: di dunia nyata, Anda harus bertarung untuk apa yang Anda inginkan, atau Anda akan kalah (‘You fight for what you want in the real world / Or you’ll never survive’). Bagian di mana narator menyatakan bahwa ia akan ‘hidup di duniaku sendiri’ (‘I’ll be living in my own world’) menunjukkan semacam isolasi atau pilihan untuk menciptakan realitasnya sendiri sebagai respons terhadap kekecewaan terhadap dunia luar.








