Informasi Lagu
- Artis: Adelitas Way
- Lagu: Trapped
- Album: Notorious
- Tahun Rilis Album: 2017
- Penulis Lagu: Johnny Lee Andrews (disebutkan dalam kredit HTML)
- Genre: Rock / Hard Rock
Trivia: Lagu ini menjadi salah satu trek dalam album studio kelima Adelitas Way, Notorious. Album ini melanjutkan gaya rock khas band tersebut dengan tema-tema yang gelap dan introspektif.
Lirik dan Terjemahan
Johnny ada di tanah tandus
Kau tahu dia sedang menyiapkan sendok (narkoba)
Dia bilang kota ini membuatnya terpuruk
Jadi dulu dia biasa melepaskannya
Sekarang dia mengendap-endap dalam bayangan
Dia sangat menginginkan dosis
Dia meraih pistol sembilan karena dia perlu teler
Sekarang dia duduk menjalani hukuman 20 tahun seumur hidup
Dan dia pergi, dia pergi, dia pergi
(Aku kehilangan jiwaku berkali-kali)
Aku kehilangan jiwaku berkali-kali
Menyerah bahkan ketika aku tahu lebih baik
Aku terbangun di sisi lain
Dan aku tidak akan pernah kembali, tidak akan pernah kembali ke perangkap itu
(Aku tidak akan jatuh untuk itu)
Perangkap
Jenny punya rencana besar
Dia akan membakar dunia
Ivy League dan hal-hal yang lebih baik ada dalam pandangannya di benaknya
Beberapa pujian dan wiski
Membawa ke kursi belakang mobilnya
Lidah perak mengatakan dia jatuh cinta
Sembilan bulan sekarang dia sendirian
Benar-benar sendirian, benar-benar sendirian, sendirian
(Aku kehilangan jiwaku berkali-kali)
Aku kehilangan jiwaku berkali-kali
Menyerah bahkan ketika aku tahu lebih baik
Aku terbangun di sisi lain
Dan aku tidak akan pernah kembali, tidak akan pernah kembali ke perangkap itu
(Aku tidak akan jatuh untuk itu)
Perangkap
Dan tidak, aku tidak akan pernah kembali
Tidak akan pernah kembali ke perangkap itu
Aku tidak akan kembali, tidak aku tidak akan kembali, tidak aku tidak akan kembali
Aku tidak akan kembali, aku tidak akan kembali, aku tidak akan kembali
Hidup ini akan memakanmu dari dalam
Aku tahu kau pikir kau sudah terlalu dalam
Tapi inilah waktunya untuk bangkit dari lututmu
Aku kehilangan jiwaku berkali-kali
Menyerah bahkan ketika aku tahu lebih baik
Aku terbangun di sisi lain
Dan aku tidak akan pernah kembali, tidak akan pernah kembali ke itu
Aku kehilangan jiwaku berkali-kali
Menyerah bahkan ketika aku tahu lebih baik
Aku terbangun di sisi lain
Dan aku tidak akan pernah kembali, tidak akan pernah kembali ke itu
Aku kehilangan jiwaku berkali-kali
Menyerah bahkan ketika aku tahu lebih baik
Aku terbangun di sisi lain
Dan aku tidak akan pernah kembali, tidak akan pernah kembali ke perangkap itu
(Aku tidak akan jatuh untuk itu)
Perangkap
(Aku tidak akan jatuh untuk itu)
Perangkap
Dan tidak, aku tidak akan pernah kembali
Tidak akan pernah kembali ke perangkap itu
Makna Lagu “Trapped”
Lagu “Trapped” dari Adelitas Way menggambarkan tema keterpurukan dan perjuangan untuk keluar dari lingkaran setan kehidupan yang destruktif, baik itu akibat narkoba maupun pilihan hidup yang salah. Liriknya menggunakan dua kisah singkat kontras: Johnny dan Jenny.
Kisah Johnny:
Johnny digambarkan berada dalam keadaan putus asa (“wasteland”) dan aktif menggunakan narkoba (“cooking up a spoon”, “itching for a fix”). Ia berusaha melarikan diri dari lingkungannya yang menekan, tetapi upayanya justru membawanya ke penyesalan terbesar—hukuman penjara (“doing 20 to life”). Baris “I lost my soul so many times / Gave in even when I knew better” menunjukkan kesadaran akan kesalahan yang berulang, namun ketidakmampuan untuk berhenti sampai ia “terbangun di sisi lain” (mungkin di balik jeruji besi atau setelah titik terendah).
Kisah Jenny:
Jenny mewakili jebakan yang berbeda: ambisi materialistis dan hubungan yang berujung pada kehamilan tak terduga. Ia mengejar citra sukses (“Ivy League and the finer things”), tetapi tergoda oleh janji palsu (“Silver tongue says he’s falling in love”). Hasilnya adalah kesepian dan tanggung jawab yang tidak ia inginkan (“Nine months now she’s all alone”). Kisahnya juga tentang kehilangan kendali atas jalannya hidup, yang membuatnya merasa “trapped”.
Kesimpulan:
Chorus yang berulang, “I ain’t ever going back, never going back to that trap,” adalah seruan penolakan yang kuat terhadap kondisi masa lalu mereka. Ini adalah deklarasi pembebasan—meskipun terlambat atau menyakitkan—bahwa subjek lagu telah belajar dari kesalahan dan bertekad untuk tidak kembali ke perangkap destruktif tersebut.








