Informasi Lagu
- Artis: Adept
- Judul Lagu: Aftermath
- Album: Silence The World
- Tahun Rilis: 2013
- Genre: Metalcore
- Penulis Lirik: Robert Ljung, Gustav Lars Valdemar Lithammer (teridentifikasi dari data HTML)
- Trivia: Lagu ini merupakan salah satu trek penting dari album kedua Adept, “Silence The World,” yang secara umum menampilkan tema-tema tentang perjuangan pribadi, patah hati, dan menemukan kekuatan setelah masa sulit.
Lirik dan Terjemahan
Life will prevail.
Hidup akan terus berlanjut.
As long as the sun still rise
Selama matahari masih terbit
And the sun still sets
Dan matahari masih terbenam
My heart will beat and I will survive.
Jantungku akan berdetak dan aku akan bertahan.
I will never be alone again.
Aku tidak akan pernah sendirian lagi.
There comes a day when you need to stand up
Akan tiba hari ketika kamu perlu bangkit
And shrug away all doubt inside
Dan singkirkan semua keraguan di dalam
Stand strong and push it away.
Berdiri tegak dan dorong itu menjauh.
One day you’re in one day you’re out.
Suatu hari kamu masuk, suatu hari kamu keluar.
It’s called the circle of life.
Itu disebut lingkaran kehidupan.
But I know – You rack them up
Tapi aku tahu – Kamu menumpuknya
Then I’ll keep on swingin’
Maka aku akan terus mengayunkan/berjuang
Can you see the sun going down
Bisakah kamu melihat matahari terbenam
Before your eyes?
Di depan matamu?
The warmth from the lights
Kehangatan dari cahaya-cahaya itu
That slowly fades out.
Yang perlahan memudar.
You’re alone tonight.
Kamu sendirian malam ini.
You buried your heart six feet underground.
Kamu mengubur hatimu enam kaki di bawah tanah.
I hate to say this but
Aku benci mengatakan ini tapi
You’ve lost yourself too many times.
Kamu telah kehilangan dirimu terlalu sering.
And I will not be your comfort
Dan aku tidak akan menjadi kenyamananmu
When it suits your heart.
Ketika itu menyenangkan hatimu.
I’m not alone. I’m stonger. I’m wiser than
Aku tidak sendirian. Aku lebih kuat. Aku lebih bijak dari
I ever was with you. So take your fucking shit
Aku pernah bersamamu. Jadi ambil barang brengsekmu itu
And leave.
Dan pergi.
There’s nothing but a hole in your chest.
Tidak ada apa-apa selain lubang di dadamu.
You scandalous bitch.
Dasar jalang yang tidak bermoral.
Can you see the sun going down
Bisakah kamu melihat matahari terbenam
Before your eyes?
Di depan matamu?
The warmth from the lights
Kehangatan dari cahaya-cahaya itu
That slowly fades out.
Yang perlahan memudar.
You’re alone tonight.
Kamu sendirian malam ini.
You buried your heart six feet underground.
Kamu mengubur hatimu enam kaki di bawah tanah.
There were millions of times each day
Ada jutaan kali setiap hari
That I thought of you.
Bahwa aku memikirkanmu.
But we grew up to be nothing like the way
Tapi kita tumbuh dewasa menjadi tidak seperti cara
That you said.
Yang kamu katakan.
I feel apart when the pieces you stole from me
Aku merasa terpisah ketika potongan-potongan yang kamu curi dariku
Made me lost and incomplete.
Membuatku tersesat dan tidak lengkap.
These heavy hearts won’t bring me down.
Hati yang berat ini tidak akan menjatuhkanku.
We were the ones
Kitalah yang
Who would die on the battle ground.
Akan mati di medan pertempuran.
At the end of the road I will overcome.
Di ujung jalan aku akan mengatasi.
You are not me. You will never be this strong.
Kamu bukan aku. Kamu tidak akan pernah sekuat ini.
Makna Lagu “Aftermath”
Lagu “Aftermath” (Dampak/Akibat) dari Adept adalah sebuah ungkapan pelepasan dan penegasan diri setelah mengalami kerusakan emosional dari sebuah hubungan atau situasi yang negatif.
Lirik ini dibuka dengan tema ketahanan universal: “Life will prevail. As long as the sun still rise / And the sun still sets / My heart will beat and I will survive.” Ini menetapkan fondasi bahwa, terlepas dari kesulitan pribadi, siklus kehidupan dan kemampuan untuk bertahan hidup akan terus berjalan. Narator menegaskan bahwa ia tidak akan pernah sendirian lagi, menandakan kemerdekaan dari ketergantungan masa lalu.
Bagian tengah lagu berfokus pada penyelesaian konflik. Narator menantang orang yang dituju (kemungkinan mantan pasangan) untuk menghadapi kenyataan pahit: “Can you see the sun going down / Before your eyes? / The warmth from the lights / That slowly fades out.” Ini adalah metafora kuat untuk kehancuran atau akhir dari sesuatu yang indah. Narator dengan tegas menolak peran sebagai penyangga emosional bagi orang tersebut lagi, menyatakan dirinya telah berubah: “I’m not alone. I’m stonger. I’m wiser than / I ever was with you. So take your fucking shit / And leave.” Penekanan pada kata “stronger” dan “wiser” menunjukkan pertumbuhan pribadi yang signifikan.
Bagian akhir adalah pengakuan bahwa meskipun ada penyesalan dan rasa sakit dari kenangan masa lalu, narator telah selesai dengan hubungan tersebut. Kalimat “These heavy hearts won’t bring me down. / We were the ones / Who would die on the battle ground. / At the end of the road I will overcome.” menunjukkan kesediaan untuk berjuang hingga akhir, namun dengan kesadaran bahwa naratorlah yang akan keluar sebagai pemenang dan lebih kuat, berbeda dengan orang yang dikritik.







