An Era Of Treachery - Adept Lirik Terjemahan

Lirik Lagu Adept – An Era Of Treachery dan Terjemahan

Informasi Lagu

  • Album: Another Year Of Disaster
  • Rilis: 2009
  • Genre: Metalcore, Melodic Hardcore
  • Penulis Lagu: Jacob Papinniemi, Robert Ljung
  • Trivia: Lagu ini merupakan salah satu trek yang mewakili era awal dan intensitas suara Adept dari album debut mereka, “Another Year Of Disaster”. Lagu ini sering menampilkan teriakan yang sangat emosional, khas dari genre metalcore Swedia pada saat itu.

Lirik dan Terjemahan

THIS WILL BE THE END OF YOU!
INI AKAN MENJADI AKHIR DARIMU!
(Ladies and gentlemen, friends and foe’s,
(Para hadirin, teman dan lawan,
this song goes out to all you fucking quitters out there)
lagu ini kupersembahkan untuk semua pecundang sialan di luar sana)


How dare you stare at the ground when you
Beraninya kau menatap tanah ketika kau
don’t even know which direction to go?
bahkan tidak tahu harus ke arah mana?
Are you really that anxious to drift life away,
Apakah kau benar-benar begitu cemas untuk membiarkan hidup berlalu,
and just give up on yourself?
dan menyerah pada dirimu sendiri?


You better dance to the beat of living.
Sebaiknya kau menari mengikuti irama kehidupan.
Start taking control and take care of yourself.
Mulailah mengendalikan dan urus dirimu sendiri.
Reach out for help if you’re falling,
Ulurkan tangan untuk bantuan jika kau jatuh,
We’re in this together.
Kita hadapi ini bersama.
You’re in this alone.
Kau hadapi ini sendirian.


Don’t be proud enough to reach out for help.
Jangan terlalu bangga untuk meminta bantuan.


She’s on fire but her embers burn her bridges.
Dia terbakar tapi bara apinya menghanguskan jembatannya.
And she knows that she can’t walk on water.
Dan dia tahu dia tidak bisa berjalan di atas air.
Yet she tries.
Namun dia mencoba.
For what is worse than to ask your friends for help.
Karena apa yang lebih buruk daripada meminta bantuan temanmu.
And so she sinks to the bottom of the sea.
Dan begitulah dia tenggelam ke dasar laut.


Burn out the eyes of the traitors face.
Bakar mata wajah para pengkhianat itu.
They have told their final line.
Mereka telah mengucapkan baris terakhir mereka.
They have told their final line.
Mereka telah mengucapkan baris terakhir mereka.


One more time we’ll throw down our fucking fists.
Sekali lagi kita akan melemparkan tinju sialan kita.
To anyone who stand against us.
Kepada siapa pun yang menentang kita.
To anyone who disagree.
Kepada siapa pun yang tidak setuju.


Stop chasing your shadow. You’re in this alone.
Berhentilah mengejar bayanganmu. Kau sendirian dalam hal ini.
You need to fight until your heart stops beating.
Kau harus berjuang sampai hatimu berhenti berdetak.
Don’t think for a second that you will be saved.
Jangan berpikir sedetik pun kau akan diselamatkan.
Hands down. It’s over.
Tangan ke bawah. Ini sudah berakhir.


This is the end of everything.
Ini adalah akhir dari segalanya.
And sure as hell i’m taking you with it.
Dan yakinlah, aku akan membawamu bersamaku.
I rather die with blood on my hands,
Aku lebih baik mati dengan darah di tanganku,
if my conscious is clean and my heart’s been beating pure.
jika nuraniku bersih dan hatiku berdetak murni.


For what is living if you’ve already dead?
Karena apa gunanya hidup jika kau sudah mati?


She’s on fire but her embers burn her bridges.
Dia terbakar tapi bara apinya menghanguskan jembatannya.
And she knows that she can’t walk on water.
Dan dia tahu dia tidak bisa berjalan di atas air.
Yet she tries.
Namun dia mencoba.
For what is worse than to ask your friends for help.
Karena apa yang lebih buruk daripada meminta bantuan temanmu.
And so she sinks to the bottom of the sea.
Dan begitulah dia tenggelam ke dasar laut.


We’re swimming and sinking,
Kita berenang dan tenggelam,
We’re running and falling,
Kita berlari dan jatuh,
We’re breathing, not living,
Kita bernapas, bukan hidup,
We’re crashing down!
Kita hancur!


We hold the answers in our hearts
Kita menyimpan jawaban di hati kita
as we been singing times before.
seperti yang telah kita nyanyikan berkali-kali sebelumnya.
We spend every breath to stand our ground
Kita habiskan setiap napas untuk mempertahankan pendirian kita
but what’s the point when we’re sinking?
tapi apa gunanya ketika kita tenggelam?

Makna Lagu

Lagu “An Era Of Treachery” dari Adept adalah seruan yang intens dan agresif terhadap keputusasaan, isolasi, dan pengkhianatan terhadap diri sendiri maupun orang lain. Tema utamanya berkisar pada pergulatan melawan keinginan untuk menyerah (menjadi ‘fucking quitter’) dan pentingnya mencari dukungan saat menghadapi kesulitan.

Lirik dimulai dengan tantangan langsung kepada pendengar yang tampak menyerah pada hidup: “How dare you stare at the ground when you don’t even know which direction to go?” Ini menyoroti kritik terhadap sikap pasif dan kecemasan yang melumpuhkan.

Bagian penting dari lagu ini adalah kontradiksi antara kebersamaan dan isolasi: “We’re in this together. You’re in this alone.” Ini menyiratkan bahwa meskipun masalah pribadi seringkali harus dihadapi sendiri, ada kebutuhan mendasar untuk terhubung dengan orang lain, dan bahwa kebanggaan bisa menjadi penghalang terbesar untuk mendapatkan bantuan.

Narasi tentang ‘dia’ (She’s on fire but her embers burn her bridges) mungkin merujuk pada seseorang yang menghancurkan hubungan atau kesempatan karena kesulitannya sendiri, atau mungkin metafora untuk kehancuran diri. Tindakan tenggelam karena enggan meminta bantuan menekankan tema isolasi yang fatal.

Paruh kedua lagu beralih ke nada konfrontatif, menantang ‘pengkhianat’ dan menyatakan tekad untuk melawan mereka yang menentang, bahkan sampai mati dengan hati yang bersih. Baris penutup merangkum tema kelelahan eksistensial: “We’re breathing, not living, We’re crashing down!” Lagu ini merupakan perpaduan antara teriakan dukungan yang keras dan pengakuan suram tentang perjuangan abadi untuk menemukan makna dan koneksi dalam menghadapi kesulitan.

Allen Jonathan
Allen Jonathan
Articles: 1027