Lagu ini terdapat dalam album Blood Covenant (2025) milik Adept. Album ini menandai kembalinya Adept dengan materi baru setelah beberapa waktu hiatus atau perubahan formasi. Judul lagu sekaligus judul album mengindikasikan tema sentral mengenai ikatan yang kuat namun menyakitkan—perjanjian darah yang terputus.
Lirik dan Terjemahan
Let it rain
Biarkan hujan turun
Let it pour
Biarkan ia membanjiri
Over us
Atas kami
Let it rain
Biarkan hujan turun
Let it pour
Biarkan ia membanjiri
Over us
Atas kami
Feel alive
Merasa hidup
Let it pour
Biarkan ia membanjiri
Over us
Atas kami
Let it rain
Biarkan hujan turun
Let it pour
Biarkan ia membanjiri
Over us
Atas kami
Feel alive
Merasa hidup
I feel the youth of the world pass me by
Aku merasakan masa muda dunia berlalu dariku
The riptide of life, it cuts like a knife
Arus balik kehidupan, ia memotong seperti pisau
Am I exaggerating when I say this is goodbye?
Apakah aku berlebihan ketika aku mengatakan ini adalah selamat tinggal?
Life is a melody I couldn’t write
Hidup adalah melodi yang tak bisa kutulis
A burning heart for someone else to light
Hati yang membara untuk dinyalakan orang lain
I’m still the kid that forever dreamed on
Aku masih anak kecil yang terus bermimpi
Did I forget where I came from?
Apakah aku lupa dari mana asalku?
This is my breaking point
Ini adalah titik puncaknya
So let it rain
Maka biarkan hujan turun
How can I find the remedy
Bagaimana aku bisa menemukan obatnya
For the curse that dwells inside of me?
Untuk kutukan yang berdiam di dalam diriku?
Am I wasting all my time?
Apakah aku menyia-nyiakan seluruh waktuku?
‘Cause right here and right now
Karena di sini dan saat ini
I still watch you walk away
Aku masih melihatmu pergi
I know there’s something on your mind
Aku tahu ada sesuatu di pikiranmu
It’s in the way that you speak
Ada pada cara bicaramu
I see the look in your eyes
Aku melihat sorot matamu
The very something you’re trying to hide
Sesuatu yang sedang kau coba sembunyikan itu
Don’t you deny
Jangan kau sangkal
I always thought we’d be more than this
Aku selalu berpikir kita akan menjadi lebih dari ini
But we became empty promises
Tapi kita menjadi janji-janji kosong
And there’s no remedy for the curse in me
Dan tidak ada obat untuk kutukan dalam diriku
You say you’re better on your own
Kau bilang kau lebih baik sendiri
Let it pour over us
Biarkan ia membanjiri kami
So I can feel alive
Sehingga aku bisa merasa hidup
Let it pour over us
Biarkan ia membanjiri kami
You can say what you want to say
Kau bisa mengatakan apa pun yang ingin kau katakan
You always leave and I always stay
Kau selalu pergi dan aku selalu tinggal
I never knew love would feel this way
Aku tak pernah tahu cinta akan terasa seperti ini
We made a pact here
Kita membuat perjanjian di sini
Blood covenant
Perjanjian darah
So let it rain
Maka biarkan hujan turun
How can I find the remedy
Bagaimana aku bisa menemukan obatnya
For the curse that dwells inside of me?
Untuk kutukan yang berdiam di dalam diriku?
Am I wasting all my time?
Apakah aku menyia-nyiakan seluruh waktuku?
‘Cause right here and right now
Karena di sini dan saat ini
I still watch you walk away
Aku masih melihatmu pergi
I can feel you disappear slowly underneath my fingertips
Aku bisa merasakanmu menghilang perlahan di bawah ujung jariku
And I know that our distant glow will be no more
Dan aku tahu cahaya jauh kita takkan ada lagi
I can feel you disappear slowly underneath my fingertips
Aku bisa merasakanmu menghilang perlahan di bawah ujung jariku
And I know that our distant glow will be no more
Dan aku tahu cahaya jauh kita takkan ada lagi
So let it rain now
Maka biarkan hujan turun sekarang
Let it pour over us
Biarkan ia membanjiri kami
So I can feel alive
Sehingga aku bisa merasa hidup
Let it pour over us
Biarkan ia membanjiri kami
So let it rain now
Maka biarkan hujan turun sekarang
Let it pour over us
Biarkan ia membanjiri kami
So I can feel alive
Sehingga aku bisa merasa hidup
Let it pour over us
Biarkan ia membanjiri kami
Lagu “Blood Covenant” tampaknya menggambarkan perjuangan batin dan keputusasaan setelah sebuah hubungan penting berakhir. Baris seperti “Life is a melody I couldn’t write” dan “But we became empty promises” menunjukkan penyesalan atas janji-janji yang tak terpenuhi dan rasa terasing dari jalannya hidup sendiri. ‘Kutukan yang berdiam di dalam diriku’ bisa diinterpretasikan sebagai trauma emosional atau ketidakmampuan untuk melanjutkan hidup yang ditinggalkan. Permintaan agar hujan turun dan membanjiri (‘Let it rain, Let it pour over us’) adalah seruan untuk pemurnian atau mungkin kepasrahan total terhadap emosi yang meluap, sebuah upaya terakhir untuk ‘merasa hidup’ di tengah kehancuran emosional.








