Informasi Lagu
Lagu ini merupakan bagian dari album terbaru Adept, “Blood Covenant”, yang dirilis pada tahun 2025. Meskipun Adept dikenal dengan musik metalcore mereka yang emosional dan intens, lagu ini secara khusus menyoroti sisi filosofis dari diskografi mereka dengan lirik yang lebih introspektif mengenai konsep waktu.
- Artis: Adept
- Judul Lagu: Time Is A Destroyer
- Album: Blood Covenant
- Tahun Rilis Album: 2025
- Genre: Metalcore
Lirik dan Terjemahan
Waktu tak berhenti untuk siapa pun, pejamkan matamu
Seperti lilin tertiup angin, ia berkelip
Hidup seolah tak mampu menahan ujian waktu
Seperti lilin tertiup angin, ia berkelip
It’s like a fistful of sand when your time is running out
Ini seperti segenggam pasir ketika waktumu hampir habis
Ini seperti pasang surut samudra yang terus menguras pikiranmu
Ini seperti segenggam pasir ketika waktumu hampir habis
Ini seperti pasang surut samudra yang terus menguras pikiranmu
Time stands still for no man, close your eyes
Waktu tak berhenti untuk siapa pun, pejamkan matamu
Seperti lilin tertiup angin, ia berkelip
Hidup seolah tak mampu menahan ujian waktu
Seperti lilin tertiup angin, ia berkelip
And the hardest part of life is that time is a destroyer
Dan bagian tersulit dalam hidup adalah waktu adalah penghancur
Makna Lagu
Lagu “Time Is A Destroyer” dari Adept secara mendalam membahas tema universal tentang berlalunya waktu dan sifatnya yang tak terhindarkan sebagai kekuatan penghancur. Liriknya menggunakan metafora yang kuat untuk menyampaikan perasaan urgensi dan keputusasaan dalam menghadapi waktu yang terus berjalan maju tanpa henti.
Pengulangan frasa “Time stands still for no man” (Waktu tak berhenti untuk siapa pun) menekankan ketidakmampuan manusia untuk mengendalikan atau menghentikan waktu. Metafora lilin yang berkelip (“Like a candle in the wind it flickers”) melambangkan kerapuhan dan kefanaan hidup; betapapun kuatnya seseorang, hidup bisa padam dengan cepat dan tak terduga.
Bagian tentang “fistful of sand” (segenggam pasir) dan “ocean tide” (pasang surut samudra) menyiratkan bahwa ketika waktu menipis, usaha untuk menahannya sia-sia, dan pikiran mudah terkikis oleh aliran waktu yang tak terkendali. Puncak dari lagu ini adalah kesadaran pahit bahwa inti dari perjuangan eksistensial adalah pengakuan bahwa waktu pada dasarnya adalah ‘penghancur’ (destroyer) segala sesuatu yang ada, termasuk harapan dan kenangan.








