Informasi Lagu
- Artis: Adolescents
- Lagu: Room 223
- Album: Cropduster
- Tahun Rilis: 2018
- Genre: Punk Rock / Hardcore Punk
- Trivia: Meskipun Adolescents adalah band punk rock legendaris dari era ’80-an, album Cropduster yang memuat lagu ini dirilis pada tahun 2018, yang merupakan rilis pasca-kematian vokalis asli mereka, Tony Montana. Lagu-lagu di album ini mempertahankan kritik sosial yang tajam khas Adolescents, seringkali berfokus pada isu-isu kontemporer seperti kekerasan senjata.
Lirik dan Terjemahan
Pelajaran tata krama hari ini di
Walt Whitman High
Datang ke sekolah terkunci dan siap
Di Altar Senjata, bersaksilah
Junior di tribun M-16 Manis
(Ruang 223)
Terlambat, tidak bisa ragu
Kau tahu maksudku
(Ruang 223)
Dixon bersenjata lengkap dengan rompi anti peluru
(Ruang 223)
Tanpa ragu, tarik pinnya
Istirahatkan Hak Anda untuk Membunuh
Ingin aksi yang mudah?
Pendidikan umum tidak gratis
Anak-anak berjuang untuk hak
Untuk mati dalam demokrasi Amerika
Junior di tribun M-16 Manis
(Ruang 223)
Terlambat, tidak bisa ragu
Kau tahu maksudku
(Ruang 223)
Dixon bersenjata lengkap dengan rompi anti peluru
(Ruang 223)
Tanpa ragu, tarik pinnya
Istirahatkan Hak Anda untuk Membunuh
Bocah lain bermata lebar dari Babel
Ingin mencapai skor maksimum
Sembilan belas dan terus bertambah
Naik level, lalu menembak lagi
Gelisah dan tanyakan pada dirimu sendiri
Inikah artinya menjadi bebas?
Ingin aksi yang mudah?
Pendidikan umum tidak gratis
Anak-anak berjuang untuk hak
Untuk mati dalam demokrasi Amerika
Makna Lagu
Lagu “Room 223” adalah kritik sosial yang keras dan tanpa kompromi dari Adolescents mengenai masalah kekerasan senjata di sekolah Amerika, khususnya merujuk pada penembakan massal di sekolah. Judul lagu ini sendiri merujuk pada lokasi kejadian tragis tersebut, yaitu ruang kelas.
Liriknya dibuka dengan ironi sinis mengenai pelajaran tata krama yang kontras dengan kenyataan brutal yang dihadapi siswa: datang ke sekolah dengan “locked and loaded” (siap dengan senjata) dan bersaksi di “Altar of the Gun” (Altar Senjata).
- “Junior in the grandstand Sweet M-16 (Room 223)”: Menggambarkan siswa sekolah menengah (Junior) yang membawa senjata serbu (M-16) di lingkungan sekolah (Ruang 223), menyiratkan bahwa budaya senjata telah merasuk ke dalam sistem pendidikan.
- “Dixon armed to teeth in a bullet-proof vest (Room 223)”: Merujuk pada tokoh yang mungkin adalah pelaku penembakan, yang dipersenjatai sepenuhnya dan siap beraksi.
- “Want easy action? Public education isn’t free / Kids fight for the right / To die in American democracy”: Ini adalah inti kecaman lagu. Penulis lirik menyindir bahwa kemudahan untuk mendapatkan senjata (aksi mudah) dibayar mahal oleh biaya pendidikan publik yang justru menempatkan siswa pada risiko kematian di bawah payung demokrasi Amerika. Hak untuk hidup dikalahkan oleh hak untuk memiliki dan menggunakan senjata.
- “Another wide eyed boy from Babylon / Wants to top the maximum score / Nineteen and counting / Levels up, then shoots some more”: Mengacu pada stereotip penembak sekolah yang mencari pengakuan atau ingin mencapai “skor” tertinggi (jumlah korban), seolah-olah kekerasan ini adalah permainan video yang harus dimenangkan.
Secara keseluruhan, lagu ini adalah teriakan kemarahan terhadap normalisasi kekerasan bersenjata di institusi pendidikan Amerika, mempertanyakan klaim kebebasan di negara yang memprioritaskan hak senjata di atas keselamatan anak-anaknya.







