Informasi Lagu “Last Child”
- Artis: Aerosmith
- Album: Rocks
- Dirilis: 1976
- Penulis Lagu: Steven Victor Tallarico (Steven Tyler), Brad E Whitford
- Trivia: Lagu ini ditampilkan secara menonjol dalam film Goonies (1985). Meskipun dirilis sebagai single kedua dari album ‘Rocks’, lagu ini sebenarnya ditulis oleh gitaris Brad Whitford, yang vokal utamanya di lagu ini, menjadikannya salah satu dari sedikit lagu Aerosmith yang menampilkan vokal utama dari anggota selain Steven Tyler. Lagu ini juga menampilkan solo gitar yang cukup ikonik dari Whitford.
Lirik dan Terjemahan (dengan Kord Gitar)
I’m dreaming tonight, I’m living back home
Aku bermimpi malam ini, aku tinggal kembali di rumah
Right
Benar
Yeah, yeah
Yeah, yeah
Take me back to a south Tallahassee
Bawalah aku kembali ke Tallahassee bagian selatan
Down ‘cross the bridge to my sweet sassafrassy
Menyeberangi jembatan ke sassafras manisku
Can’t stand up on my feet in the city
Tidak bisa berdiri di kakiku di kota
Got to get back to the real nitty-gritty
Harus kembali ke inti permasalahannya yang sebenarnya
Yes, sir, no, sir
Ya, Tuan, tidak, Tuan
Don’t come close to my
Jangan mendekati milikku
Home sweet home
Rumahku rumahku sayang
Can’t catch no dose
Tidak bisa menangkap dosis pun
Of my hot tail poontang sweetheart
Dari kekasihku yang seksi dan menggoda
Sweathog ready to make a silk purse
Sweathog siap membuat dompet sutra
From a J. Paul Getty and his ear
Dari seorang J. Paul Getty dan telinganya
With her face in her beer
Dengan wajahnya di dalam birnya
Home sweet home
Rumahku rumahku sayang
Get out in the field
Pergi ke ladang
Put the mule in the stable
Masukkan keledai ke kandang
Ma, she’s a-cooking
Ibu, dia sedang memasak
Put the eats on the table
Letakkan makanan di atas meja
Hate’s in the city
Kebencian ada di kota
And my love’s in the meadow
Dan cintaku ada di padang rumput
Hands on the plow
Tangan di bajak
And my feets in the ghetto
Dan kakiku di ghetto
Stand up, sit down
Berdiri, duduk
Don’t do nothing
Jangan melakukan apa-apa
It ain’t no good when bossman’s
Tidak ada gunanya ketika bos besar
Stuffing it down their throats
Memaksakannya masuk ke tenggorokan mereka
For paper notes
Demi catatan kertas (uang)
And their babies cry
Dan bayi mereka menangis
While cities lie at their feet
Sementara kota-kota tergeletak di kaki mereka
When you’re rocking the street
Ketika kamu mengguncang jalanan
Home sweet home
Rumahku rumahku sayang
Mama, take me home sweet home
Mama, bawalah aku pulang ke rumahku sayang
I was the last child
Aku adalah anak terakhir
I’m just a punk in the street
Aku hanyalah seorang punk di jalanan
I was the last child
Aku adalah anak terakhir
I’m just a punk in the street
Aku hanyalah seorang punk di jalanan
Kord Gitar yang Direkomendasikan (Untuk Versi Album Rocks)
I’m dreaming tonight, I’m living back home
Aku bermimpi malam ini, aku tinggal kembali di rumah
Right
Benar
Yeah, yeah
Yeah, yeah
Take me back to a south Tallahassee
Bawalah aku kembali ke Tallahassee bagian selatan
Down ‘cross the bridge to my sweet sassafrassy
Menyeberangi jembatan ke sassafras manisku
Can’t stand up on my feet in the city
Tidak bisa berdiri di kakiku di kota
Got to get back to the real nitty-gritty
Harus kembali ke inti permasalahannya yang sebenarnya
Yes, sir, no, sir
Ya, Tuan, tidak, Tuan
Don’t come close to my
Jangan mendekati milikku
Home sweet home
Rumahku rumahku sayang
Can’t catch no dose
Tidak bisa menangkap dosis pun
Of my hot tail poontang sweetheart
Dari kekasihku yang seksi dan menggoda
Sweathog ready to make a silk purse
Sweathog siap membuat dompet sutra
From a J. Paul Getty and his ear
Dari seorang J. Paul Getty dan telinganya
With her face in her beer
Dengan wajahnya di dalam birnya
Home sweet home
Rumahku rumahku sayang
Get out in the field
Pergi ke ladang
Put the mule in the stable
Masukkan keledai ke kandang
Ma, she’s a-cooking
Ibu, dia sedang memasak
Put the eats on the table
Letakkan makanan di atas meja
Hate’s in the city
Kebencian ada di kota
And my love’s in the meadow
Dan cintaku ada di padang rumput
Hands on the plow
Tangan di bajak
And my feets in the ghetto
Dan kakiku di ghetto
Stand up, sit down
Berdiri, duduk
Don’t do nothing
Jangan melakukan apa-apa
It ain’t no good when bossman’s
Tidak ada gunanya ketika bos besar
Stuffing it down their throats
Memaksakannya masuk ke tenggorokan mereka
For paper notes
Demi catatan kertas (uang)
And their babies cry
Dan bayi mereka menangis
While cities lie at their feet
Sementara kota-kota tergeletak di kaki mereka
When you’re rocking the street
Ketika kamu mengguncang jalanan
Home sweet home
Rumahku rumahku sayang
Mama, take me home sweet home
Mama, bawalah aku pulang ke rumahku sayang
I was the last child
Aku adalah anak terakhir
I’m just a punk in the street
Aku hanyalah seorang punk di jalanan
I was the last child
Aku adalah anak terakhir
I’m just a punk in the street
Aku hanyalah seorang punk di jalanan
Makna Lagu “Last Child”
Lagu “Last Child” dari Aerosmith adalah sebuah refleksi yang kontras antara kehidupan kota yang keras dan kerinduan mendalam akan kesederhanaan dan akar di rumah. Liriknya menggambarkan rasa terasing dan lelah terhadap hiruk pikuk serta tekanan kehidupan perkotaan (“Can’t stand up on my feet in the city”).
Bagian awal lagu mengungkapkan nostalgia yang kuat untuk kembali ke tempat yang lebih akrab dan otentik di selatan (“Take me back to a south Tallahassee”). Ini adalah pelarian dari realitas kota yang dianggap palsu atau menindas.
Bagian kedua lagu ini menampilkan gambaran masyarakat yang bekerja keras di lingkungan pedesaan atau pinggiran (“Hands on the plow / And my feets in the ghetto”), yang kontras dengan ketidakadilan sosial yang digambarkan (“Stuffing it down their throats / For paper notes”). Baris-baris ini menyentuh tema kelas sosial dan eksploitasi, di mana orang biasa (mungkin mewakili mereka yang berada di “ghetto”) menderita sementara “bossman” (kapitalis/orang kaya) meraih keuntungan.
Frasa “I was the last child / I’m just a punk in the street” menunjukkan perasaan menjadi orang luar atau memberontak, seseorang yang mungkin terpinggirkan atau tidak sesuai dengan norma sosial yang mapan, dan hanya memiliki rumah sebagai tempat perlindungan sejati. Secara keseluruhan, lagu ini adalah seruan untuk kembali ke tempat yang lebih nyata dan jujur, jauh dari kepalsuan kehidupan modern.








