Kategori
Bisnis PELUANG USAHA

Bisnis Sablon DTG Tanpa Market yang Jelas, No Way!

Bener men, salah satu petikan lagu dari Four Twnty, “keluarlah dari… zona nyaman” cukup berpengaruh banyak bagi para pemuda-pemudi Indonesia. Dimana mereka merasa terkekang saat bekerja ikut perusahaan, dan ingin rasanya terbebas dari belenggu. Berbondong-bondong orang resign, dan ingin mandiri. Salah satu usaha yang kelihatannya “gue banget”, yakni sablon kaos dtg sangat diminati. Apakah profitable?

Sablon Kaos

Usaha ini sudah ada sejak jaman dulu. Sangat terbatas untuk mencari bahan baku, alat, dan sdm yang mumpuni. Namun sekarang, salah satu pendukung adalah kemajuan teknologi, dimana alat “home office” bisa menjadi “business”.

Printer DTG. Untuk mendapatkan mesin printer dtg yang mumpuni, paling tidak EPSON F2000, sesuai untuk kebutuhan bisnis. Namun, opsi dengan budget yang lebih terjangkau dengan fungsi yang dibilang sama, lahirlah DTG rakitan.

Expert DTG

Yuk langsung kalkulasi bisnis sablon kaos digital dengan printer dtg rakitan.

Modal

  • printer unit + tinta: 20 juta
  • kaos polos stok 3 bulan, 900pcs 27 juta

Total 47 juta, itu yang sudah punya laptop sendiri, kalau belum yang tinggal tambahin 5 juta aja. Jadi 52 juta.

Pengen balik modal berapa bulan? apa? 3 bulan? oke…

Dihitung, modal satu kaos cotton combed (katanya combed 100%) harga 30rb. Biaya sablon: 20 ribu. Listrik air telepon, napas, 10 ribu. HPP=60ribu.

Mau dijual berapa? 100 ribu per-kaos. Gurih nyooyyy

Dalam sehari, minimal jual 15 pcs.

Maka, harga jual – hpp = 15 X 100.000 = 1.500.000

Sehari untung bersih 1.500.000 – (40.000X15)= 900.000. Maka dalam satu bulan, 900.000 x 30 = 27.000.000, otomatis 3 bulan, 3 X 27.000.000 = 81.000.000, wow, dapat untung gede. nilainya 81jt-52jt=bersih 29juta dalam 3 bulan.

Tapi geng, itu tadi hanya hitungan NGAAAAAWWWUUURRRRR sekali. Tapi juga bukan berarti hal tersebut mustahil. Ada juga yang bisa bahkan lebih dari itu. Namun dengan catatan, dia adalah: Pemain lama.

DTG hanya akan digunakan untuk konsumen yang order dalam jumlah kecil, dibawah 24 pcs. Pemain lama seperti ini hampir sudah banyak makan garam di dunia sablon. Sudah melakukan banyak riset, trial error, dan mengerti betul tinta seperti apa dan bahan kaos apa saja yang akan digunakan. Dan tentunya yang paling penting adalah, sudah punya pasar / langganan.

Bagaimana dengan pemain baru? jangan berharap terlalu besar.

Sudah tidak bisa lagi dihitung dengan jari korban dtg bergelimpangan. Dari 10 orang yang nyoba, hanya 2 yang profit, sisanya boncos.

Cerita sedikit:

Weerrr, admin lewat sebuah toko yang nggak jauh dari tempat saya tinggal. Baru dipasang plang, bertuliskan cetak kaos suka-suka. Ngasih harga 75rb bisa satuan. Mantabbb.

Maklum, namanya juga toko baru, hanya segelintir yang masuk.

Satu bulan kemudian, tidak ada perkembangan spesifik.

Dua bulan kemudian, melakukan promosi, banting harga! tertulis di depan toko, cetak kaos kustom mulai 50.000.

Whaattt????

Dari situ, saya sudah feeling. Ini berbahaya buat kesehatan toko tersebut.

Why?

Gini guys, jasa cetak kaos sablon, apalagi yang full color dengan mesin printer dtg itu gampang tapi susah, susah tapi gampang.

Gampang kalau dari customernya ngasih file gambar yang bagus, misal kaos buat gathering jumlahnya lumayan lah, 12 lebih.

Ada kasus dimana konsumen yang tidak mengerti bagaimana dunia percetakan itu bekerja. Contohnya adalah, dia mau cetak kaos mickey mouse.

Pelanggan tersebut mengambil foto lewat hpnya dari jam dinding yang ada di dalam rumahnya.

“Bang, ini gambar miki mos-nya, saya mau sablon banyak lho, dapat diskon kan? yang bagus yaa…. selesainya kapan, ini mau dipakai hari minggu buat kite-kite piknik ke Lebanon!” kata konsumen kepada penjual “oh ya, yang bagian bawah ditulis Happy Family 2020, bagian belakangnya kasih logo kecil aja bang, bisa kan? ga nambah harga lagi kan, lha gue mau cetak banyak lo bang, 20pcs!”

“Iya bisa!” dengan semangat si penjual melayani.

“Owh iya bang, lupa, ukurannya yang XXXL 5, XXL 10, XL 2, L 1, M 1, S1” kata pembeli “bulan ini lagi banyak kondangan bareng teman-teman Ibu-ibu PKK, jadi agak ndut dikit deh, hehe”

“Totalnya jadi 60rb X 20 = 1,2 jt” kata penjual

“Gak bisa dilempengin aja tuh jadi 1jt?” tawar si pembeli.

“Ya udah deh, tengah-tengahnya aja ya, 1,1 juta” jawab si penjual

“Ok deh bang” confirmed si pembeli “bang, dapat bonus nggak?”

“Owwwwwwwwwaassssyyyuuuuuu” bicara dalam hati si penjual. “bonus tempeleng mau?” tambah dalam hati yang paling dalam.

Sudah deal. Saatnya bekerja, cari desain miki mos di gugel. Dari jam 9 pagi sampai mau jam makan siang belum nemu juga yang sama persis. Mau nangis tapi udah gede, akhirnya tracing sedapatnya.

Giliran sudah jadi, ibu-ibu tadi gagal berangkan piknik, karena lagi ada baku tembak di Suriah hari Sabtu dan dijadwalkan selesai pada hari Senin waktu setempat. Ga ada kabar, kaos nggak diambil, padahal baru bayar DP 50%. Amsyoongg.

Pahit sekali.

Tapi kalau lagi hoki, ketemu orang affluent, simple.

“bang, gue mau cetak kaos nih buat pesta 50pcs” kata horang kaya. Desainnya sudah ada, tinggal cetak aja, hi-res”

“Asssyiiapp” kata penjual. “satu bajunya kena @75.000”

“Jangan bang, terlalu murah, gue kasih @100rb, tapi besuk jadi yaa”

“Anjaaayyy” senangnya di luar dugaan si penjual.

——– cerita dialog hanya fiktif belaka ——-

Balik lagi ke toko tadi.

Gara-gara terlanjur kasih harga murah, gagal angkat harga lagi. Apalagi sudah punya mindset mau ngelawan harga di marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, ataupun Lazada yang terdapat harga kaos custom 40rb-an. Makin boncossss.

Bener, ga sampai 6 bulan, akhirnya toko gulung tikar, ruko di-over kontrak.

Bangkai mesin DTG dibawa pulang taruh di ruang tamu. Kaos diobral. Ngeness borrr…

Saya nggak tahu kelanjutan nasib si penjual. Mudah-mudahan sehat wal afiat dan menemukan bisnis yang lebih menguntungkan.

Bisnis kaos dengan Printer DTG tidak mudah

Kalau printer DTG nya lancar jaya, normal dan gak ada kendala, profit terlihat di depan mata. Gimana kalau tiba-tiba di cetakan yang ke-4 head mampet di tengah jalan. REJECT! minus…

Guys, bermain DTG rakitan sangatlah beresiko. Kalau mau maen harga murah, not recommended pakai printer DTG.

Harga jual kaos sablon DTG harus tinggi, dengan pertimbangan:

  1. Biaya maintenance, kalau mau irit, harus jadi teknisi printer dadakan, bolak-balik lihat tutorial youtube, tapi ga selengkap yang Anda bayangkan.
  2. Support tinta dan treatment yang tidak murah, dan butuh kehati-hatian.
  3. Tidak secepat vendor DTG mencetak gambar di kaos. Kadang miring, ga presisi, betul-betul jeli. Satu kaos bisa makan waktu 1jam lebih, mulai dari desain, nozzle check, cleaning, pre-treatment, basic, print, after-treatment-press-finishing.
  4. Harga jual printer DTG seken terjun bebas, kemarin ada yang nawarin cuma 6 juta, belum laku juga kayaknya.

Bagaimana kalau sudah ngotot pengen nyobain DTG?

Ga ada salahnya mencoba. Namun jangan terlalu berharap bisa kaya mendadak. Balik modal aja sudah prestasi luar biasa jika tergolong pemula.

Tips:

  • Marketing. Inti dari usaha adalah penjualan. Sebagus apapun produk, se hi-tech apapun mesin, tapi tanpa penawaran yang bagus, non sense.
  • Nyari pasar yang banyak
  • Nyari pasar sebanyak-banyaknya.
  • Nyari pasar sebanyak-banyaknya-sampe membludak
  • Jika mau promo, tulis juga masa berlakunya promo.
  • Sebelum beli mesin, cek juga after-salesnya. Apakah si vendor bersedia membantu jika terjadi masalah? kebanyakan sih enggak! logisnya, vendor lebih fokus menjual produknya lebih banyak lagi ketimbang ngurusin yang sudah ga spending money lagi. Kecuali, bilang “Pak, mesinnya bagus, saya mau beli 5 unit lagi” pasti cepat di respon.
  • Ikuti forum, silaturahmi ke sesama pemain clothing. Bisnis model ini sebenarnya kurang bagus jika beranggapan dalam “persaingan”, tapi lebih bagus ke “positioning”.
  • DTG rakitan, pada dasarnya Epson L1800, 1390 dll, adalah printer buat kertas dengan tinta kekentalan yang lebih encer daripada tinta dtg. Kurang maksimal untuk ke bahan garmen. Jelas beda head Epson F2000 dengan head epson L1800. Sekali mampet, buntu, berkerak, dan tidak bisa dicleaning lagi, maka siapkan budget 3juta untuk mengganti printhead yang baru.
  • Namanya juga DTG rakitan, software ngeri-ngeri sedap, Untuk itu, perlu ketelitian lebih.
  • Lakukan diferensiasi produk. Misalnya, membuat 5 brand berbeda. Tiap brand memiliki ciri khas tersendiri. Mana yang paling profitable, itu bisa dikembangkan.
  • Berdoa.

Kesimpulan bisnis dengan printer dtg untuk pemula

Pemain pro saja banyak yang kepleset setelah mencoba terjun dengan mesin DTG. Terlebih pemula. Bukan nakutin, tapi ini sesuai data di lapangan. Banyak pemula yang akhirnya menjual lagi printer DTGnya. Atau printer DTG tersebut dipakai sekali dua kali sehari, lebih banyak menggunakan transfer paper, polyflex, dan sablon manual.

DTG hanyalah salah satu cara untuk cetak kaos. Beberapa tahun terakhir banyak yang memasang spanduk depan toko, “Sablon Bisa Satuan Dengan Mesin DTG” namun sepertinya, pengguna DTG rakitan akan mulai berangsur hilang. Yang bertahan hanyalah pemodal besar dengan mesin DTG asli.

Untuk bisa bertahan, market pastinya besar. Jika masih susah nyari customer base, maka perlu diferensiasi produk.

FYI:

  • Sekarang mulai muncul inovasi baru, yakni mesin otomatis sablon manual. Mungkin ini bisa jadi opsi selain DTG rakitan.
  • Profit dari salah satu vendor besar, dengan modal lebih dari 1 miliar, hanya profit 30 jt. Not easy boy.
Kategori
Bisnis

Jualan di Shopee vs Tokopedia

Mana yang lebih menguntungkan? apakah jualan produk kita di Shopee atau Tokopedia?

Dua-duanya menguntungkan, jika memang kamu sedang beruntung. Skill mumpuni, dan kesabaran ekstra. Namun kalau lagi ga hoki, grusah-grusuh, pengennya instant, ya sudahlah, lupakan.

Secara spesifik, produk seperti apakah yang kamu jual? dan mana yang cocok antara Shopee dan Tokopedia?

Admin Mediamuda.com punya kesempatan nobar (nongkrong bareng) sama orang dalam Shopee. Walaupun sekarang ia sudah tak lagi di Shopee. Iya, betul sekarang dia orang luar, tapi masih di dalam negeri. Orang luar tapi di dalam… Opo to iki? mbuh…

Jadi gini, yang pertama adalah soal segmentasi pasar. Ini kuncinya.

Shopee itu, lebih ke masyarakat awam.

Sedangkan Tokopedia, lebih ke konsumen affluent.

Tapi bukan berarti customer shopee orang ndeso semua ya… dan juga customer tokopedia juga bukan kaum borjuis semua juga. Cuman yaa, lebih condong terbagi pasarnya seperti itu.

Simple aja sih, kita lihat saat payment. Di Shopee, ada kata-kata “Dicek Otomatis” sedangkan Tokopedia “Virtual Account”

Kelihatan kan, jadi memang si orange ini lebih menggunakan kata-kata sederhana untuk konsumennya. Sedangkan si ijo, dia mungkin merasa konsumennya sudah teredukasi sejak dini.

Sebelum saya ngobrol jauh sama mantan, maksudnya si mbak mantan pegawai Shopee, saya sudah mencoba bandingkan Tokopedia dan Shopee.

Admin juga mencoba survei kecil-kecilan. Jualan produk yang sama tokopedia dan di shopee. Barang yang dijual semacam souvenir custom.

Transaksi

  • Tokopedia: Dari 10 transaksi berhasil, 5 buyer hanya tanya ready atau tidak sama sekali langsung checkout. 3 orang tanya banyak dan minta customize baru chekout. 2 orang terakhir nunggu beberapa hari, mungkin nunggu kupon baru checkout. 10 transaksi itu didapat dari 50-100 product vievers.
  • Shopee: Dari 10 transaksi berhasil, 2 buyer hanya tanya ready atau tidak sama sekali langsung checkout. 3 orang tanya banyak dan minta customize baru checkout. 5 orang terahir nunggu beberapa hari, sama halnya dengan marketplace lainnya yang terdapat segudang kupon ongkir gratis maupun cashback shoppe pay. Beberapa dari 10 tersebut ada yang langsung lunas di hari itu juga setelah pemesanan dibuat, ada juga yang lunas besok dan lusanya (konfirmasi pembayaran kelihatan di shopee). 10 transaksi berhasil tersebut didapat dari 100-200 product viewers. Di shopee lebih banyak php (pemesanan dibuat tapi ga jadi bayar) dan sekedar hit and run.

Nama-nama Buyer

  • Tokopedia: Nama-nama pembeli terlihat nama western > lokal: Agelica, Bernard, Cecilia, Donny, Endang, Fresya, Gunawan, Henrick, Ira, Johny, Kevin, Leo, Mark, Noel Garragher.
  • Shopee: Nama-nama pembeli didominasi nama lokal > western: Abeng, Beni, Cintia, Dobleh, Erik, Fanto, Gendis, Heru, Inayah, Joko, Kosim, Lia, Michael, Nia Ramadhani.

Kelabilan

  • Tokopedia: pernah mengirim barang pecah belah padahal sudah dipacking aman, akhirnya pecah. Buyer chat ke seller, dan seller menjelaskan, “sudah tertulis di note toko: pengiriman diluar tanggung jawab kami.” cari solusi terbaik, masalah clear.
  • Shopee: pernah mengirim barang pecah belah padahal sudah dipacking aman, akhirnya pecah. Buyer langsung kasih review 5, karena senang banget barangnya datang tanpa harus mengeluarkan biaya ongkir JNT (promo gratis ongkir). Taaaaapi, tiba tiba berubah pikiran langsung kasih bintang 3, masih mending gak bintang 1. Hal ini karena baru sadar barangnya yang ada 4 pecah 1. Minta ganti, dikirim lagi, bintang sudah tak bisa dirubah lagi.

Kecepatan

  • Tokopedia: tenggat waktu konfirmasi, proses dan pengiriman sangat singkat. Maka cukup ngap-ngapan juga kalau stok tipis. Pasarnya toped sangat respek sekali dengan seller yang cepat dan barang bagus. Atau cepat, barang biasa, tapi murah.
  • Shopee: tenggat waktu cukup lebar. Apalagi pakai gratis ongkir. Seminggu aja gapapa.
  • Compare: Akan lebih leluasa untuk bermain di shopee jika stok ga begitu banyak, atau bagi yang suka main banting harga – buyer prefer barang bagus, tapi murah, lama konsekuensinya. Ingat guys, dalam segi tiga penawaran:
Hanya ada 2 pilihan terutama dalam bisnis produk+jasa:
bagus+cepat=mahal,
murah+bagus=lama,
cepat+murah=jangan ngarep bagus.
Kecuali yang jualan SUPERMAN!

Top Seller & Seller Center

  • Tokopedia: terpisah antara akun pembeli dan akun penjual (top seller). Ini memungkinkan secara instant mengatur toko, walaupun ga full, mudah diolah dan user friendly.
  • Shopee: hanya ada aplikasi untuk akun pembeli, bisa sih seller, tapi hanya mengatur dikit, selebihnya mantau. Mau ga mau harus ke versi desktop.
  • Compare: Toped lebih terorganisir. Shopee masih acak adul. Namun untuk detail barang lebih lengkap shopee, bahkan bisa mengupload 20 foto dalam 1 produk. Toped hanya 5 foto.

Iklan

  • Tokopedia: Iklan tergolong mahal… cpc (cost per click) sekitar Rp 300 tanpa keywork, sedangkan dengan keyword, antara 400-1500 (tergantung kompetitor bidding)
  • Shopee: Iklan cukup terjangkau… cpc sekitar Rp 150 tanpa keyword, sedangkan dengan keyword bebas mau pasang berapa aja (bid tinggi lebih berpotensi tayang)
  • Compare: Biaya iklan, shopee lebih murah. Dengan budget yang sama, kemungkinan akan lebih banyak dikunjungi calon pembeli. Tapi konversi pembelian, toped vs shopee 50%-50%. Disini seller harus lebih telaten melayani sekaligus mengedukasi calon pelanggan lebih intensif.

Nah, itu hanya sekelumit pengalaman admin saja berjualan di kedua marketplace. Ini bukan berarti 100% akurat ya, orang saya aja masih pemain baru kelas receh disitu. Tanya noh sama yang udah diamond atau yang jualannya sudah lebih dari 1 juta produk terjual.

So, bagaimana untuk mengembangkan toko online shop kita di marketplace?

Kata mbak mantan “researcher” di Shopee, ada kiat-kiat untuk menarik konsumen. Khusus shopee.

  1. Pakai foto yang terang. Kalau bisa belakang putih. Foto real pict atau tidak nggak begitu pengaruh. Soalnya kalau di Shopee pembeli percaya aja, bukan soal produk akan seperti apa diterimanya nanti, tapi soal duit mereka aman dan barang itu akan datang dengan pasti. Sesimple itu.
  2. Tawarkan harga yang paling murah. Memang, praktek banting harga sudah melekat di dunia persilatan marketplace, terutama shopee. Sudah gila memang. Bahkan beberapa moment tertentu, sebuah toko disuruh jual murah produknya, nanti ditombokin pihak shopee gitu.
  3. Gunakan judul yang sesingkat mungkin, tapi keyword tertarget. Semakin panjang tulisan judul, semakin lemah kekuatan kata kuncinya. Paling tidak ada 5 kata untuk judul, sedangkan untuk diskripsinya dibanyakin, buat sedetail mungkin.
  4. Gunakan promosi iklan berbayar. Kalau ini di semua marketplace menyarankan untuk menggunakan promote ads, dijamin akan terlihat lebih banyak calon konsumen. Tapi pastikan juga, produknya jangan sampai produk yang melempem.
  5. Balas chat sesegera mungkin untuk performa toko. Begitu juga untuk proses dan pengiriman usahakan lebih cepat dari batas akhir.
  6. Gunakan kata kunci kepleset juga. Perlu juga bikin tulisan baik di judul maupun di deskripsi. Misal, deker futsal, dekker futsal, decker futsal, decker footsal, dll untuk menjari para typo-ers.
  7. Jadi star seller shopee. Lebih berpeluang terjual lebih banyak. Karena ini adalah salah satu syarat kupon digunakan untuk potongan harga/cashback/freeongkir.
  8. Hidupkan semua kurir / expedisi, konsumen akan memilih yang sesuai, bahkan nemun kurir/expedisi gurih-gurih nyoi.

Untuk tokopedia saya belum menemukan narasumber yang mau berbagi.

Kategori
Bisnis KEUANGAN PELUANG USAHA

Pinjaman Online Ga Semua Sadis

Kalau bisa sih, jangan pinjam. Beli kebutuhan pakai duit yang ada aja dulu. Apalagi mau terlihat kece tapi maksain pakai duit pinjaman online. Kan ngeri, ntar masuknya golongan BPJS alias Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita,

cicilan bank
Gambar hanya illustrasi – ig – mikir cicilan

Wadawww.

Tapi, ada kalanya, kita berada di situasi seperti di tengah hutan. Kala mencari mangsa untuk dimakan, tak nampak rusa satu pun. Hanya terlihat babi saja.

Jika kita tak makan, mati.

Tapi kalau makan babi, haram!

Dilematis

What’s next?

Riba

Riba, itu jelas haram.

Tapi kalau minjam duit di bank / pinjaman online? i don’t know… apakah termasuk riba atau bukan.

Analoginya gini, jangan anggap benar atau salah yaa… saya masih manusia bodoh soal agama.

Sama halnya kita beli bakso, apakah bakso itu menggunakan daging tikus? babi? boraks? dsb. Jika iya, maka bakso itu nggak baik, haram! Begitu juga dengan bank, mereka berdiri untuk urusan bisnis.

Bisnis perbankan berjalan dengan uang, maka gimana caranya mereka mendapatkan uang, dengan uang sebagai komoditinya. Maka tiap uang yang keluar masuk, ada nilai uangnya juga. Seperti itu kasarnya.

Jika yang kamu pahami itu adalah praktek riba, jangan masuk.

Tapi jika kamu berpikir secara bisnis, itu semacam konsekuensi.

Saya nggak pernah menganjurkan orang untuk masuk ruang lingkup di bank, ntah itu sebagai nasabah, kredit, pegawai, atau penyalur. Karena saya bukan dari pihak bank, saya orang awam.

Mungkin postingan ini bisa jadi cercaan orang yang baru hijrah. Ampun bos… jangan hakimi saya.

Saya sudah berpikir keras gimana caranya usaha saya nggak tersentuh bank, tapi tetap saja, keadaan yang memaksa.

Mungkin seperti makan babi tadi, kalau nggak melakukannya habislah sudah.

Saya pribadi merasakan seperti itu.

Jadi soal riba, sekali lagi itu memang haram. Tapi kalau ruang lingkup perbankan, koperasi simpan pinjam, pegadaian, dll, apakah semua itu mengandung riba di dalamnya?

Bukan kapasitas saya. No answer. Tanya pada diri Anda sendiri, atau tanya pada ustadz.

Perkembangan Usaha

Media ini, mediamuda.com saya bangun sudah sangat lama, dan sebagian postingan hilang karena server error. Karena jujur, sebagai founder, saya manusia biasa, bukan superman. Ada kalanya kehabisan duit. Yup, masalah klasik.

Saya menjalankan bisnis, beberapa usaha saya merugi. Terpaksa tutup, namun saya nggak menyerah, usaha lagi dan mulai berkembang.

Kadang kalau kurang modal, saya minjam ke saudara, tapi super-ego saya berbisik “jangan jadi benalu, mereka juga butuh”

Lagi dan lagi, saya mencoba usaha dengan modal seadanya. Namun keadaan semakin tak mendukung.

Beberapa karyawan sudah saya pecat, dengan alasan efisiensi.

Namun, kadang saya nggak tega lihatnya.

Dari situlah gimana caranya saya punya modal besar, agar fixed cost terpenuhi. Saya ga dapat untung dulu gapapa deh, yang penting kebutuhan karyawan saya yang masih bekerja dengan saya tercukupi.

Dari situlah saya mencari pinjaman.

Kredit Usaha Rakyat

Sebenarnya saya pengen banget ngajuin ini. Tapi gara-gara birokrasi bangsat! saya jadi males ngajuinnya.

Bukan salah pihak bank atau pihak pemerintahan, tapi mungkin dari diri saya aja yang males berurusan sama pemerintah.

Saya harus punya dokumen pendukung untuk mengajukan kredit usaha rakyat.

Gue anak metal, ga suka lihat pakaian dinas dengan segala prosedurnya dengan seabrek formulir yang harus diceklist dan tulis berulang serta kertas carbon copy dibawahnya. Duduk, diam, dan menunggu lama. Apalagi liat para pns bergibah saat jam kerja. Suer… males banget.

  • Perlu NPWP
  • KTP
  • KK
  • SIUP
  • Keterangan usaha RT setempat
  • Usaha berjalan minimal 6 bulan
  • Survey lokasi usaha
  • Jaminan BPKB

FYI:

KTP saya nembak 250rb – kalau lewat prosedur katanya gratis, tapi ribet (2012), sim juga nembak 550rb sejam jadi titip polisi yang mau disogok, kalau nggak nembak, butuh waktu lama, dan waktu saya lebih berharga.

KK juga ikut orang di rantau, diurusin sodara

NPWP – masih daftar online, kelanjutan ga tahu…

SIUP – masih nyari orang yang mau ngurusin

Keterangan usaha RT – pak rt sini lagi sibuk mandiin burung

Usaha berjalan – 2 tahun, masih UKM (usaha kecil miskin)

Jaminan BPKB – mobil saya nggak punya, motor buntut – BPKB juga ilang dibawa tukang rongsok mungkin.

so, KUR, nevermind

Ovo Paylater

Dari semua pinjaman, ini adalah andalan saya saat kepepet beli bahan baku untuk jualan.

Mungkin Ovo sedang praktek “bakar duit”, jadi segala kemudahan diberikan kepada customer.

Contoh, saya belanja bahan baku via Tokopedia. Pernah di kantong dan atm sama sekali ga ada duit, sisa 50rb doang buat beli udud.

Saat itu ada pesanan lumayan urgent, saya sudah sanggupi, tapi cek gudang ternyata stok kosong, edaaannn.

Cek limit paylater masih 7,5 juta, saya pakai semua. Alhamdulillah, akhirnya saya bisa dapatkan bahan baku pakai Ovo Paylater.

Sistemnya gini:

Pembelian barang, tidak ada bunga alias 0%. Hanya saja biaya layanan yang nominalnya anggap saja kita nraktir teman ngopi yang sudah berjasa sama kita. Gitu aja.

Sementara kalau kita mau nyicil, maka akan dikenakan biaya tambahan (bunga) tiap bulannya, seperti bank pada umumnya. Nilai bunganya tidak mencekik seperti rentenir.

Pernah juga telat bayar, karena lagi-lagi duit saya habis. Mungkin karena kebodohan saya kurang pandai mengatur management, adanya kebutuhan mendadak, dan ditipu pembeli kamperet yang order tapi nggak mau bayar. Kata senior saya, gapapa, itu sudah hal yang lumrah jika masuk dunia entrepreneur. OK!

Apakah kejadian seram terjadi ketika telat bayar?

Tiba-tiba ada telepon masuk dengan nomor yang ga saya kenal. Saya udah feeling, ini tagihan.

Benar saja, pihak ovo paylater menelepon saya.

Sudah siap diancam, diomelin, apa aja deh, karena saya sadar, saya salah karena telat bayar dan siap untuk didenda.

Tapi… ternyata orangnya selowwww.

Mbak yang nelepon, masih dengan tempo ala lagu Raisa, “mau dikata…. kan apa lagi…” masih merdu gaess.

Lantas dia menanyakan “Pak, kenapa kok belum bayar?”

“Masih ketahan di online shop duit saya Bu.” jawab saya “kalau dari data penjualan saya sih, masih ada 3 hari lagi”

“Owh begitu ya Pak? ya sudah gapapa. Tapi kami beri waktu ya sampai 4 hari untuk pembayarannya” info dari pihak Ovo dengan kalemnya.

“Aassyyyiiiaaap” jawab saya dengan bahagia.

Malamnya, belum sampai 4 hari, ternyata ada rezeki datang tak diduga. Saya dapat orderan cash full payment di depan. Ya sudah malam itu saya bayar juga.

Padahal sudah telat 2 hari, tapi tidak ada bunga/denda, masih ditoleransi. Walaupun bahagia, tapi saya tetap punya rasa malu dalam. Seharusnya saya bayar tepat waktu, tapi kahanan kiye rada marai mumeti nyong.

So, ovo paylater menurut saya sangat membantu saya dalam usaha.

Kredivo

Kalau Kredivo ini bisa buat gantinya kartu kredit. Buat belanja ok, pinajaman tunai juga bisa.

Untuk pembelanjaan mirip dengan ovo paylater.

Sementara jika pinjaman tunai, agak galak.

Untuk pengajuan cukup mudah, modal ktp, dan data-data pendukung lainnya. Pinjaman mulai 500rb 30 hari – sampai 12,5jt tempo 12 bulan.

Misal minjem 1 juta, maka yang cair cuman 940rb, karena akan dipotong 6% di awal sebagai biaya administrasi.

Bunga dikenakan 2,95%, jadi dalam waktu 3 bulan, maka harus dibayar 356.790 tiap bulannya.

356.790×3= 1.070.370

Saya sudah coba, 2 kali. Pernah sekali telat bayar

Jam 8, jam 10, jam 13, jam 4 baru saya angkat, karena nomor telepon asing dan ada red-sign (hp saya otomatis mendeteksi telepon spam)

Ya sudah saya angkat dah, benar saja. Suara emak-emak galak, persis suara rentenir yang ada di FTV.

“Pokoknya kami nggak mau tahu, malam ini harus bayar” kata pihak kredivo setelah sehari saya telat bayar.

Saya nggak pernah ngelawan yang seperti ini, karena sadar, ini konsekuensi orang yang sudah pinjam gak tepat waktu balikinnya, waduh aib saya kebongkar dah…

ah… bodoh amat, yang penting gue sharing apa adanya.

lanjut…

“bener bu, denda aja deh gagapa, saya bener-bener habis duit” jawab saya setelah beberapa hari kemarin saya kena tipu, tapi ga infokan ke dia, percuma saja, nanti malah dibilangnya alasan doang.

“ya udah saya kasih tenggat waktu sampe besuk, gimana caranya harus bayar, cari talangan, minjem sodara kek, atau pinjaman lain” seru dia.

“whattttt!!!!” kuping saya panas “iya sekarang saya lunasin”

30 menit setelah telepon diakhiri… Jebretttt – Transaksi berhasil, lunas!

Ya… kebetulan saya dapat duit dari pelanggan yang belum melunasi pembelian di toko saya. Mak cessss…. lega tenan atiku.

Jujur, saya nggak biasa dimarahi, orang tua saya aja nggak pernah bicara ngotot seperti itu ke saya kalau saya salah. Paling cuma digebuki.

Mudah-mudahan besok lagi saya jadi orang yang nggak kepepet lagi supaya tidak tersentuh pinjaman online model begini.

Akulaku

Men… cukup sudah, saya ga pernah main ini.

Bukan karena sadisnya, tapi memang saya nggak mau terlibat banyak dengan pinjaman online. Cukup paylater dan kredivo aja.

Disisi lain, sebenernya justru saya kasihan sama aplikasi akulaku ini, entah sampai kapan startup ini akan bertahan.

Aplikasi ini banyak dimanfaatkan orang-orang yang nggak bertanggung jawab. Akulaku padahal sudah kasih penawaran bagus. Dan tetalu mudah untuk approved.

Jadinya ga sedikit orang yang mau minjam atau belanja handphone, ga jauh dari lingkungan saya, begitu mereka dapatkan hp tersebut, langsung menghilang tanpa jejak. Hpnya dijual, dapet deh duit. Hmmm…

“debt collector ga bakalan nyamperin bro kalau pinjeman dibawah 3 juta,” kata macil (mafia kecil) “masa sih mereka ribet bayarin dc buat dateng ke tempat kite kalau yang ditagih duit kecil, nombok mereka, tuh bocah-bocah gang belakang juga gitu, aman-aman aja bro… anjayyyy”

Pegadaian

Pernah sekali, gara-gara kehabisan ongkos, punya kamera dslr nikon d3200.

Saya coba, ga bisa, harus mirrorless minimal. Ya udah, saya pindah ke Pegadaian yang di kota, eh bisa.

Teller nya bilang, “mau digadai berapa?”

“satu juga aja” jawab saya.

Cash – done.

Dikasih waktu sampai 2 minggu.

1 minggu saya balik dan ambil barang, menunjukkan ktp.

1 jt + 30rb-an (saya lupa jumlah pasnya)

BNI

Dulu pernah saya kerja di pabrik. Ada tawaran dari koperasi perusahaan yang bekerjasama dengan BNI. Banyak yang makai untuk beli rumah, mobil seken, atau keperluan lainnya.

Bungannya nggilani, saya nggak mau, toh juga saya cuman karyawan kontrak 3 tahun.

Dipabrik saya kerja buat ngumpulin modal usaha, bukan buat hidup terlihat mentereng. Jadi no comment untuk yang satu ini.

Kredit BCA

Ini nih, ngotot banget… supaya saya menggunakan kartu kredit bca.

Hampir 10 x ditelepon, suapaya diaktifkan, tapi ga saya aktifkan juga.

Saya bilang hilang ga ketemu. Eh dianya kirim lagi.

Ya sudah saya simpen aja.

Eh tahu-tahunya, ada telepon masuk, pak kami aktifkan dari sini, tidak perlu membayar iuran untuk satu tahun pertama.

Yo wes karepmu.

Belum pernah saya pakai.

GADAI CEPAT

Ada kan di pinggir jalan sering lihat pusat Gadai? beda dengan pegadaian. Kalau disini, kamera saya ditaksir 1,5 juta. Administrasi awal 40rb, balikinnya 10%, jadi rela berkorban 190rb.

Kesimpulan

Pinjaman online / offline seperti pisau bermata dua, jika kita bisa memange-nya dengan baik, maka akan mendukung kegiatan usaha kita. Sebaliknya, bisa menjadi jeratan awal mula penderitaan yang tiada habisnya. Bahkan sampai kasus mabar (mati-bareng) sekeluarga karena terlilit utang dengan bunga yang nggak masuk akal.

Jadi selektif juga memilih jasa pinjaman, apakah sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)? apakah saat meminjam, kedepan mampu membayarnya? pikir ulang lagi sebelum approved!

Kehadiran platform pijaman, baik perbankan atau pinjaman online (pinjol) sebenarnya ada karena ada demand-nya juga. Saat ini telah banyak pinjaman online dimana dengan mudahnya pengajuan. Namun perlu kita pahami etikad pinjam meminjam. Berani pinjam, maka harus berani balikin juga. Tanggung jawab bos…

Dan satu lagi soal riba, bukan kapasitas saya untuk posting itu. Banyak orang yang lebih ahli dan lebih memiliki ilmu pengetahuan lebih dari saya, namun sekiranya, please respect my post, karena ngga semua orang mau berbagi apalagi mau menulis tanpa bayaran seperti ini.

Have a nice weekend!

Regards,

Mediamuda.com

Founder

Kategori
GAYA HIDUP Humor

Sandang Papan Pangan dan Charger

Seiring berkembangnya zaman, ada perubahan perilaku manusia.

Diketahui bahwa ada 3 kebutuhan primer menurut Wikipedia, diantaranya:

1. Sandang

2. Pangan

3. Papan

Ketiga hal itu merupakan sesuatu yang harus dipenuhi.

Namun sepertinya, saat ini ada satu lagi kebutuhan pokok para milenial, yaitu

4. charger atau cas-casan.

Jika keempat elemen tadi tidak terpenuhi, manusia akan mati…

Sandang

Sandang dari kata bahasa Jawa sandangan atau pakaian. Menjadi kebutuhan pokok nomor 1 karena manusia pada dasarnya harus sopan. Menutup aurat bagi yang muslim. Bukan manusia jika tidak punya malu, ya kan? Karena manusia bukan 🐒 Si monyet yang bisa hidup tanpa pakaian. Jika sandang tidak terpenuhi maka manusia akan mati kedinginan atau mati akal sehatnya setelah dilempari 🍌 pisang goreng oleh orang lain.

Pangan

Fix, mati kelaparan jika tidak terpenuhi. Berlaku untuk seluruh mahluk hidup yang ada di bumi.

Papan

Terserah mau papan kayu Jati Belanda, Mahoni, Pinus, Sengon atau Triplek, yang penting bisa buat tempat tinggal. Eh, maksud papan disini adalah tempat tinggal. Entah rumah milik sendiri atau milik mertua ataupun ⛺ tenda saat camping. Tanpa papan, manusia akan mati kedinginan.

Charger

Iya tahu, tanpa charger, smartphone masih bisa ditolong power bank, tapi kalau udah habis power bank nya? Harus nge-charge kan?

Buat mereka yang aktif di sosmed atau ketagihan mobile legends, tanpa ini bisa mati gaya.

Kategori
GAME Uncategorized

Free Fire: Game Alternatif PUBG Spek Ringan

PUBG saat ini menjadi game laga yang paling populer di dunia. Namun di Indonesia, jumlah penggunanya lebih banyak Free Fire. Lantas Free Fire vs PUBG bagus mana?

Jawaban dari pertanyaan tadi subjektif, tergantung selera gamers. Alasan kenapa di Indonesia lebih banyak FF daripada PUBG cenderung karena butuh smartphone dengan spesifikasi yang lebih ringan.

Cukup dengan processor 1Ghz dan ram 2GB, pengguna bisa merasakan game FF, sedangkan untuk PUBG butuh spek yang lebih tinggi lagi.

Seperti apa permainan ini? Yuk simak streamer gaming: Haikal OK

Tentang Free Fire

Free Fire adalah permainan survival shooter terbaik yang tersedia di ponsel. Permainan berdurasi 10 menit ini akan menempatkan kamu di pulau terpencil dimana kamu bertarung melawan 49 pemain lainnya, dengan tujuan untuk bertahan hidup. Player bebas memilih posisi untuk memulai pemainan menggunakan parasut, dan tujuan semua ini untuk bertahan dalam zona aman selama mungkin. Menyetir kendaraan untuk menjelajahi map yang besar, bersembunyi dalam parit, atau menjadi tidak terlihat dengan tiarap di padang rumput. Menyerang, menembak, bertahan hidup, hanya satu tujuan: untuk bertahan hidup dan menjawab panggilan tugas.

Kategori
Sepakbola

Kaos NEVER GIVE UP Cara Mo Salah Mendukung Pemain Liverpool

Drama terjadi di Anfield ketika The Reds Liverpool menjamu tamu Barcelona di ajang Liga Champions leg kedua. Banyak media memberitakan bahwa Barcelona memiliki peluang sangat besar untuk melaju ke final, sedangkan Liverpool terbilang sangat kecil untuk lolos karena harus menang minimal 4-0 di Anfield, karena Barcelona unggul 3-0 di Nou Camp. Terlebih striker andalan Liverpool Mo Salah dan Firmino tidak dapat bermain karena cedera.

Optimistis, walaupun tidak bisa bermain, setidaknya ia mendukung rekan setimnya dengan cara yang elegan. Tahu dia akan menjadi sorotan, ia memakai kaos dengan tulisan NEVER GIVE UP – BLACKB yang artinya “tidak akan pernah menyerah”. Yup, selain pemain dan pelatih yang hebat, Liverpool selalu didukung penuh fans yang tak henti-hentinya menyanyikan lagu You’ll Never Walk Alone yang artinya “kamu tidak akan pernah berjalan sendiri”.

Liverpool memiliki daya juang tinggi, sangat sulit untuk membalikkan 3-0 melawan barca, namun yang terjadi sungguh fantastis. Liverpool akhirnya melaju ke Final setelah berhasil mengalahkan Messi cs dengan skor 4-0.

Kaos Never Give Up yang dipakai Mo Salah sebagai bentuk dukungan untuk menyemangati Liverpool

Apa yang dilakukan pemain asal Mesir ini mendapatkan banyak apresiasi dari fans di berbagai belahan dunia. Bahkan akun twitter resmi Liverpool FC memberikan apresiasi kepada Mo Salah

Bagaimana, tertarik untuk memiliki kaos seperti ini? kamu juga bisa beli kaos Never Give Up di https://tokopedia.link/FdE8gB7vvW