Kategori
Blog

Pengesahan Jadi Alasan STNK Telat Kena Tilang

Kaget? Nggak. Saya nggak kaget ketika melihat “tiba-tiba” ada polisi melakukan razia di Kabupaten Temanggung yang nggak kelihatan dari jauh. Pasang wajah santai, karena saya merasa tidak ada pelanggaran. Dengan pede-nya saya menunjukkan SIM dan STNK. Namun kali ini saya kena tilang gara-gara STNK telat 2 bulan!

Baru kali ini saya alami telat pajak STNK kena tilang, beberapa kali saya lolos. Nggak tahu ini razia biasa atau operasi zebra. Sebelumnya saat saya di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Jogja saya mengendarai BMW alias Bebek Merah Warnanya yang udah telat 2 tahun nggak papa, polisi nggak ada yang nilang (2011-2016).

Ketika polisi memeriksa surat-surat, ia menyuruh saya untuk minggir ke perkebunan dimana mobil polisi diparkirkan. Disitu, didepan mobil saya diberitahu kalau pajak telat walaupun kaleng belum mati, tetap saja kena tilang.

pajak telat tilang stnk operasi zebra
Ilustrasi – gambar hanya pemanis

Awalnya saya ngeyel kepada pak polisi, “memangnya saya melanggar pasal berapa pak?”

Mereka tidak menjawab, namun mereka menunjukkan sebuah catatan. Dan dengan alasan STNK harus ada pengesahan, maka saya ditilang. Berapa uang yang harus saya bayar?

Seratus ribu.

Saya menolak, karena nggak bawa uang banyak. Lha piye, rezeki lagi seret, pajek wae durung tak bayar. BH alias Bebek Hitam yang saya bawa ini biasanya nggak pernah telat bayar pajak, sekali telat kena tilang.

Ya sudah, akhirnya saya minta sidang saja. Surat merah. Kena berapa?

Empat puluh ribu.

Saya bayar di kantor kejaksaan Temanggung, antri cuma 5 menit.

Selesai.

Pesan moral: YUK BAYAR PAJAK.

Kategori
Blog Spirit

Beda Persepsi: Hidup Cuma Sekali

Hampir segala hal memiliki sudut pandang yang berbeda dilihat dari individu masing-masing. Dalam bahasa inggris You Only Life Once (YOLO), artinya Anda hidup cuma sekali. Hal ini sering memiliki penafsiran yang berbeda. Lantas apa yang akan Anda lakukan di dunia ini?

Nah, yang akan saya bahas adalah beberapa tipe orang yang berbeda mengartikan hidup hanya satu kali.

Religius: “Kita hidup di dunia ini hanya sementara, maka beribadahlah selama kesempatan ini masih ada.”

Penjahat: “Tobatnya nanti aja kalau udah tua”

Tak bermoral: “Mumpung kita masih hidup, bodoh amat dengan omongan orang, yang penting kita ajojing sampe pagi”

Pekerja: “Selama masih kuat, kerja terus biar dapur tetap mengepul”

Petualang: “Diluar sana masih banyak hal yang belum kita lihat, kenapa kita hanya diam saja dirumah”

Melankolis: “Sepanjang hidupku hanya ingin bersamamu…”

Madesu: “Kenapa masa depanku suram gini ya…”

Pengusaha: “Ada peluang, hajar!”

Seniman: “Uang bukanlah segalanya, yang lebih penting adalah berkarya sebelum mati”

 

 

Kategori
Blog Humor

Penemuan ikan berkepala lele

admin lagi bingung, tiba-tiba menemukan berita penemuan ikan berkepala lele oleh pak Somad, ini dia gan fotonya

ikan berkepala lele hahaha

Kategori
Blog

Jika Memahami 4 Tipikal Manusia, Anda Tidak Mudah Marah

Empat tipikal manusia: Melankolis, Plegmatis, Sanguinis, dan Koleris.

Dari sudut pandang emosi,

Melankolis tergolong orang yang perfeksionis, sensitif, idealis, namun sulit bersosialisasi.

Plegmatis adalah orang yang cinta damai, bijaksana, namun kurang antusias.

Saguinis termasuk orang yang popular, antusias, namun banyak tingkah.

Koleris memiliki karakter kuat sebagai pemimpin, suka tantangan, namun tidak peka terhadap sosial.

Dari keempat sifat manusia tadi, Anda bisa mengira bahwa Sanguin dan Koleris adalah orang yang sering berkata sembarangan, dan yang berpotensi untuk menyakiti adalah Koleris.

Kenapa?

Coba Anda perhatikan, siapa orang di sekitar Anda yang bertingkah atau mengucapkan kata yang tidak mengenakkan terhadap Anda atau orang lain. Orang tersebut memiliki ciri-ciri seperti ini:

Memiliki sifat dominan dan mengambik keputusan.
Memiliki keinginan keras untuk meraih sesuatu
Termasuk orang yang mandiri
Berani menghadapi masalah.
Tidak sabaran dan cepat marah
Suka merintah orang lain
Tidak suka santai
Kaku
Pekerja keras
Berpikir cepat, kadang tergesa-gesa
Uang adalah kekuatan, tanpa uang seperti kiamat.
Tidak bisa menyaring mana tindakan atau ucapan yang baik dan buruk.
Hal tersulit adalah meminta maaf.

Nah, jika Ada teman Anda yang punya sifat Koleris, Anda tidak perlu tempramen atau dimasukkan ke hati. Karena emang pada dasarnya itu adalah watak dominan yang sulit untuk dikendalikan.

Jadi, orang yang berwatak koleris orangnya jahat?

Tidak selalu, orang koleris hanya kurang peka terhadap orang lain. Dirinya tidak menyadari apakah kata-katanya menyinggung atau tidak.

Sebagai contoh:

Adul (melankolis), Beni (plegmatis), Cecep (sanguin) dan Dedi (koleris), mereka sedang asyik nongkrong di warung.

Cecep: “Woyy… pada diem aja kalian bro… ayo tambah lagi kopiya, sambil kita foto selfie…”
Beni: “Iya Cep, asyik juga nambah kopinya”
Dedi: “Woy Adul, diem aja lu, kagak punya duit lo buat beli kopi doang?”
Cecep: “asal ngomong aja kau Ded, dia abis gajian bro”
Dedi: “asyik neh, btw, lu mampu nggak nraktir kita?”
Adul: “ok, pesan sepuasnya”
Cecep: “Parah lo Ded, asal nyeletuk aja… itu mulut sekolah dimana sih?”
Dedi: “Cep lu mau ditraktir nggak? banyak ngomong lu”
Beni: “wah, Adul emang baik banget”
Adul: “Biasa aja Ben, mari bersulang”

Dari dialog diatas, Dedi terlihat dominan dalam kelompok. Omongannya kasar, buat orang yang sensitif ini akan menimbulkan dendam. Tapi sebetulnya Dedi tidak ada niat sama sekali untuk menyakiti, sekali lagi, itu hanya sifat dasar seorang koleris.

Beda dengan seorang ‘musuh’, tidak harus berwatak Koleris – yang telah merencanakan kata-kata untuk menyinggung.

Untuk menanggapi orang koleris, cukup dengan membesarkan hati kita saja. Dan kita hanya akan berkata dalam hati “oowh… begitu”

Kategori
Blog

Karawaci dan curanmor

Seorang korban perampokan bernama Italia Chandra Kirana Putri (22) yang kehilangan motor beserta nyawanya, dan perampokan yang terjadi di rumah mewah beberapa waktu yang lalu di Karawaci menjadikan pelajaran penting untuk semua penghuni rumah, kontrakan, ataupun kost.

Saya bukannya sok tahu, tapi perampokan bersenjata seperti ini bukan hal yang mengagetkan bagi saya. Karena sebelumnya saya telah beberapa kali menemui kejadian dimana seorang maling / rampok membawa senjata api yang beroperasi di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan kota-kota besar lainnya.

Karawaci, Tangerang, sebuah tempat yang dikenal cukup rawan kejahatan sejak dulu. Baik itu maling, begal dengan senjata tajam, maupun perampok bersenjata api.

Hampir tiap seminggu sekali saya ke Karawaci, entah hanya untuk sekedar main, atau sesekali belanja di Lippo Karawaci (biasanya untuk beli laptop orderan). Jadi artikel ini berdasarkan pengalaman saya setelah hampir 4 tahun mencari nafkah di Kota Tangerang.

Kehilangan motor, adalah kabar yang sudah umum di Kota ini.

Memergoki maling tanpa persiapan, itu akan membahayakan diri sendiri. Awalnya saya berpikir, kenapa seorang penghuni kontrakan diam saja ketika ada maling sedang mencongkel motor milik tetangganya, apakah orang itu cuek-cuek aja atau terkesan ‘bodoh amat’?

Ternyata, setelah saya tanya, ia melihat maling yang tak sendirian. Waktu itu jam 2 malam. Ada komplotan, satu beroperasi ngambil motor, satu mengawasi area, dan satu lagi berada di jalan raya. Dan ketiga-tiganya, bawa pistol. Jika ia mencoba menghentikan maling sendirian, itu sama saja mengancam jiwanya.

Alhamdulillah, saya nggak pernah kehilangan motor. Mungkin malingnya ogah, karena motor saya jelek, oops.

Saat saya ngontrak di Jatake, Jatiwung (15 menit dari Karawaci) beberapa motor ditaruh di lokasi parkir. Nah, ketika orang tidur, ketika jam 2 malem, motor teman saya yang paling keren saat itu bablas… Seorang teman bangun ketika ada suara mencurigakan. Namun ketika ia mencoba keluar, semua pintu ternyata sudah diakalin sama malingnya (engsel untuk gembok ditutup). Good bye… motor ilang, padahal pemilik kost adalah Polisi, nggak ngaruh.

Di minggu yang sama, lokasinya juga berdekatan, kejadian lagi, kali ini si maling nekat sekali mencuri motor milik imam masjid saat subuh.

Siang hari pun bukan berarti aman, sudah tidak terhitung lagi kasus curanmor.

Kota yang disebut ‘sejuta kontrakan’ ini, setiap sudut berpotensi kemalingan. Sebagai contoh yang pernah saya alami adalah ketika tidur siang. Waktu itu pintu tak tertutup rapat, setelah bangung, hp lenyap. Hal seperti itu sangat sering terjadi, juga menimpa teman-teman saya.

Namun nggak sedikit juga maling yang ketangkep. Ini adalah maling-maling yang apes, kadang dipukul keroyok rame-rame sampai polisi datang, kalau nggak ada polisi mati ditempat, kadang dibakar rame-rame. Kalau ketangkep, lihatnya kasian, tapi kalo lolos, sangat meresahkan, menyebalkan.

Ngomoning lagi soal Karawaci, dan Tangerang Kota pada umumnya, sepengetahuan saya tempat ini adalah paling banyak maling yang ‘terorganisir’, masih mending Bekasi yang orang bilang kota ini ‘semrawut’, Jogja, Malang, dan Surabaya (maaf bukannya sok-sokan, semuanya sudah saya jelajahi).

Anda akan mudah mencari onderdil motor bekas di dekat sini. Jika Anda bertanya, darimana pasokan itu datang? Anda bisa menyimpulkan sendiri.

Saya pernah ngobrol sama orang yang lebih tahu. Motor yang dicuri biasanya secara utuh dibawa ke ‘sebrang’ dan dijual murah, sedangkan kalau ada yang order, Anda bisa membeli ‘pretelannya’, entah itu hanya mesin, roda, rangka, dll.

Mungkin Anda akan lupa ketika sedang berada di Supermall Karawaci, namun ketika keluar menuju Perumnas – Jatiuwung, ke arah BSD Serpong, dan ke arah Jl Daan Mogot, pukul 10 malam saja sudah mulai was-was.

Warga asli sana pun berpikir dua kali kalau pengen keluar sendiri pakai motor. Atau para pekerja, misalnya buruh pabrik shift malam, memilih jalan nggak sembarangan. Lebih baik jauh, ramai, daripada jalan dekat tapi sepi.

Masih banyak hal yang tidak detahui secara publik. Namun saya tak berani menuliskan disini. Cukup hanya gambaran diatas saja yang saya tulis untuk pelajaran.

Tips:

  • Gunakan kunci ganda (misalnya gembok di disc brake atau kunci rahasia)
  • Jangan memancing kejahatan dengan menaruh motor sembarangan.
  • Walaupun hidup di kota, jangan ‘hidup masing-masing’. Usahakan saling kenal, saling peduli, dan berbagi nomor telepon jika suatu saat ada kejadian mencurigakan, bisa saling menginformasikan.
  • Selalu berdo’a.
Kategori
Blog

Supaya Tidak Kena Tipu Lewat Telepon

Alhamdulillah, saya nggak pernah namanya kena tipu lewat telepon. Tidak hanya sekali dua kali saya menjadi calon korban oknum yang memanfaatkan jaringan seluler ini. Dan akhirnya, mereka selalu berkata kurang pantas ketika menyadari panggilan mereka sia-sia.

Melihat dari postingan yang saya buat sebelumnya, misalnya Penipuan Oknum Mengaku Polisi Lewat Telepon dan Situs Palsu M-Kios, Jangan Sampai Anda Tertipu, ternyata aktifitas penipuan ini juga bekerja pada target yang mudah tergiur dan gampang panik.

Para penipu pun terus berinovasi dengan berbagai macam modus.

Tips:

Modus dari oknum yang ngaku dari kepolisian

Jangan pernah menyebut nama Anda atau keluarga Anda terlebih dahulu. Karena jika memang benar dari kepolisian, Anda hanya butuh konfirmasi, misalnya : penelepon bilang : “Apakah saya bicara dengan Ibu Ngatiyem”

Modus dari oknum yang ngaku teman

“Hallo, bro…, masih inget nggak suara gue,” jawab aja “Bambang ya? masak gue lupa…”
dan penelepon mengiyakan, trus meminta tolong, entah ban bocor, kehabisan duit dijalan, ketilang polisi, bla.. blaa… blaaa… Nah, disini kesempatan Anda untuk balik mengerjainya.

Apa lagi ya…

Jika Anda memiliki pengalaman, silakan share lewat komentar dibawah.