Kategori
Smartphone

Cara Kerja Fast Charger Cepat Tapi Beresiko Panas

Dengan adanya tuntutan zaman serba instant, dalam teknologi pun – khususnya electronic – ada yang nama nya Fast Charger (pengisian cepat). Sangat membantu kita yang paling ogah nunggu lama. Tapi apakah fast charging dalam pengisian baterai aman?

Bagaimana cara fast charger bekerja? ini adalah beberapa informasi yang mungkin berguna bagi kamu.

Bermula dari kompetisi pasar smartphone

Di pasar smartphone yang semakin kompetitif, orang dengan cermat memeriksa setiap fitur yang ditawarkan smartphone dari ukuran layar hingga kekuatan pemrosesan sebelum memilih smartphone terbaik untuk mereka. Ya, pendatang baru relatif ke jajaran fitur yang dicari adalah pengisian cepat. Marketnya adalah orang yang pengennya mau mengcas hp bentar, lalu dipakai lagi.

Standar pengisian adalah campuran kimia dan fisika yang rumit, dan masing-masing memiliki serangkaian keterbatasan sendiri, kadang disertai masalah ketidakcocokan juga.

Contoh yang paling populer saja, diantaranya Samsung Fast Chargin Adaptif, Pengiriman Daya USB, Qualcomm Quick Charge, OnePlus Warp Charge, dan banyak lagi.

Dasar Proses Fast Charging

Paling mendasar, setiap smartphone memiliki sebuah baterai, dan seteiap baterai mengalirkan arus seperti ini:

Baterai elektrolit, Minus (anoda) mengalirkan arus ke lampu dan diteruskan ke Plus (katoda)

Baterai berisi dua komponen electroda, yakni chatode (positif) dan anode (negatif). Sebuah reaksi electrolyte catalyze mengubah komponen itu menjadi sebuah substansi baru. Atom/ion membawa electron dari electrolyte didorong keluar melalui kutub negatif – mensupply smartphone – dan diputarkan lagi ke kutub positif.

Pada baterai non-rechargeable (tidak bisa dicas), bahan kimia hanya bisa sekali pakai. Tapi dalam baterai rechargeable misalnya Lithium-ion, yang sering kita temukan di smartphone, reaksinya adalah reversible (bolak-balik). Ketika baterai tidak dicas, bahan kimia tersebut memiliki reaksi memproduksi elektrik, dan ketika dicas, element tersebut menyerap power yang masuk (absorb).

Proses tersebut berlaku untuk normal charging dan fast charging. Namun bedanya, seberapa besar produksi volt (V), dikalikan dengan ampere (A) adalah watt (W).

Semakin besar arus ampere dan voltase charger, semakin cepat pengisiannya. Kabar yang bagus jika kamu punya fast charger, tapi bisa jadi kabar buruk jika tidak mengetahui batasannya.

Jenis usb 1.0 adalah model jadul, sudah jarang kita temui. Sedangkan versi 2.0 masih ada, tapi sudah mulai jarang digunakan. Karena hanya bisa mengisi maksimal baterai 5V/0,5A (2,5W)

Misal kamu punya iPhone dengan spesifikasi baterai 5V 1000mAh, mau nge-cas di laptop lama (usb 2.0), ga bakal deh naik baterainya. Soalnya powernya kurang.

iPhone need minimal 5V X 1A= 5W

usb 2.0 punya arus 5V X 0,5A= 2,5W

Jadi, usb hanya membaca data saja ke laptop. Begitu juga usb 3.0, masih ga bisa buat nge-charge. Mungkin kadang terisi juga, dengan posisi smartphone off.

Sedangkan USB 3.1, ada yang bisa ada yang enggak. Lihat tabel dibawah ini:

do you understand? hope you understand!

Nah, Fast Charging berawal dari USB-PD

USB-PD atau USB Power Delivery, dikembangkan oleh USB Implementers Forum (USB-IF), jenis ini bisa mencapai 100W.

Google dan Apple memiliki standar yang berbeda.

Google menerapkan 9V x 2A = 18W

Apple menerapkan 14,5V x 2A = 29W

Hasil test, kecepatan pengisian, iPhone bisa diisi dari 0% ke 50% dalam waktu 30menit. Sedangkan Google Pixel secara cepat dari 0% ke 80% dalam waktu 15 menit, namun angka berikutnya lambat, smartphone bisa dipakai selama 7 jam.

Sementara Qualcomm mengembangkan Quick Charge, 1.0, 2.0, 3.0, dan 4.0+ (USB-PD)

Qualcomm mengklaim bahwa pengisian cepat yang dikembangkannya aman karena memiliki pencegah panas (Built-in safety features prevent overheating) dan pencegah korslet.

Sementara Samsung Adaptive Fast Charging memiliki 5V dan 9V dengan arus 2A, kekuatan 10W-18W.

Jadi, samsung dengan qualcomm ini memang dibilang pasangan cocok, jarang ditemukan kasus hp meledak saat di charge dari kedua vendor tersebut.

Kesimpulan

Teknologi fast charging adalah proses maksa dengan kekuatan yang lebih besar. Dapat menguntungkan jika range tidak terlalu jauh, misal smartphone 10W, ya udah pakai yang 10W-18W saja. Maksimal 2x dari kekuatan baterai. Kalau terlalu tinggi, tentunya ini akan berdampak buruk, seperti panas, dan bisa-bisa meledak. Oh-no.

Rekomendasi: jangan pernah mengisi dengan Fast Charger sampai dengan 100%, batas amannya adalah 80%. Kalau mau charger full, gunakan charger yang ori dari smartphone kamu.

Semoga bermanfaat.

Kategori
Smartphone

Bagaimana Mengatur Android Anda Menjadi Ramah Anak

Saat televisi telah lama dipandang sebagai faktor yang membuat anak-anak meniru tingkah lagu para selebriti, kini sifat interaktif dari smartphone dan tablet juga benar-benar berpengaruh buruk. Akan tetapi, jika kita dapat mengatur ponsel Android dengan tepat, ini dapat membantu anak-anak kita maju saat digunakan dengan cara yang benar.

Hal ini penting untuk benar-benar membuat PC Samsung Galaxy S, Google Pixel, atau perangkat Android Anda yang lain memastikan saat Anda menyerahkan pada anak Anda, mereka seharusnya menggunakan aplikasi yang sesuai dan dibatasi hanya dengan apa yang dapat mereka lakukan dengan ponsel.

Masalah lainnya adalah menghindari tagihan kartu kredit yang tinggi dan tidak disangka karena akses tak terbatas ke toko Google Play, terutama di era digital pembelian dalam aplikasi.

Pasang Kunci pada Smartphone atau Tablet Anda

Langkah pertama untuk membuat perangkat Android Anda ramah anak dengan membuat kunci PIN atau kata kunci di dalamnya untuk memastikan sebelum menggunakannya. Tentunya, kata sandi seharusnya sesuatu yang tidak mudah ditebak oleh anak Anda.

  • Pertama, masuk ke aplikasi Setelan Android.
  • Gulir ke bawah untuk mengetuk Security dan kemudian Screen Lock.
  • Anda memiliki beberapa pilihan untuk mengunci perangkat Anda, namun PIN (yang merupakan passcode 4-digital) dan Password (kata kunci alfanumerik dengan panjang maksimal enam belas karakter) adalah dua pilihan teraman.
  • Anda akan diminta mengetikkan PIN atau kata sandi dua kali untuk menghindari kesalahan ketik.

Setelah Anda menyiapkan ini, Anda akan diminta memasukkan PIN kapan saja Anda mengaktifkan perangkat atau mencoba melakukan perubahan besar seperti mengganti kata sandinya.

Buat Pengguna Baru di Perangkat Anda

Langkah selanjutnya untuk membuat anak Anda menggunakan smartphone atau tablet adalah dengan membuatnya lebih ramah anak. Anda bisa melakukan ini dengan membuat akun pengguna khusus untuk anak-anak Anda. Jika Anda memiliki anak-anak dengan usia varian, Anda bahkan dapat membuat profil khusus untuk masing-masing usia yang sesuai.

  • Buka Pengaturan lagi jika Anda menutup aplikasi.
  • Gulir ke bawah dan sentuh Users.
  • Pilih Add User atau ‘tambahkan pengguna.’
  • Saat jendela dialog muncul, ketuk Profil Terbatas untuk membuat pengguna baru yang membatasi akses ke perangkat.

Ini akan membawa Anda ke layar khusus yang memungkinkan atau (yang lebih penting) melarang akses ke aplikasi tertentu pada perangkat. Secara default, Android akan melarang akses ke hampir semua hal termasuk browser Chrome dan kemampuan untuk menelusuri web melalui aplikasi Google. Anda harus melalui belokan akses ke aplikasi atau permainan apa pun yang Anda inginkan untuk digunakan oleh anak-anak Anda.

Ada beberapa pilihan dengan ikon roda gigi di sebelah kiri tombol on / off. Ini adalah aplikasi yang memungkinkan Anda menyesuaikan konten dengan anak Anda. Hal ini umumnya dilakukan melalui setting berbasis usia.

Di Google Movies dan TV, Anda dapat membatasi akses ke sesuatu yang lebih riskan daripada peringkat standar. Misalnya, Anda dapat membatasi akses hanya ke PG-13 dan TV-13 dan yang lebih rendah. Pastikan untuk memasukkan batasan untuk film dan televisi. Anda juga ingin memastikan opsi “Allow unrated content” tidak dicentang.

Ingat: Anda dapat kembali ke setelan ini kapan saja dengan meluncurkan aplikasi Setelan, masuk ke Pengguna dan mengetuk ikon perkakas di samping profil pengguna baru. Jadi, jika Anda mendownload beberapa aplikasi atau game baru untuk anak Anda, Anda dapat mengizinkannya mengaksesnya.

Menyiapkan Pembatasan di Google Play

Anda juga dapat memilih untuk hanya membatasi unduhan dari Google Play Store. Ini adalah cara yang bagus untuk membuat tablet Android atau smartphone untuk anak yang lebih tua. Pembatasan di toko Google Play meluas ke film, musik, buku, dan juga aplikasi.

  • Pertama, luncurkan aplikasi Google Play.
  • Saat berada di aplikasi, akses menu dengan menggeser jari Anda dari tepi kiri layar ke tengah layar. Ini harus memunculkan menu Google Play.
  • Di menu, pilih Settings (Pengaturan), gulir ke bawah dan sentuh Parental controls.
  • Pertama-tama Anda harus mengaktifkan parental control. Ini akan memerlukan memasukkan kode akses 4 digit. Ini bisa sama dengan PIN untuk membuka kunci perangkat.
  • Setelah parental control dihidupkan, Anda dapat mengunjungi setiap bagian untuk memungkinkan pembatasan. Untuk Buku dan Musik, satu-satunya pilihan adalah membatasi konten khusus dewasa. Aplikasi, Game, Film, dan TV menggunakan batasan usia standar.

Perlu Diketahui: Pembatasan ini hanya berlaku untuk aplikasi yang tersedia di Google Play Store. Jika Anda telah memasang aplikasi pada perangkat, setelan ini tidak akan membatasi akses ke perangkat.

Aplikasi Terbaik Android untuk anak Anda

Menyiapkan pengguna baru adalah cara yang baik untuk membuat perangkat menjadi ramah anak, ada beberapa aplikasi yang juga bisa diakali. Aplikasi ini membantu membatasi aplikasi mana yang sesuai dengan anak Anda, dapat membatasi waktu mereka pada perangkat dan bahkan dapat membatasi situs web.

  • Applock. Yang satu ini memungkinkan Anda mengunci hampir semua hal di ponsel atau tablet Anda, termasuk panggilan telepon. Anda dapat mengunci aplikasi, foto, Google Play, dll.
  • Kids Place Parental Control. Applock sangat bagus jika Anda ingin ramah anak yang lebih tua dari beberapa aplikasi sensitif Anda, namun jika Anda memiliki anak balita, TK atau SD, Kids Place adalah pilihan yang lebih baik. Anda dapat membatasi layar hanya pada aplikasi yang diizinkan untuk membuka atau bahkan menguncinya di aplikasi.
  • Screen Time Parental Control. Jika Anda terutama tertarik untuk membatasi jumlah waktu anak Anda pada perangkat, Screen Time Parental Control adalah aplikasi yang disarankan untuk diunduh.
  • McAfee Safe Family. Adalah pilihan all-in-one yang hebat yang mencakup banyak fitur yang ditemukan di aplikasi lain dan hal-hal hebat seperti membatasi situs web. Ini tidak sebagus Applock atau KidsPlace, tapi jika Anda menginginkan satu aplikasi untuk melakukan semua jenis untuk anak Anda, ini adalah pilihan yang tepat.
Kategori
Smartphone

Sony Xperia L1 untuk budget dibawah 3 juta

Ada lagi ponsel yang terbilang harga terjangkau dari Sony. Dalam ajang MWC 2017, vendor asal Jepang itu meluncurkan berbagai handset baru, termasuk Xperia L1 yang dibanderol dengan harga USD 199 atau sekitar Rp 2,6 Juta.

Dirilis akhir bulan April, Xperia L1 kemungkinan akan hadir dengan label harga yang terjangkau di Indonesia beberapa waktu kedepan. Seperti yang dikatakan oleh pihakk Sony, Xperia L1 mulai dipasarkan di Inggris dan di pasar tertentu di Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin, Asia, Timur Tengah dan Afrika.

Ponsel ini sepertinya merupakan upaya Sony untuk memecahkan pasar mid-range ke bawah, hadir dengan beberapa perangkat keras yang mentereng.

Pertama, ada chipset MediaTek quad-core 1.45GHz, RAM 2GB dan penyimpanan 16GB. Dan ada slot kartu microSD yang berarti Anda dapat memperbesar memori hingga 256GB.

Ada juga dukungan untuk 4G dan NFC, dan L1 akan berjalan di Android 7.0 Nougat terbaru, yang seharusnya memberikan kinerja yang cukup cepat saat digabungkan dengan chip MediaTek.

Dari sisi desain, Xperia L1 tidak jauh berbeda dengan beberapa seri sebelumnya, dimensi bodi 151 x 74 x 8.7mm baik pilihan warna hitam, putih, atau pink.

Di bagian belakang, Anda akan menemukan kamera belakang aperture 13 megapiksel f / 2.2, dengan penawaran wide-angle 5 megapiksel.

Baterai berkapasitas 2.620mAh dengan pengisian daya adaptif Qnovo, yang berarti baterai Anda dapat menghemat yang bisa dipantau kondisi baterai dan menyesuaikan arus yang sesuai setiap kali Anda memasangnya.

Dan berbicara tentang menancapkannya, port USB Type-C adalah tambahan yang bagus yang memberi sentuhan akhir pada sebuah elemen masa depan.

Spesifikasi lengkap via GSMArena:

NETWORK Technology
GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2 (dual-SIM model only)
3G bands HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100 – G3311, G3312
HSDPA 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100 – G3313
4G bands LTE band 1(2100), 2(1900), 3(1800), 5(850), 7(2600), 8(900), 20(800) – G3311, G3312
LTE band 2(1900), 4(1700/2100), 5(850), 7(2600), 12(700), 17(700), 28(700) – G3313
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE Cat4 150/50 Mbps
GPRS Yes
EDGE Yes
LAUNCH Announced 2017, March
Status Coming soon. Exp. release 2017, May
BODY Dimensions 151 x 74 x 8.7 mm (5.94 x 2.91 x 0.34 in)
Weight 180 g (6.35 oz)
SIM Single SIM (Nano-SIM) – G3311, G3313
Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by) – G3312
DISPLAY Type IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 5.5 inches (~74.6% screen-to-body ratio)
Resolution 720 x 1280 pixels (~267 ppi pixel density)
Multitouch Yes, up to 4 fingers
Protection Scratch-resistant glass (> 6H)
PLATFORM OS Android 7.0 (Nougat)
Chipset Mediatek MT6737T
CPU Quad-core 1.45 GHz Cortex-A53
GPU Mali-T720MP2
MEMORY Card slot microSD, up to 256 GB
Internal 16 GB, 2 GB RAM
CAMERA Primary 13 MP, f/2.2, autofocus, LED flash
Features Geo-tagging, touch focus, face detection, HDR
Video 1080p@30fps
Secondary 5 MP, f/2.2, 24 mm, 1080p
SOUND Alert types Vibration; MP3, WAV ringtones
Loudspeaker Yes
3.5mm jack Yes
COMMS WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 4.2, A2DP, LE, aptX
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS
NFC Yes
Radio FM radio
USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector
FEATURES Sensors Accelerometer, proximity, compass
Messaging SMS (threaded view), MMS, Email, IM, Push Email
Browser HTML5
Java No
– DivX/MP4/H.264 player
– MP3/eAAC+/WAV/Flac player
– Document viewer
– Photo/video editor
BATTERY Non-removable Li-Ion 2620 mAh battery
Stand-by Up to 639 h (2G) / Up to 687 h (3G)
Talk time Up to 13 h (2G) / Up to 11 h 30 min (3G)
Music play Up to 63 h
Dual-SIM model
Stand-by Up to 531 h
Talk time Up to 13 h
MISC Colors Black, White, Pink

 

Kategori
Smartphone

Zenfone 3 Max Hadir dengan varian warna baru PINK

Asus perkenalkan produk smartphone Zenfone 3 Max dengan yang hadir dengan varian warna baru yang cocok untuk wanita, pink!

“Hi , Salam dari Asus Smartphone Indonesia, Kita tidak pernah berhenti untuk berinvoasi untuk anda, sekarang Zenfone 3 Max yang #GaAdaMatinya hadir dengan varian warna pink, Visit website official Asus untuk dapatkan info detail tentang Zenfone 3 Max Pink Edition.!” email dari Asus ke Admin.

Asus Zenfone 3 Max pink dibanderol dengan harga Rp 3.099.000 dengan spesifikasi cukup mumpuni.

Spesifikasi lengkap Asus Zenfone C Max ZC553KL

NETWORK Technology

GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100 – Global
HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100 / 800 – Taiwan, Brazil
HSDPA 850 / 900 / 2100 – India
4G bands LTE band 1(2100), 2(1900), 3(1800), 5(850), 7(2600), 8(900), 20(800) – Global
LTE band 1(2100), 2(1900), 3(1800), 5(850), 6(900), 7(2600), 8(900), 18(800), 19(800), 26(850), 28(700), 38(2600), 41(2500) – Taiwan, Brazil
LTE band 1(2100), 3(1800), 5(850), 8(900), 40(2300) – India
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE Cat4 150/50 Mbps
GPRS Yes
EDGE Yes
LAUNCH Announced 2016, November
Status Available. Released 2016, November

BODY

Dimensions 151.4 x 76.2 x 8.3 mm (5.96 x 3.00 x 0.33 in)
Weight 175 g (6.17 oz)
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
DISPLAY Type IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 5.5 inches (~72.3% screen-to-body ratio)
Resolution 1080 x 1920 pixels (~401 ppi pixel density)
Multitouch Yes, up to 10 fingers
Protection Oleophobic coating
– ASUS ZenUI 3.0

PLATFORM

OS Android 6.0.1 (Marshmallow)
Chipset Qualcomm MSM8937 Snapdragon 430
CPU Octa-core 1.4 GHz Cortex-A53
GPU Adreno 505
MEMORY Card slot microSD, up to 256 GB (uses SIM 2 slot)
Internal 32 GB, 2/3/4 GB RAM

CAMERA

Primary 16 MP, f/2.0, phase detection & laser autofocus, dual-LED (dual tone) flash
Features 1/3″ sensor size, geo-tagging, touch focus, face detection, panorama, HDR
Video 1080p@30fps
Secondary 8 MP, f/2.2

SOUND

Alert types Vibration; MP3, WAV ringtones
Loudspeaker Yes
3.5mm jack Yes

COMMS

WLAN Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 4.1, A2DP, LE
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS
Radio FM radio
USB microUSB v2.0, USB On-The-Go

FEATURES

Sensors Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass
Messaging SMS(threaded view), MMS, Email, Push Email, IM
Browser HTML5
Java No
– Fast battery charging
– MP3/WAV/eAAC+ player
– MP4/H.264 player
– Document viewer
– Photo/video editor
– Power Bank function

BATTERY

Non-removable Li-Ion 4100 mAh battery
Stand-by Up to 912 h (3G)
Talk time Up to 17 h (3G)
Music play Up to 72 h
MISC Colors Titanium Gray, Glacier Silver, Rose Pink, Sand Gold

 

Kategori
Mancanegara Smartphone

Mencari Ponsel yang Hilang Diambil Orang

Ketika telepon seorang mahasiswa bernama Anthony van der Meer dicuri, dia segera menyadari betapa banyak informasi pribadi dan data telah langsung diperoleh pencuri. Namun Anthony memutuskan untuk membiarkan telepon itu dicuri.

Hanya saja kali ini telepon yang telah diprogram dengan aplikasi rahasia yang bisa memantau segala sesuatu yang dilakukan dengan itu.

Menurut van der Meer, ada 300 laporan polisi dalam seminggu yang diajukan terkait pencurian smartphone di Belanda.

Selain kehilangan perangkat mahal Anda, orang asing dapat memiliki akses ke semua foto, video, e-mail, pesan dan kontak.

Sejauh mana untuk benar-benar mengatahui seseorang dengan ponsel yang mereka bawa? Seperti apa orang yang mencuri telepon? Dan di mana ponsel dicuri dan berakhir?

Anthony berusaha mencari tahu dan menciptakan film pendek di Find My Phone

Kategori
Internet Smartphone

Penetrasi Internet dan Smartphone di Indonesia

Jumlah pengguna smartphone di Indonesia meningkat pesat seiring dengan pertumbuhan GDP per kapita dan pelebaran penetrasi internet di seluruh Nusantara. Berdasarkan data dari lembaga riset eMarketer – ada 69,4 juta pengguna smartphone di Indonesia pada akhir 2016.

Selain itu, jumlah pengguna smartphone Indonesia diperkirakan akan tumbuh menjadi 103 juta pada 2018, yang akan membuat Indonesia sebagai negara terbesar keempat pasar smartphone di seluruh dunia setelah China, India dan Amerika Serikat.

Saat ini penggunaan smartphone di Indonesia terbilang “produktif”, naiknya penetrasi smartphone dapat meningkatkan perekonomian Indonesia secara keseluruhan, dan secara khusus ekonomi digital bangsa. Industri e-commerce di Indonesia ditargetkan bernilai USD $ 130 miliar pada tahun 2020.

Sementara itu, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, disingkat APJII mengatakan saat ini ada 132.700.000 pengguna internet di Indonesia, yang terdiri dari 63.100.000 (47,6 persen) pengguna smartphone, 67.200.000 (50,7 persen) orang-orang yang menggunakan kedua smartphone atau komputer desktop untuk mengakses Internet, dan 2,2 juta (1,7 persen) desktop komputer pengguna. APJII menambahkan bahwa dari semua pengguna internet di Indonesia, 97,4 persen menunjukkan bahwa mereka menggunakan Internet untuk media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube.

Salah satu alasan mengapa penetrasi smartphone di Indonesia meningkat pesat karena vendor global dan lokal yang menawarkan harga menarik untuk perangkat mereka. Dengan hanya Rp 1 juta, orang sudah bisa membeli smartphone yang dilengkapi dengan teknologi 4G.

Bagi perekonomian, semakin banyaknya smartphone dan naiknya penetrasi Internet merupakan aset penting. Dengan membuatnya mudah bagi orang untuk membeli produk dan layanan online, arus barang (perdagangan) dan jasa dalam negeri tumbuh dan mempercepat.

Oleh karena itu, target pemerintah Indonesia untuk melihat industri e-commerce lokal tumbuh $ 18,5 miliar dari tahun 2015 menjadi USD $ 130 miliar pada tahun 2020. Proyek Palapa Ring oleh pemerintah adalah proyek utama yang akan memberikan kontribusi meningkatnya penetrasi internet. Proyek ini, yang melibatkan serat optik jaringan kabel bawah laut yang membentang di 13.000 kilometer dan jaringan darat hampir 22.000 kilometer, bertujuan untuk memberikan Internet broadband cepat untuk masyarakat Indonesia di daerah perkotaan dan pedesaan di seluruh Nusantara.