Jualan di Shopee vs Tokopedia

Mana yang lebih menguntungkan? apakah jualan produk kita di Shopee atau Tokopedia?

Dua-duanya menguntungkan, jika memang kamu sedang beruntung. Skill mumpuni, dan kesabaran ekstra. Namun kalau lagi ga hoki, grusah-grusuh, pengennya instant, ya sudahlah, lupakan.

Secara spesifik, produk seperti apakah yang kamu jual? dan mana yang cocok antara Shopee dan Tokopedia?

Admin Mediamuda.com punya kesempatan nobar (nongkrong bareng) sama orang dalam Shopee. Walaupun sekarang ia sudah tak lagi di Shopee. Iya, betul sekarang dia orang luar, tapi masih di dalam negeri. Orang luar tapi di dalam… Opo to iki? mbuh…

Jadi gini, yang pertama adalah soal segmentasi pasar. Ini kuncinya.

Shopee itu, lebih ke masyarakat awam.

Sedangkan Tokopedia, lebih ke konsumen affluent.

Tapi bukan berarti customer shopee orang ndeso semua ya… dan juga customer tokopedia juga bukan kaum borjuis semua juga. Cuman yaa, lebih condong terbagi pasarnya seperti itu.

Simple aja sih, kita lihat saat payment. Di Shopee, ada kata-kata “Dicek Otomatis” sedangkan Tokopedia “Virtual Account”

Kelihatan kan, jadi memang si orange ini lebih menggunakan kata-kata sederhana untuk konsumennya. Sedangkan si ijo, dia mungkin merasa konsumennya sudah teredukasi sejak dini.

Sebelum saya ngobrol jauh sama mantan, maksudnya si mbak mantan pegawai Shopee, saya sudah mencoba bandingkan Tokopedia dan Shopee.

Admin juga mencoba survei kecil-kecilan. Jualan produk yang sama tokopedia dan di shopee. Barang yang dijual semacam souvenir custom.

Transaksi

  • Tokopedia: Dari 10 transaksi berhasil, 5 buyer hanya tanya ready atau tidak sama sekali langsung checkout. 3 orang tanya banyak dan minta customize baru chekout. 2 orang terakhir nunggu beberapa hari, mungkin nunggu kupon baru checkout. 10 transaksi itu didapat dari 50-100 product vievers.
  • Shopee: Dari 10 transaksi berhasil, 2 buyer hanya tanya ready atau tidak sama sekali langsung checkout. 3 orang tanya banyak dan minta customize baru checkout. 5 orang terahir nunggu beberapa hari, sama halnya dengan marketplace lainnya yang terdapat segudang kupon ongkir gratis maupun cashback shoppe pay. Beberapa dari 10 tersebut ada yang langsung lunas di hari itu juga setelah pemesanan dibuat, ada juga yang lunas besok dan lusanya (konfirmasi pembayaran kelihatan di shopee). 10 transaksi berhasil tersebut didapat dari 100-200 product viewers. Di shopee lebih banyak php (pemesanan dibuat tapi ga jadi bayar) dan sekedar hit and run.

Nama-nama Buyer

  • Tokopedia: Nama-nama pembeli terlihat nama western > lokal: Agelica, Bernard, Cecilia, Donny, Endang, Fresya, Gunawan, Henrick, Ira, Johny, Kevin, Leo, Mark, Noel Garragher.
  • Shopee: Nama-nama pembeli didominasi nama lokal > western: Abeng, Beni, Cintia, Dobleh, Erik, Fanto, Gendis, Heru, Inayah, Joko, Kosim, Lia, Michael, Nia Ramadhani.

Kelabilan

  • Tokopedia: pernah mengirim barang pecah belah padahal sudah dipacking aman, akhirnya pecah. Buyer chat ke seller, dan seller menjelaskan, “sudah tertulis di note toko: pengiriman diluar tanggung jawab kami.” cari solusi terbaik, masalah clear.
  • Shopee: pernah mengirim barang pecah belah padahal sudah dipacking aman, akhirnya pecah. Buyer langsung kasih review 5, karena senang banget barangnya datang tanpa harus mengeluarkan biaya ongkir JNT (promo gratis ongkir). Taaaaapi, tiba tiba berubah pikiran langsung kasih bintang 3, masih mending gak bintang 1. Hal ini karena baru sadar barangnya yang ada 4 pecah 1. Minta ganti, dikirim lagi, bintang sudah tak bisa dirubah lagi.

Kecepatan

  • Tokopedia: tenggat waktu konfirmasi, proses dan pengiriman sangat singkat. Maka cukup ngap-ngapan juga kalau stok tipis. Pasarnya toped sangat respek sekali dengan seller yang cepat dan barang bagus. Atau cepat, barang biasa, tapi murah.
  • Shopee: tenggat waktu cukup lebar. Apalagi pakai gratis ongkir. Seminggu aja gapapa.
  • Compare: Akan lebih leluasa untuk bermain di shopee jika stok ga begitu banyak, atau bagi yang suka main banting harga – buyer prefer barang bagus, tapi murah, lama konsekuensinya. Ingat guys, dalam segi tiga penawaran:
Hanya ada 2 pilihan terutama dalam bisnis produk+jasa:
bagus+cepat=mahal,
murah+bagus=lama,
cepat+murah=jangan ngarep bagus.
Kecuali yang jualan SUPERMAN!

Top Seller & Seller Center

  • Tokopedia: terpisah antara akun pembeli dan akun penjual (top seller). Ini memungkinkan secara instant mengatur toko, walaupun ga full, mudah diolah dan user friendly.
  • Shopee: hanya ada aplikasi untuk akun pembeli, bisa sih seller, tapi hanya mengatur dikit, selebihnya mantau. Mau ga mau harus ke versi desktop.
  • Compare: Toped lebih terorganisir. Shopee masih acak adul. Namun untuk detail barang lebih lengkap shopee, bahkan bisa mengupload 20 foto dalam 1 produk. Toped hanya 5 foto.

Iklan

  • Tokopedia: Iklan tergolong mahal… cpc (cost per click) sekitar Rp 300 tanpa keywork, sedangkan dengan keyword, antara 400-1500 (tergantung kompetitor bidding)
  • Shopee: Iklan cukup terjangkau… cpc sekitar Rp 150 tanpa keyword, sedangkan dengan keyword bebas mau pasang berapa aja (bid tinggi lebih berpotensi tayang)
  • Compare: Biaya iklan, shopee lebih murah. Dengan budget yang sama, kemungkinan akan lebih banyak dikunjungi calon pembeli. Tapi konversi pembelian, toped vs shopee 50%-50%. Disini seller harus lebih telaten melayani sekaligus mengedukasi calon pelanggan lebih intensif.

Nah, itu hanya sekelumit pengalaman admin saja berjualan di kedua marketplace. Ini bukan berarti 100% akurat ya, orang saya aja masih pemain baru kelas receh disitu. Tanya noh sama yang udah diamond atau yang jualannya sudah lebih dari 1 juta produk terjual.

So, bagaimana untuk mengembangkan toko online shop kita di marketplace?

Kata mbak mantan “researcher” di Shopee, ada kiat-kiat untuk menarik konsumen. Khusus shopee.

  1. Pakai foto yang terang. Kalau bisa belakang putih. Foto real pict atau tidak nggak begitu pengaruh. Soalnya kalau di Shopee pembeli percaya aja, bukan soal produk akan seperti apa diterimanya nanti, tapi soal duit mereka aman dan barang itu akan datang dengan pasti. Sesimple itu.
  2. Tawarkan harga yang paling murah. Memang, praktek banting harga sudah melekat di dunia persilatan marketplace, terutama shopee. Sudah gila memang. Bahkan beberapa moment tertentu, sebuah toko disuruh jual murah produknya, nanti ditombokin pihak shopee gitu.
  3. Gunakan judul yang sesingkat mungkin, tapi keyword tertarget. Semakin panjang tulisan judul, semakin lemah kekuatan kata kuncinya. Paling tidak ada 5 kata untuk judul, sedangkan untuk diskripsinya dibanyakin, buat sedetail mungkin.
  4. Gunakan promosi iklan berbayar. Kalau ini di semua marketplace menyarankan untuk menggunakan promote ads, dijamin akan terlihat lebih banyak calon konsumen. Tapi pastikan juga, produknya jangan sampai produk yang melempem.
  5. Balas chat sesegera mungkin untuk performa toko. Begitu juga untuk proses dan pengiriman usahakan lebih cepat dari batas akhir.
  6. Gunakan kata kunci kepleset juga. Perlu juga bikin tulisan baik di judul maupun di deskripsi. Misal, deker futsal, dekker futsal, decker futsal, decker footsal, dll untuk menjari para typo-ers.
  7. Jadi star seller shopee. Lebih berpeluang terjual lebih banyak. Karena ini adalah salah satu syarat kupon digunakan untuk potongan harga/cashback/freeongkir.
  8. Hidupkan semua kurir / expedisi, konsumen akan memilih yang sesuai, bahkan nemun kurir/expedisi gurih-gurih nyoi.

Untuk tokopedia saya belum menemukan narasumber yang mau berbagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *