Pengertian Hawa Nafsu menurut wikipedia :

Hawa nafsu adalah sebuah perasaan atau kekuatan emosional yang besar dalam diri seorang manusia; berkaitan secara langsung dengan pemikiran atau fantasi seseorang. Hawa nafsu merupakan kekuatan psikologis yang kuat yang menyebabkan suatu hasrat atau keinginan intens terhadap suatu objek atau situasi demi pemenuhan emosi tersebut.

Namun, nafsu di Indonesia berorientasi pada nafsu orang dewasa. Padahal ada banyak sekali nafsu, antara lain nafsu makan, nafsu tidur, dan intinya nafsu dapat berupa hawa nafsu untuk pengetahuan, kekuasaan, dan lainnya; namun, ya itu tadi, pada umumnya dihubungkan dengan hawa nafsu *blaem-blaem.

*edit dikit biar lucu ūüėÄ

Pengajian, biar hati tenang

By FP : Renungan Islam.

Dari sisi agama (Islam), nafsu meliputi ;

Nafsu Amarah

Nafsu manusia yang terendah tingkatannya, dimana orang termasuk di dalam golongan ini adalah orang yang sangat jelek sifat dan wataknya. Ciri-ciri : Gampang tersinggung, Selalu marah-marah, tidak mau kalah, dendam, ringan tangan, nafsu sex yang tidak terkendali, tdk ada rem dalam dirinya (norma / etika). (Qs: Yusuf, 10, ayat: 53)

Nafsu Lawwamah 

Setingkat lebih baik daripada nafsu amarah, namun dia belum stabil betul, karena terkadang dia kembali kepada tingkat nafsu amarah. Ciri-ciri : Tidak stabil, setelah menjadi baik bahkan mengajak orang untuk baik pula, setelah ada ujian / godaan sedikit saja masih kembali ke asal (maksiat)/ tidak sabar. (Qs: Al-Qiyamah,75, ayat: 2)

Nafsu Mulhimah

Telah cukup mengetahui tentang kebenaran (haq) dan Kesalahan (Bathil), namun belum mampu untuk melaksanakannya dengan baik, dikarenakan kelemahannya. Ciri-cirinya : telah mengetahui kebathilan/ kemaksiatan tapi tetap saja melakukannya dengan kesadaran, telah mengetahui kebenaran tapi tidak ada kemauan untuk melaksanakannya. (Qs: Asy-Syam,91, ayat: 8)

Nafsu Muthmainah

Tingkatan ini adalah orang yang telah dijanjikan Allah SWT untuk masuk ke dalam syurga-Nya (Al-Jannah). Ciri-cirinya : Jiwa tenang, kembali kpd Rabbnya dengan hati yang puas, kepribadian yang mantap mengerjakan perintah Allah, meninggalkan larangan, tidak mudah terpengaruh, Istiqamah.(Qs: Al-Fajr,89, Ayat: 27-30)

Nafsu Radhiah

Tingkatan ini berada setingkat diatas nafsu Muthmainah, ditambah dengan rasa ikhlas dan penyerahan total kepada Allah SWT, kesusahan/musibah/tantangan mjd nikmat baginya. Ciri-ciri : penuh dengan ketaqwaan, menerima segala ujian, musibah, tantangan dgn keikhlasan dan penuh kesabaran (tidak lemah, tidak lesu dan tidak menyerah). (Qs: Al-Baqarah,2/45 & Ali Imran,3/146).

Nafsu Mardhiah

Tingkatan ini beradan setingkat lagi di atas Nafsu Radhiah, Sesuatu yang sunnah menjadi wajib dan yang subhat menjadi haram.¬†Ciri-cirinya :¬†Semua yang dimiliki pada tingkatan nafsu Radhiah ditambah mempunyai daya Amal ma’ruf nahi munkar sejati, menjadi pemberi peringatan dan berita gembira. (Qs: Ali Imran, 3/104 & 19/97).

Nafsu Kamilah

Tingkatan nafsu yang sempurna, ini hanya dimiliki oleh setingkat Nabi-nabi dan Rasul-rasul. (penyerahan diri secara totalitas pengabdian kepada Allah). Ciri-ciri : Sifat Nabi / Rasul : Siddiq (jujur/benar), amanah (dipercaya) Fathonah (cerdas), Tabliq (menyampaikan). (Qs: Ali Imran,3/110, 33/21).

Nah, itu saja yang bisa disampaikan saat ini.