Orang Bodoh yang Pintar

bodoh

Temanpintar.com – Tahu apa definisi bodoh itu? Semua orang juga tahu ya. Bahkan orang bodoh sekalipun.

Orang bodoh itu ya orang yang kagakpintar. Karena dia nggak pintar, jadi dia bodoh. Mungkin dia nggak sekolah, nggak mau belajar, atau memang bawaan dari sononya ..

Kalo orang pintar kan paling nggak dia pernah belajar, dasarnya memang sudah cerdas, atau memang kelebihan yang Tuhan berikan kepadanya, entah gimana dia jadi pintar.

Okay. Semua orang juga sudah tahu tentang kedua definisi di atas. Sekarang, pernah dengar tentang orang bodoh yang pintar gak? Hihihihi, ada nggak ya definisinya, hayoo…?

Well, yang namanya orang bodoh itu kan berarti dia punya kekurangan. Paling nggak dalam hal pengetahuan, walau-pun kita gak bisa menyama-ratakan tingkat kebodohannya. Misalnya, ada orang yang pintar bahasa inggris, tapi giliran pelajaran cina, mabok kebingungan. Ada yang pintar main gitar, tapi langsung gagap kalo disuruh main bola. Ada yang gak pintar dalam pelajaran, tapi pintar dalam berorganisasi. Banyak orang pintar dalam suatu hal, namun kurang dalam hal lainnya. (Hehehe mungkin definisi bodoh ini jadi membingungkan ya… Ini membuktikan bahwa standar di dunia ini bisa berubah-ubah, tergantung pada konteksnya!).

Yang menjadi kelebihan bagi orang yang dianggap bodoh sebenarnya banyak kok. Anggapan bodoh sendiri saja seharusnya menjadi pemacu buat kita untuk mengusahakan yang ter ter terbaik. Karena merasa diri bodoh, banyak orang berusaha lebih kuat dan lebih semangat ketimbang yang pintar. Sedangkan yang pintar tadi, karena merasa pintar, jadi merasa sudah cuku untuk mendapat ilmu, dan tidak merasa perlu untuk mengembangkan diri lagi. Padahal, rasa cukup itu seperti pisau bermata dua, bisa mendatangkan kepuasan dalam hal materi, namun mendatangkan kemandekan dalam hal pengembangan diri. Alhasil, ketika orang menuntut dari kepintaran kita, bisa-bisa kita didapati tak memiliki apa yang kita kira kita miliki..

Tuhan pernah menegor jemaat Laodikia yang merasa diri kaya dan telah memperkaya diri, tidak kekurangan apapun, padahal sebenarnya mereka lemah, miskin, buta, telanjang dan hina. Jangan sampai sebagai umat Tuhan kita merasa cukup di dalam Dia. Baik dalam iman, kesetiaan, cinta dan pengharapan kita. Siapa yang mencintai uang takkan puas dengan uang, dan siapa mencintai penghasilannya takkan puas dengan penghasilannya, tulis Pengkhotbah. Begitu juga dengan Tuhan. Jika kita sungguh mencintaiNya, kita takkan pernah merasa puas denganNya. Selalu ingin lebih dekat, lebih mengenalNya, lebih mengasihiNya.

Barangsiapa yang teguh berdiri, hati-hatilah jangan sampai ia jatuh, tulis Rasul Paulus kepada jemaat di Galatia. Mungkin saat ini kita berada di puncak. Iman kita kuat, kasih kita menyala, kesetiaan kita nomer satu, bahkan tak ada yang bisa mengalahkan kita dalam hal berdoa. Namun, teruslah merasa miskin di hadapan Allah, agar kitalah yang empunya Kerajaan Sorga. Tetaplah merasa bodoh di hadapanNya, agar diberitahukanNya pada kita jalan kehidupan..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *