Penyebab Virus Corona adalah Kampret?

Mediamuda.com – Kamperet! adalah kata-kata yang lebih halus untuk dipakai saat misuh-misuh. Iya, dari pada anj…. tapi ternyata, kayaknya kampret sedang membalas dendam kepada manusia, di China, kota Wuhan khususnya.

Seperti yang kita ketahui saat ini, sebuah virus mematikan menjadi mimpi buruk kota yang berada di bagian tengah negara Tiongkok tersebut. Sudah banyak korban berjatuhan. Lantas, apakah benar coronavirus itu disebabkan oleh hewan semacam kampret alias kalong aka kelelawar?

Yuk kita telurusi.

Menurut ilmu cocokologi, ini erat kaitannya dengan sebuah band. Kamu kenal M. Shadows? nah, dia adalah vokalisnya.

Avenged Sevenfold – adalah sebuah band metalcore asal Huntington Beach – California, Amerika Serikat. Band tersebut memakai logo tengkorak, dan memiliki sayap kelelawar.

Logo A7X – Avengedsevenfold.com

Avenged: Balas dendam

Sevenfold: Tujuh kali lipat

Logo tengkorak: Kematian

Sayap kelelawar: Subjek

Dari filosofi diatas, ini memungkinkan….

Ini…

Ya… ini kemungkinan terjadi karena aksi balas dendam kelelawar!

Wow… cocok, gaes!

Kok kampret mau balas dendam? emang kenapa?

Beberapa waktu lalu, ada sebuah restoran di China. Nah, disitu ada sebuah menu yang sangat gila, extreme dan tidak manusiawi ataupun kampretsiawi.

Nih, kayak gini!

Orang Cina makan kampret di Restoran – via Dailymail

Lihatlah gaes, betapa sedihnya si kampret. Posisi tidurnya ga nyaman banget dilihat. Dan nampak seorang wanita, sebut saja, miming, menyantapnya bagaikan gak ada makanan lain aja.

Miming: woy kampret, gue makan lu.

Kampret: Ampunnn.

Miming: nggak ada ampun, temen gue udah siap nih ambil foto buat story ig gue. Bentar lagi banyak yang like n follow akun gue.

Kampret: Manusia, bedebah kalian! Dulu kaum hama diserang. Kau tak ingat ini?

Sekarang giliran kaum kami, sudah menderita sekali kami. Sering dipakai manusia buat ungkapan kebusukan, sekarang kau makan juga aku! manusia macam apa kau?

Miming: Follower gue lebih penting daripada etika, lu mau ngomong apa?

Kampret: Manusia jaman sekarang, apa ini yang disebut kaum millenial?

Miming: Berisik lu! bentar lagi lu masuk kedalam perut gue, ga usah banyak cingcong lu kampret!

Kampret: why always me?!? emang ga ada yang lain buat naikin follower ig kamu?

Miming: ada sih, maen Tiktok, tapi gue baru nyadar kalau maen itu kelihatan ga ada otaknya! aaahhh, diem lu, sudah lah, gue mulai gigit dari paha bawah lu.

Kampret: awwwww, sakit!!! Teman-temanku dimana kau?

Miming: teman-temanmu juga sedang dalam antrian dijadiin soup.

Kampret: ok fix! Sebelum lu makan semua tubuhku, gue akan pancarkan sonar kepada teman-teman gue yang ada diluar sana.

Miming: Huaahahaha huhmmmm. Teriaklah sebisamu.. nyam-nyam-nyam

Kamperet: [sonar yang tak terdengar manusia]

Hey kid
Do I have your attention?
I know the way you’ve been living
Life’s so reckless, tragedy endless
(Welcome to the family – lirik lagu dari a7x )

sooner or later, i will die here. Please, avenged sevenfold! kill all pople here by your invisible power, maybe in this country!

owh man, they’re coming!

Miming: percuma juga lu lapor temen-temen lu! yang ada pada mau ditangkap dan dimasak juga. Hahahahaha

Kamperet: [nyawa tinggal 10%] eghh, uggh,, owwcch, kkeee, kkaau, ttuuu, tungg… tunggu saja pemb… pembalasan kami… [dan akhirnya mati ditelan miming]

Other kamprets: boosssss…. oh tidak, suara sonar mu sudah tak kami dengar! bosssss… [menangis]

One month later – Kampret’s Invisible Power

Sebuah berita muncul

Dari satu restoran, merambah ke sebuah kota, dan menjadi headline berita internasional.

Dan para kamperets ternyata telah memperingatkan kepada manusia:

Nothing hurts my world,
Just affects the ones around me
When sin’s deep in my blood
You’ll be the one to fall

lirik lagu avenged sevenfold – unholy confession

Tugas mereka hanya malam hari, karena kampret tergolong makhluk hidup yang berkeliaran di malam hari.

Mereka belum puas juga membalas dendam kepada manusia.

Jiwa setan telah mengalir dalam darahnya si kampret “sin’s deep in my blood”

Maka, manusia yang bersalah maupun yang tidak bersalah, tetap saja akan diserang, yang mana orang menyebut coronavirus.

Sampai kapan ini berakhir? No body knows….

Dan, lebih parah lagi, kamperet telah meng-update patch barunya yang telah di download lewat playstore. Dimana mereka bisa mentransfer malware ke binatang lainnya yang juga dimakan manusia, seperti ayam dan babi.

Kampret vs WHO

Lembaga PBB kesehatan dunia World Healt Organization (WHO), telah menyerukan kepada manusia. Bahwa serangan kampret ini sangat sulit dilawan, tapi bisa diminimalisir.

Untuk itu WHO telah menggambar sketsa tersangka/suspect:

  1. Kampret – Biang kerok
  2. Babi – Penadah, dijelaskan dalam Al-Qur’an haram, tapi masih dimakan juga oleh manusia, paling mudah menularkan penyakit.
  3. Ayam – hewan yang paling sabar dan memberikan rizki, tanpa ini, Mie Ayam gak bisa jualan.
  4. Kecoa – hewan yang satu ini berasal dari jawa, kecoa disebut coro, bermigrasi ke sunda, “eh, ada corona di kamar mandi!” – tapi tidak termasuk. Admin sedang ngarang lagi. No. 4 abaikan yaa, soalnya ga ada sumber.

Untuk menghindari terkena coronavirus di area yang rawan virus, di gambar tadi menjelaskan (sekarang serius nih):

  • Seringlah cuci tangan dengan cairan yang mengandung alkohol, tapi jangan diminum, supaya steril. Kalau susah, pakai sabun, buat orang-orang yang cebok cuma pake tisu, pakailah air…
  • Kalau batuk dan mengeluarkan flek nempel di masker, buang, ganti masker baru dan segera cuci tangan.
  • Jangan terlibat kontak dekat dengan orang yang demam dan batuk.
  • Daging dan telur harus dimasak dulu, banyak orang asia timur makan daging setengah matang bahkan mentah. Minum jamu kuatnya kapan-kapan yaa yang biasa pakai telur mentah.
  • Hindari bersentuhan langsung dengan hewan liar dan hewan ternak seperti kelelawar, babi, dan ayam.

Kesimpulan

Antara pembahasan serius atau bercanda, silakan kamu simpulkan sendiri ya gaes…

Bukannya ga prihatin atau empati dengan korban virus corona, ngeri juga kalau sampai menyebar ke seluruh duia. Jangan sampai deh.

Namun dibalik semua itu, ada sebab ada akibat. Bencana datang karena ulah manusia itu sendiri.

Mungkin ditinjau dari ilmu pengetahuan semacam biology atau zoology, patofisiology, antropology nggak ada kaitannya dengan kelakuan manusia soal penyebaran virus.

Tapi ini bisa jadi teguran sang Pencipta alam karena tingkah lagu manusia saat ini yang mulai kelewatan.

Admin hanya bisa membuat artikel ngawur cocoklogy dan terkadang maksa cocok padahal belum tentu cocok juga. Tapi, whatever lah…

Semoga kita tergolong orang-orang yang dilindungi oleh Allah SWT. Amin…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *