Mungkin ini masih sedikit terdengar di Indonesia, bahwa salah satu teknologi yang bergulir dengan kecepatan luar biasa di dunia saat ini adalah percetakan 3D.

Tapi apa itu pencetakan 3D? Sangat sederhana, percetakan 3D dikenal sebagai “manufaktur aditif”, merealisasikan model digital tiga dimensi menjadi benda padat dari berbagai elemen.

Selama lebih dari 2 dekade atau sejak awal penemuan tahun 1980-an, percetakan 3D adalah teknologi yang sangat dinanti. Namun, hanya dilirik oleh perusahaan besar untuk menciptakan sebuah prototipe. Tentu saja dengan biaya yang sangat tinggi. Kabar baiknya, hal ini tidak terjadi untuk beberapa waktu kedepan, dan tampaknya percetakan 3D atau yang lebih familiar disebut 3D Printing: sekarang akan memainkan peran penting dalam revolusi teknologi yang sedang berlangsung.

Kategori Printer 3D

Berbagai printer 3D dan teknologi yang mereka gunakan, serta penggunaannya semakin banyak setiap harinya. Pergerakan masif yang sama seperti komputer: mulai dari komputer mainframe di tahun 1960-an dan 70-an dengan apa yang kita ketahui hari ini sebagai “IOT” (Internet of Things) di mana Anda akan menemukan komputer yang tertanam di hampir setiap perangkat dan alat yang Anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari Anda.

Ukuran

Printer 3D dapat dikategorikan berdasarkan ukuran – yang jelas sebanding dengan ukuran produk yang mereka rancang untuk dihasilkan. Printer 3D mikro dan nano digunakan untuk membuat benda kecil ‘nano-size’ dengan resolusi serendah 10 nm! Di skala lainnya, printer raksasa berukuran 37 meter dapat mencetak kantor lebih dari 2.700 meter persegi dalam 17 hari.

ruangan-hasil-cetak-3d

Percetakan 3D: Interior gedung pertama yang menggukan hasil percetakan 3D di Dubai, Uni Emirat Arab.

Material

Printer 3D juga dapat dikategorikan berdasarkan jenis material yang dibangun. Terlepas dari semua jenis plastik, sekarang ada printer yang sanggup membentuk logam, beton, kertas, atau bahkan sel-sel kehidupan manusia!

Proses manufaktur

Tidak semua printer 3D menggunakan teknologi yang sama untuk proses manufaktur mereka (manufacturing process). Ada puluhan teknologi yang berbeda dalam setiap penggunaan. Dan teknologi manufaktur baru sedang diciptakan setiap harinya. 7 kategori utama saat ini untuk proses manufaktur 3D adalah:

  1. Material Extrusion
  2. Vat Photopolymerisation
  3. Powder Bed Fusion
  4. Material Jetting
  5. Binder Jetting
  6. Directed Energy Deposition
  7. Sheet Lamination

Material Extrusion

Ini adalah Printer Material Ekstrusi 3D, dan meja yang telah dicetak:

Percetakan 3D: Ini adalah Printer Material Ekstrusi, dan meja yang telah dicetak

Vat Photopolymerisation

4412

Printer 3DMonstr photopolymerization 3D dan hasil photocentric 3D

Powder Bed Fusion

4413

Fractal Design metal sculpture

Material Jetting

 

4414

Percetakan 3D : Mencetak helm – Stratasys polyjet material jetting

Binder Jetting

4415

Percetakan 3D: Color output dari 3D Systems Projet 4500, dan ExOne sand cast pattern.

Directed Energy Deposition

Percetakan 3D: Desktop direct metal 3D printing menggunakan Realizer SLM 50

Sheet Lamination

jkjk

Buah-buahan and wadah dari percetakan 3D berbahan kertas: MCor sheet lamination 3D printer.

Perkembangan Percetakan 3D

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai aplikasi untuk mencetak bentuk tiga dimensi berkembang pada tingkat yang mengagumkan. Printer 3D sekarang tidak hanya khusus untuk perusahaan raksasa, paling tidak di tahun 2020, akan mulai banyak ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Penggunaan Printer 3D

Prototip

Sementara ini, lebih banyak ditemukan printer 3D untuk mengaplikasikan sebuah prototip yang dirancang dari sebuah komputer. Teknologi memungkinkan seorang designer atau insinyur dengan cepat mengubah ide-ide mereka menjadi kenyataan tanpa tergantung pada investor dan proses yang panjang.

Percetakan

Dasarnya sama dengan percetakan umum yang kita temui saat ini. Printer 3D merupakan investasi yang sangat bagus untuk memulai usaha percetakan, atau menambahkan alat ini jika Anda telah memiliki usaha percetakan digital. Di beberapa negara maju telah banyak yang memanfaatkan printer 3D untuk bisnis percetakan.

Direct Digital of Manufacturing (DDM) produk

Hampir sama dengan usaha percetakan. Printer 3D memungkinkan manufacturing produk secara langsung. Ini berarti jutaan kemungkinan bisnis baru seperti pembuatan semua jenis produk disesuaikan disesuaikan dengan tuntutan spesifik klien.

Medis

Printer 3D menciptakan sebuah revolusi nyata dalam industri medis. Dokter dan ahli bedah sekarang dapat mencetak semua jenis bagian tubuh manusia yang spesifik dari pasien, mulai dari bahan tiruan, protein yang berbeda atau bahkan dari sel-sel hidup. Printer 3D juga digunakan untuk membuat robot medis kecil atau pil obat yang dapat larut.

Konstruksi

Mungkin contoh terbaru tahun ini adalah  Kantor Masa Depan di Dubai (Office of Future) dengan luas kantor 2.700 meter persegi. Pembangunan seluruh furnitur interior dibangun hanya dalam 17 hari. Bahan yang digunakan pun juga ditambahkan dari limbah.

Otomotif dan Aerospace

Printer 3D memungkinkan membangun lebih ringan, bagian yang lebih rumit untuk kendaraan dan pesawat – ini begitu penting bagi masa depan otomotif dan kedirgantaraan industri. GE Global Reseach (Aviation) adalah salah satu pelopor penerbangan yang memanfaatkan printer 3D yang lahir beberapa hari yang lalu!

Seni:

Simple, menciptakan imajinasi menjadi sebuah karya yang indah.

Kesimpulan

Saat ini akan terdengar aneh, dan pertanyaan ‘apakah mungkin?’ , bisa jadi akan dilupakan pada 5 tahun mendatang. Sama seperti munculnya komputer atau smartphone, tidak terpikirkan sebelumnya, dianggap aneh, namun sekarang telah menjadi pemandangan yang biasa. Anda akan menemukan hasil cetakan 3D di setiap bengkel, setiap klinik gigi, setiap kamar operasi, setiap situs konstruksi, dan setiap rumah!

(hrz/credit: Vizo Com)