Informasi Lagu
- Artis: The Adicts
- Judul Lagu: Daggers
- Album: Fifth Overture
- Tahun Rilis Album: 1986
- Penulis Lagu (Ditulis oleh): Peter Jonnathan Davison, Keith Andrew Warren, Michael Davison (Anggota band The Adicts)
- Genre: Punk Rock, Oi!
Trivia: Lagu ini berasal dari album Fifth Overture, yang menandai fase penting dalam diskografi The Adicts, memperkuat gaya punk rock mereka yang sering dikaitkan dengan visualisasi ala badut atau opera.
Lirik dan Terjemahan
Yah, aku baru tahu tatapan bisa membunuh
Tak diragukan lagi, tatapan bisa membunuh
Dia tidak perlu menghancurkan hatiku
Dia tidak perlu merobek emosiku berkeping-keping
She looks daggers in me
Dia menatapku dengan tatapan menusuk (daggers)
She looks daggers in me
Dia menatapku dengan tatapan menusuk
She looks daggers in me
Dia menatapku dengan tatapan menusuk
She looks daggers
Dia menatap tajam
Kukira aku telah berubah menjadi batu
Aku merasakan darahku menjadi sangat dingin
Dia melakukannya, tapi aku tidak tahu mengapa
Mengapa dia memberiku tatapan jahat
She looks daggers in me
Dia menatapku dengan tatapan menusuk
She looks daggers in me
Dia menatapku dengan tatapan menusuk
She looks daggers in me
Dia menatapku dengan tatapan menusuk
She looks daggers
Dia menatap tajam
Yah, aku baru tahu tatapan bisa membunuh
Tak diragukan lagi, tatapan bisa membunuh
Dia meremehkanku (memotongku sesuai ukuranku)
Memotongku dengan mata bajanya
She looks daggers in me
Dia menatapku dengan tatapan menusuk
She looks daggers in me
Dia menatapku dengan tatapan menusuk
She looks daggers in me
Dia menatapku dengan tatapan menusuk
She looks daggers
Dia menatap tajam
Tatapan menusuk dalam diriku
Dia menatapku dengan tatapan menusuk
Dia menatapku dengan tatapan menusuk
Dia menatap tajam
Makna Lagu “Daggers”
Lagu “Daggers” oleh The Adicts mengeksplorasi tema daya tarik yang mematikan dan perasaan terluka akibat tatapan tajam atau intens dari seseorang, sering kali seorang wanita dalam konteks lagu-lagu pop/punk. Frasa kunci “looks can kill” (tatapan bisa membunuh) digunakan secara literal untuk menggambarkan dampak emosional yang kuat dan merusak yang ditimbulkan oleh tatapan tersebut. Penyanyi merasa seolah-olah dia ‘berubah menjadi batu’ dan darahnya membeku, mengindikasikan rasa takut, kejutan, atau kehancuran emosional yang tiba-tiba.
Liriknya menggambarkan pengalaman diserang secara emosional melalui pandangan mata yang dingin atau penuh kebencian (“evil eye” dan “steely eyes”). Meskipun wanita itu tidak secara fisik menyakitinya, kerusakan emosionalnya sama nyata. Ini adalah representasi klasik dari perasaan rentan di hadapan daya tarik atau pengaruh yang berbahaya—sesuatu yang menarik namun pada akhirnya menghancurkan.








