Informasi Lagu
- Artis: U2
- Album: How To Dismantle An Atomic Bomb (Edisi Re-Assemble)
- Tahun Rilis Album: 2004
- Penulis Lagu: Adam Clayton, Dave Evans, Larry Mullen, Paul David Hewson (Bono)
- Genre: Rock, Ballad (dalam konteks lagu bonus ini)
- Trivia: Lagu ini awalnya tidak masuk dalam daftar lagu standar How To Dismantle An Atomic Bomb tetapi dirilis sebagai trek bonus pada edisi Re-Assemble, yang merupakan versi yang lebih awal dari album tersebut. Lagu ini dikenal karena nuansa akustik dan liriknya yang sangat puitis dan reflektif.
Lirik dan Terjemahan (dengan Chords)
All the obstacles in my way, now
Semua rintangan di jalanku, sekarang
Are disappearing every day, now
Menghilang setiap hari, sekarang
I’m getting closer
Aku semakin dekat
We’re getting closer to home
Kita semakin dekat dengan rumah
It won’t be long until the summer comes
Tidak akan lama sampai musim panas tiba
Are you gonna wait forever?
Apakah kamu akan menunggu selamanya?
Are you gonna wait forever?
Apakah kamu akan menunggu selamanya?
Getting out from under my bed, now
Keluar dari bawah tempat tidurku, sekarang
I’m going to say the things I should have said, now
Aku akan mengatakan hal-hal yang seharusnya kukatakan, sekarang
Getting closer
Semakin dekat
Getting closer to what’s true
Semakin dekat pada apa yang benar
Gonna find myself in you
Akan menemukan diriku dalam dirimu
Are you gonna wait forever?
Apakah kamu akan menunggu selamanya?
Are you gonna wait forever?
Apakah kamu akan menunggu selamanya?
Are you gonna wait forever?
Apakah kamu akan menunggu selamanya?
Are you gonna wait forever?
Apakah kamu akan menunggu selamanya?
How?
Bagaimana?
Are you gonna wait forever?
Apakah kamu akan menunggu selamanya?
How, how long, how long?
Bagaimana, berapa lama, berapa lama?
Or is it now, now, now?
Atau apakah sekarang, sekarang, sekarang?
Or is it now?
Atau apakah sekarang?
There’s no one there behind their eyes
Tidak ada seorang pun di balik mata mereka
They’re in the business, beautiful lies
Mereka dalam bisnis, kebohongan yang indah
We’ll keep the promise
Kita akan menepati janji itu
‘Cause we don’t know how to break it
Karena kita tidak tahu cara melanggarnya
The furniture you can rearrange
Perabotan yang bisa kamu atur ulang
Don’t trade your dreams for some small change
Jangan tukar mimpimu dengan uang receh
Guard the flame, or better leave it naked
Jaga apinya, atau lebih baik biarkan telanjang
Are you gonna wait forever?
Apakah kamu akan menunggu selamanya?
Are you gonna wait forever?
Apakah kamu akan menunggu selamanya?
Are you gonna wait forever?
Apakah kamu akan menunggu selamanya?
Are you gonna wait forever?
Apakah kamu akan menunggu selamanya?
How?
Bagaimana?
Are you gonna wait forever?
Apakah kamu akan menunggu selamanya?
How, how long, how long?
Bagaimana, berapa lama, berapa lama?
Or is it now, now, now?
Atau apakah sekarang, sekarang, sekarang?
Or is it now?
Atau apakah sekarang?
Makna Lagu “Are You Gonna Wait Forever?”
Lagu “Are You Gonna Wait Forever?” dari U2, yang merupakan lagu bonus pada edisi Re-Assemble dari album How To Dismantle An Atomic Bomb, adalah refleksi introspektif tentang penantian, perubahan, dan komitmen dalam hidup. Liriknya berbicara tentang mengatasi rintangan (“All the obstacles in my way, now / Are disappearing every day, now”) dan mencapai pencerahan atau kebenaran pribadi (“Getting closer to what’s true / Gonna find myself in you”).
Pertanyaan utama yang terus diulang, “Are you gonna wait forever?” (Apakah kamu akan menunggu selamanya?), berfungsi sebagai sebuah tantangan langsung kepada pendengar atau subjek lagu. Ini menanyakan apakah seseorang akan terus menunda tindakan, harapan, atau perubahan yang diinginkan karena takut atau ragu-ragu. Bono tampaknya mendorong untuk bertindak sekarang daripada menunda kebahagiaan atau resolusi hingga waktu yang tidak pasti (“Or is it now, now, now?”).
Bait ketiga menyoroti tema ilusi atau penipuan dalam masyarakat (“They’re in the business, beautiful lies”) dan pentingnya menjaga nilai-nilai inti seseorang (“Guard the flame, or better leave it naked”). Lagu ini menekankan bahwa janji yang dibuat harus ditepati, bahkan jika itu sulit, dan bahwa impian sejati tidak boleh ditukar dengan keuntungan kecil atau kepura-puraan. Secara keseluruhan, ini adalah lagu tentang urgensi untuk hidup otentik dan menghadapi ketidakpastian dengan keberanian.








