Informasi Lagu:
- Artis: U2
- Judul Lagu: Bullet The Blue Sky (Live)
- Album (Versi Live Ini): Rattle and Hum (Album Live/Kompilasi, 1988)
- Album Asli: The Joshua Tree (1987)
- Penulis Lagu: U2 (Bono, The Edge, Adam Clayton, Larry Mullen Jr.)
- Trivia: Lagu ini seringkali menjadi titik klimaks emosional dalam penampilan live U2, terutama karena penampilan Bono yang sangat intens dan vokal yang penuh amarah. Dalam versi live, Bono seringkali meniru suara pesawat jet saat menyanyikan bagian-bagian tertentu. Lagu ini menunjukkan sisi U2 yang paling politis dan konfrontatif.
Tentang Lagu
In the howling wind comes a stinging rain
Dalam angin yang menderu datang hujan yang menyengat
See it driving nails
Lihatlah itu menancapkan paku
Into the souls on the tree of pain
Ke dalam jiwa-jiwa di pohon penderitaan
From the firefly, a red-orange glow
Dari kunang-kunang, cahaya merah-oranye
See the face of fear
Lihatlah wajah ketakutan
Running scared in the valley below
Berlari ketakutan di lembah di bawah
Bullet the blue sky
Hantam langit biru
Bullet the blue sky
Hantam langit biru
Bullet the blue
Hantam yang biru
Bullet the blue
Hantam yang biru
In the locust wind comes a rattle and hum
Dalam angin belalang datang bunyi gemeretak dan dengungan
Jacob wrestled the angel
Yakub bergulat dengan malaikat
And the angel was overcome
Dan malaikat itu dikalahkan
You plant a demon seed
Kau tanam benih iblis
You raise a flower of fire
Kau tumbuhkan sekuntum bunga api
See them burning crosses
Lihatlah mereka membakar salib
See the flames higher and higher
Lihatlah api semakin tinggi dan tinggi
Bullet the blue sky
Hantam langit biru
Bullet the blue sky
Hantam langit biru
Bullet the blue
Hantam yang biru
Bullet the blue
Hantam yang biru
This guy comes up to me
Pria ini menghampiriku
His face red like a rose in a thorn bush
Wajahnya merah seperti mawar di semak berduri
Like all the colors of a royal flush
Seperti semua warna dari kartu royal flush
And he’s peeling off those dollar bills
Dan dia sedang melepaskan uang dolar itu
Slapping them down
Menamparkannya ke bawah
One hundred, two hundred
Seratus, dua ratus
And I can see those fighter planes
Dan aku bisa melihat pesawat tempur itu
And I can see those fighter planes
Dan aku bisa melihat pesawat tempur itu
Across the mud huts where the children sleep
Melintasi gubuk lumpur tempat anak-anak tidur
Through the alleys of a quiet city street
Melalui gang-gang jalan kota yang sunyi
You take the staircase to the first floor
Kau ambil tangga ke lantai satu
Turn the key and slowly unlock the door
Putar kunci dan perlahan buka pintu
As a man breathes into a saxophone
Saat seorang pria meniup saksofon
And through the walls you hear the city groan
Dan melalui dinding kau dengar kota mengerang
Outside it’s America
Di luar itu Amerika
Outside it’s America
Di luar itu Amerika
So I’m back in my hotel room
Jadi aku kembali di kamar hotelku
With John Coltrane and a love supreme
Dengan John Coltrane dan cinta yang agung
And in the next room I hear a woman scream out
Dan di kamar sebelah aku dengar seorang wanita menjerit
Her lover’s turning off, turning on the television
Kekasihnya mematikan, menyalakan televisi
And I can’t tell the difference between ABC News, Hill Street Blues, and a preacher on the Old Time Gospel Hour
Dan aku tak bisa membedakan antara ABC News, Hill Street Blues, dan seorang pengkhotbah di Old Time Gospel Hour
Stealing money from the sick and the old
Mencuri uang dari yang sakit dan yang tua
Well, the God I believe in isn’t short of cash, mister
Yah, Tuhan yang aku percayai tidak kekurangan uang, Tuan
I feel a long way from the hills of San Salvador
Aku merasa jauh dari perbukitan San Salvador
Where the sky is ripped open and the rain pours
Di mana langit terkoyak terbuka dan hujan turun
Through a gaping wound, pelting the women and children
Melalui luka menganga, menghantam wanita dan anak-anak
Pelting the women and children
Menghantam wanita dan anak-anak
Run, run
Lari, lari
Into the arms of America
Ke dalam pelukan Amerika
Makna Lagu:
“Bullet The Blue Sky” adalah salah satu lagu U2 yang paling tajam dan politis, yang secara langsung mengkritik intervensi militer Amerika Serikat di Amerika Tengah, khususnya dalam konteks Perang Dingin dan dukungan AS terhadap kontrarevolusioner di negara-negara seperti Nikaragua dan El Salvador.
Liriknya sarat dengan citra kekerasan dan ketidakadilan. Frasa seperti “stinging rain” (hujan yang menyengat) dan “driving nails into the souls on the tree of pain” (menancapkan paku ke dalam jiwa di pohon penderitaan) secara eksplisit merujuk pada penderitaan rakyat kecil akibat konflik bersenjata dan dukungan AS terhadap rezim represif. Baris “burning crosses” merujuk pada simbol kebencian dan terorisme yang dilakukan oleh kelompok-kelompok paramiliter yang didanai atau didukung oleh AS.
Bagian kedua lagu beralih ke narasi pribadi yang menggambarkan kekecewaan Bono terhadap apa yang dia lihat sebagai hipokrisi Amerika. Ia bertemu dengan seorang pria yang memamerkan uang (dollar bills) sementara di sisi lain ia mendengar jeritan wanita dan melihat berita TV yang mendistorsi kebenaran (“ABC News, Hill Street Blues, and a preacher on the Old Time Gospel Hour stealing money from the sick and the old”). Ini menyoroti kontras antara citra idealis Amerika dan realitas kekerasan serta keserakahan yang disaksikannya.
Lagu ini ditutup dengan seruan untuk berlari “Into the arms of America,” yang dapat diartikan sebagai ironi: pelarian mencari perlindungan di negara yang justru menjadi sumber penderitaan mereka, atau mungkin seruan agar Amerika menghadapi dampak dari tindakannya sendiri.








