Crumbs From Your Table - U2 Lirik Terjemahan

Lirik Lagu U2 – Crumbs From Your Table dan Terjemahan

Informasi Lagu

Artis: U2

Judul Lagu: Crumbs From Your Table

Album: How to Dismantle an Atomic Bomb

Tahun Rilis: 2004

Penulis Lagu: Bono, The Edge, Adam Clayton, Larry Mullen Jr. (Anggota U2)

Trivia:

  • Lagu ini secara khusus ditulis untuk menyoroti perjuangan kemiskinan global, terutama di Afrika, yang merupakan fokus utama pekerjaan amal Bono pada saat itu.
  • Lagu ini menampilkan vokal dukungan dari penyanyi gospel yang berbasis di Chicago, Martha Wash, meskipun dia tidak secara resmi dikreditkan dalam versi album asli.
  • Meskipun liriknya sangat politis, lagu ini memiliki nuansa yang lebih lembut dan berbasis melodi dibandingkan beberapa lagu protes U2 sebelumnya.

Lirik dan Terjemahan

From the brightest star
Dari bintang yang paling terang
Comes the blackest hole
Datanglah lubang hitam
You had so much to offer
Kau punya begitu banyak untuk ditawarkan
Why did you offer your soul?
Mengapa kau tawarkan jiwamu?
I was there for you baby
Aku ada untukmu sayang
When you needed my help
Ketika kau butuh bantuanku
Would you deny for others
Maukah kau menyangkal untuk orang lain
What you demand for yourself?
Apa yang kau tuntut untuk dirimu sendiri?
Cool down mama, cool off
Tenanglah mama, tenangkan dirimu
Cool down mama, cool off
Tenanglah mama, tenangkan dirimu
You speak of signs and wonders
Kau bicara tentang tanda dan keajaiban
But I need something other
Tapi aku butuh sesuatu yang lain
I would believe if I was able
Aku akan percaya jika aku mampu
But I’m waiting on the crumbs from your table
Tapi aku menunggu remah-remah dari mejamu
You were pretty as a picture
Kau cantik seperti sebuah lukisan
It was all there to see
Semuanya ada di sana untuk dilihat
Then your face caught up with your psychology
Lalu wajahmu menyamai psikologimu
With a mouth full of teeth
Dengan mulut penuh gigi
You ate all your friends
Kau memakan semua temanmu
And you broke every heart thinking every heart mends
Dan kau menghancurkan setiap hati berpikir setiap hati akan sembuh
You speak of signs and wonders
Kau bicara tentang tanda dan keajaiban
But I need something other
Tapi aku butuh sesuatu yang lain
I would believe if I was able
Aku akan percaya jika aku mampu
But I’m waiting on the crumbs from your table
Tapi aku menunggu remah-remah dari mejamu
Where you live should not decide
Tempat tinggalmu seharusnya tidak menentukan
Whether you live or whether you die
Apakah kau hidup atau apakah kau mati
Three to a bed
Tiga dalam satu tempat tidur
“Sister Ann,” she said
“Suster Ann,” katanya
“Dignity passes by”
“Martabat berlalu”
(And) You speak of signs and wonders
(Dan) Kau bicara tentang tanda dan keajaiban
But I need something other
Tapi aku butuh sesuatu yang lain
I would believe if I was able
Aku akan percaya jika aku mampu
I’m waiting on the crumbs from your table
Aku menunggu remah-remah dari mejamu
Hey!
Hei!

Makna Lagu

Secara tematis, “Crumbs From Your Table” adalah lagu protes yang kuat dan vokal tentang ketidakadilan sosial, terutama kemiskinan dan ketidaksetaraan global. Judul lagu itu sendiri, “Remah-remah dari Mejamu,” adalah metafora untuk bantuan atau perhatian minimal yang diberikan oleh negara-negara kaya atau orang-orang yang berkuasa kepada mereka yang hidup dalam kemiskinan ekstrem (kaum tertindas).

Liriknya penuh dengan citra yang kontras dan tuduhan: bintang terang yang melahirkan lubang hitam, menyoroti bagaimana potensi besar atau kekayaan dapat menghasilkan kehancuran atau penolakan terhadap kebutuhan orang lain. Baris “Tempat tinggalmu seharusnya tidak menentukan / Apakah kau hidup atau apakah kau mati” secara langsung mengacu pada kemiskinan yang menjadi penentu hidup atau mati, yang merupakan tema inti dalam aktivisme Bono terkait isu Afrika.

Bagian tentang “Sister Ann” yang mengatakan “Dignity passes by” (Martabat berlalu) merujuk pada hilangnya martabat manusia ketika seseorang dipaksa hidup dalam kondisi yang tidak layak. Lagu ini menantang mereka yang berbicara tentang “tanda dan keajaiban” (kemungkinan merujuk pada retorika politik atau religius yang kosong) tetapi gagal memberikan bantuan nyata, hanya menyisakan ‘remah-remah’.

Yudha Sebastian
Yudha Sebastian
Articles: 358