Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Kota ini sekarang lagi naik daun banget berkat fenomena pop culture (terima kasih, Mas Denny Caknan). Dulu orang tahu Ngawi cuma karena Benteng Pendem atau karena lewat doang pas mudik. Sekarang? Ngawi adalah “Ibu Kota Patah Hati Nasional” berkat lagu Kartonyono Medot Janji.
Selamat datang di Ngawi. Sebuah kota tenang di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Julukannya banyak: Kota Bambu, Kota Benteng, Kota Ramah. Tapi sejak negara api menyerang (baca: meledaknya lagu campursari koplo), Ngawi lebih dikenal sebagai pusat galau nasional, khususnya di Tugu Kartonyono.
Secara etimologi, “Ngawi” berasal dari kata “Awi” (Bambu) karena dulu di pinggir Bengawan Solo banyak pohon bambu. Lalu ada julukan Kota Benteng karena keberadaan Benteng Van Den Bosch (Benteng Pendem) yang megah dan estetik.
Terakhir, Kota Ramah. Ini sebenarnya singkatan slogan birokrasi (Ramah, Aman, Makmur, Harmonis). Tapi warganya memang ramah-ramah, kok. Kecuali kalau kamu naik Bus Sumber Kencono (sekarang Sugeng Rahayu) yang lewat Ngawi, itu bukan ramah, tapi racing.
Ini fitur paling juara. Benteng Van Den Bosch atau Benteng Pendem baru saja direvitalisasi. Dulu serem dan angker, sekarang cantiknya minta ampun. Campuran arsitektur Belanda dan Romawi yang bikin fotomu auto-like ribuan. Di sinilah kamu bisa merasakan vibes Eropa tanpa perlu paspor.
Tips analis untuk ekspedisi Ngawi:
Kesimpulan: Ngawi itu paket komplit. Ada sejarah (Benteng), ada kuliner (Tepo Tahu), dan ada soundtrack hidup. Kota yang cocok buat kamu yang ingin merayakan kesedihan dengan cara yang estetik.




