Kartun lucu pendulang intan tradisional dan pasar berlian martapura

Martapura: Serambi Mekkah Kalimantan dan Pusat Berlian Dunia

Ini kota yang vibes-nya kontras tapi unik. Di satu sisi dia sangat religius (Serambi Mekkah-nya Kalimantan), tapi di sisi lain dia gemerlap penuh kemewahan karena ini adalah Kota Intan/Berlian. Jadi, di sini doa dan berlian berjalan beriringan.

Martapura: Serambi Mekkah yang Berkilau, Tempat Beli Berlian Kayak Beli Kacang

Selamat datang di Martapura. Jaraknya cuma selemparan batu (sekitar 40 km) dari Banjarmasin. Julukannya sakral: Serambi Mekkah. Suasananya adem, banyak santri, dan pengajian di mana-mana. Tapi jangan salah, di balik kesederhanaan sarung dan peci, kota ini menyimpan kekayaan alam yang bikin silau mata: Intan dan Permata.

Analisis Julukan: Antara Tasbih dan Berlian

Martapura adalah pusat pendidikan Islam terbesar di Kalimantan (ada Ponpes Darussalam). Makanya disebut Serambi Mekkah. Tapi di sisi lain, ini adalah surga bagi pecinta perhiasan. Di Pasar Cahaya Bumi Selamat (CBS), kamu bisa melihat intan, rubi, safir, dan batu akik ditumpuk di etalase kaca seolah-olah itu permen kiloan. Transaksi jutaan sampai miliaran rupiah terjadi dengan santai di sini.

Ekspektasi vs Realita (Edisi Pendulangan Intan)

  • Ekspektasi: Melihat tambang canggih dengan mesin-mesin raksasa ala film Hollywood.
  • Realita: Mainlah ke Cempaka. Kamu bakal lihat bapak-bapak berendam di lumpur seharian, mendulang intan secara tradisional pakai kuali kayu berbentuk kerucut. Ini pekerjaan sabar tingkat dewa. Kalau beruntung, dapat intan “Trisakti” atau “Galuh”. Kalau apes, ya dapat pegel linu.

Fitur Unggulan: Batu Mulia Murah Meriah

Di Martapura, harga batu-batuan itu bisa dinego sampai berbusa. Kalau kamu punya skill tawar-menawar yang mumpuni, kamu bisa dapat cincin atau gelang batu alam dengan harga yang bikin teman-temanmu di Jawa iri setengah mati. Oleh-oleh paling fancy ya dari sini.

Panduan Survival di Martapura

Tips analis agar kamu tidak tertipu dan tetap sopan:

  1. Outfit Sopan: Ingat, ini Serambi Mekkah. Jangan pakai celana pendek di atas lutut atau baju terbuka kalau jalan-jalan di kota, nanti kamu jadi pusat perhatian (dalam artian negatif).
  2. Tes Keaslian Batu: Jangan asal beli intan kalau nggak paham ilmunya. Ajak teman lokal atau minta tes pakai alat diamond selector. Jangan sampai beli kaca seharga berlian.
  3. Makan Ketupat Kandangan: Di sekitar sini banyak warung Ketupat Kandangan. Ikannya Ikan Gabus (Haruan) dipanggang pakai santan. Rasanya? Lamack bana (Enak banget)!

Kesimpulan: Martapura itu kota yang “Rich but Humble”. Warganya kaya hati (religius) dan kaya harta (berlian), tapi tetap tampil sederhana.

Martapura