Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Sebagai analis, saya harus bilang kota ini overpowered. Julukannya panjang banget sampai bisa bikin paragraf sendiri: Kota Gudeg, Kota Pelajar, Kota Perjuangan, Kota Wisata, Kota Budaya, Kota Tari, Kota Seni, Kota Bakpia. Belum lagi julukan non-resmi dari netizen: Kota Romantis dan Kota UMR Rendah (eh, sori, keceplosan).
Sugeng rawuh ing Ngayogyakarta Hadiningrat. Kota ini punya masalah serius: enggak bisa milih satu identitas. Dia mau jadi semuanya. Mau makan? Kota Gudeg/Bakpia. Mau sekolah? Kota Pelajar. Mau kesenian? Kota Budaya/Tari/Seni. Mau perang? Kota Perjuangan. Saking banyaknya, kartu nama kota ini mungkin butuh kertas ukuran A4.
Julukan “Kota Gudeg” adalah peringatan dini bagi penderita diabetes. Di sini, makanan gurih adalah mitos. Semuanya manis. Gudeg itu manis, bacem manis, teh manis, bahkan senyuman mbak-mbak penjualnya juga manis. Kalau kamu orang Sumatera yang biasa makan pedas-asin, lidahmu bakal mengalami *culture shock* di suapan pertama.
Lalu “Kota Pelajar”. Kenapa? Karena biaya hidup di sini “ramah” (baca: murah banget asal mau makan nasi kucing tiap hari). Jogja adalah tempat terbaik untuk belajar hidup prihatin tapi tetap bahagia.
Fitur paling canggih di Jogja adalah Angkringan. Dengan modal receh, kamu bisa dapat Nasi Kucing (porsi untuk diet kucing), sate usus, dan kopi jos (kopi campur arang panas). Dan satu lagi, warga Jogja punya GPS internal. Kalau nanya jalan, jangan harap dijawab “kiri” atau “kanan”. Mereka bakal bilang: “Ngalor sithik, terus ngulon, bar kuwi ngidul.” (Ke utara dikit, terus ke barat, habis itu ke selatan). Pusing? Minum obat.
Tips analis agar kamu tidak tersesat di hati mantan:
Kesimpulan: Jogja itu memang Istimewa. Kota yang bikin kangen, bikin kenyang dengan harga murah, dan bikin baper karena kenangan (katanya sih gitu).




