Ketinggalan berita tentang Blink182? kamu nggak sendirian! Banyak penggemar Blink-182 yang nostalgia sama era “Enema of the State” tapi belum sempat ngikutin update terbaru mereka. Tapi kabar baiknya: Blink-182 lagi aktif banget sekarang!
Album Terbaru & Tambahan Lagu
Tahun lalu mereka rilis album One More Time…, yang jadi momen reuni trio klasik: Mark Hoppus, Tom DeLonge, dan Travis Barker.
September ini mereka bakal rilis versi deluxe-nya: One More Time… Part-2, berisi 8 lagu baru, termasuk “All In My Head” yang rilis 23 Agustus nanti.
Tur & Kolaborasi
Mereka lagi tur bareng Alkaline Trio di Amerika Serikat, dan Travis Barker bahkan jadi produser untuk beberapa lagu Alkaline Trio yang baru.
Blink-182 juga bakal tampil sebagai penutup di festival Sea Hear Now di New Jersey, 14 September jam 9 malam waktu setempat.
Vinyl Edition yang Kocak
Versi deluxe albumnya punya dua edisi fisik: satu dengan warna “blue balls” dan satu lagi “red rocket”—humor khas Blink banget.
Timeline Blink-182: Highlight
1992 – Awal Mula di Poway, California
Tom DeLonge bertemu Scott Raynor di sekolah setelah dikeluarkan karena mabuk di pertandingan basket.
Anne Hoppus mengenalkan Tom ke kakaknya, Mark Hoppus. Mereka langsung nge-jam bareng di garasi.
Nama awalnya cuma “Blink”, lalu jadi “Blink-182” karena ada band lain bernama sama.
1993–1995 – Demo & Album Pertama
Rekam demo Flyswatter dan Buddha.
Rilis album debut Cheshire Cat (1995), penuh energi punk dan humor absurd.
1997 – Masuk Label Besar & Album Kedua
Teken kontrak dengan MCA Records.
Rilis Dude Ranch, berisi hits seperti “Dammit” dan “Josie”.
1998 – Travis Barker Masuk
Scott Raynor keluar, Travis Barker dari The Aquabats masuk dan langsung belajar 20 lagu dalam 45 menit!
1999 – Meledak Lewat ‘Enema of the State’
Album Enema of the State bikin mereka jadi ikon pop-punk.
Lagu “All the Small Things” dan “What’s My Age Again?” jadi anthem generasi MTV.
2001 – Album #1 & Tur Gila
Rilis Take Off Your Pants and Jacket, debut di posisi #1 Billboard.
Lagu-lagu seperti “First Date” dan “The Rock Show” makin memperkuat identitas Blink.
2002 – Side Project & Drama
Tom bikin band Box Car Racer bareng Travis, bikin Mark merasa ditinggal.
Ketegangan mulai muncul di dalam band.
2003 – Album Gelap & Eksperimental
Rilis album self-titled blink-182, dengan nuansa lebih dewasa dan introspektif.
2005 – Hiatus
Band bubar sementara karena konflik internal dan kelelahan.
Tom bikin Angels & Airwaves, Mark dan Travis bikin +44.
2008 – Kecelakaan Pesawat & Reuni
Travis selamat dari kecelakaan pesawat yang tragis.
Momen ini jadi titik balik: mereka memutuskan reuni.
2009–2011 – Kembali Bersatu
Umumkan reuni di Grammy Awards.
Rilis album Neighborhoods (2011), tapi prosesnya terpisah dan kurang solid.
2015 – Tom Keluar, Matt Skiba Masuk
Tom keluar lagi, digantikan Matt Skiba dari Alkaline Trio.
Rilis California (2016) dan Nine (2019), dengan nuansa baru.
2021 – Mark Hoppus Lawan Kanker
Mark umumkan diagnosis kanker, tapi akhirnya sembuh total. Dukungan fans luar biasa.
2022 – Tom Kembali!
Trio klasik bersatu lagi: Mark, Tom, dan Travis.
Rilis single “Edging” dan umumkan tur reuni.
2023 – Album Reuni: ‘One More Time…’
Album penuh emosi dan refleksi, terinspirasi dari tragedi pribadi mereka.
Lagu “One More Time” jadi simbol persahabatan dan pengampunan.
2024–2025 – Tur Global & Album Tambahan
Tur keliling dunia, termasuk headline di Reading & Leeds Festival.
Rilis One More Time… Part 2 dengan 8 lagu baru.
Siap, Matt! Ini dia highlight lagu-lagu terbaik Blink-182 dari tiap era, lengkap dengan vibe dan kenapa lagu itu berkesan. Cocok buat nostalgia atau ngenalin ke orang awam yang baru kenal mereka.
Era Awal (1994–1997): Punk Mentah & Humor Absurd
Carousel – Lagu pembuka demo Buddha, penuh energi dan riff cepat.
M+M’s – Lirik tentang cinta remaja yang kacau, khas Blink banget.
Dammit – Anthem patah hati remaja, dengan lirik legendaris: “Well, I guess this is growing up.”
Era MTV & Mainstream (1999–2001): Pop-Punk Meledak
All the Small Things – Lagu paling ikonik, parodi boyband dan cinta sederhana.
What’s My Age Again? – Lagu tentang dewasa yang nggak dewasa, dengan video telanjang lari keliling kota.
First Date – Cerita awkward tapi manis tentang kencan pertama.
The Rock Show – Lagu tentang jatuh cinta di konser, penuh semangat muda.
Stay Together for the Kids – Lagu emosional tentang perceraian orang tua, bikin Blink makin dewasa.
Era Eksperimental (2003–2005): Gelap, Dalam, & Dewasa
Feeling This – Campuran cinta dan nafsu, dengan struktur lagu unik.
I Miss You – Balada haunting tentang kehilangan, dengan lirik: “Don’t waste your time on me, you’re already the voice inside my head.”
Down – Lagu emosional dengan video penuh mantan gangster dan Terry Crews.
Not Now – Lagu tentang kematian dan pengampunan, penuh makna.
Era Reuni & Evolusi (2011–2019): Blink Versi Baru
Up All Night – Lagu comeback setelah hiatus, nuansa gelap dan elektronik.
Bored to Death – Lagu nostalgia dari era Matt Skiba, tetap catchy dan emosional.
Misery – Chorus kontras: “Misery loves company / I don’t need anyone!”—menunjukkan kedewasaan baru.
Era Reuni Klasik (2022–2025): Refleksi & Persahabatan
Edging – Lagu reuni pertama, penuh semangat dan hook kuat.
One More Time – Lagu tentang reuni dan pengampunan, bikin fans lama nangis.
Dance with Me – Lagu kocak dan energik, kembali ke akar punk mereka.
More Than You Know – Lirik introspektif dan riff tajam, bukti mereka masih relevan.
Yup, Matt! Para personel Blink-182 bukan cuma jago bikin lagu—mereka juga punya segudang proyek sampingan dan bisnis kreatif yang bikin mereka tetap produktif di luar band utama. Nih, aku rangkum berdasarkan masing-masing personel:
Tom DeLonge: Dari Punk ke UFO & Bisnis Kreatif
Box Car Racer (2002) – Proyek musik sampingan yang lebih gelap dan emosional, bareng Travis Barker.
Angels & Airwaves (2005–sekarang) – Band eksperimental dengan tema luar angkasa dan spiritualitas.
Travis Barker: Kolaborator Gila & Pebisnis Musik
The Transplants (1999–sekarang) – Supergrup punk/rap bareng Tim Armstrong dari Rancid.
+44 (2005–2009) – Bareng Mark Hoppus setelah Blink vakum.
Label Musik & Produksi – Travis aktif sebagai produser, termasuk buat Machine Gun Kelly, Willow, dan Alkaline Trio.
Bisnis Fashion & Lifestyle – Travis punya clothing line dan sering kolaborasi dengan brand streetwear.
Mark Hoppus: Musik, Podcast, dan Kreativitas
+44 (2005–2009) – Proyek bareng Travis, nuansa lebih gelap dan introspektif.
Simple Creatures (2019–sekarang) – Duo elektro-pop bareng Alex Gaskarth dari All Time Low.
Podcast & Media – Mark aktif di media sosial, pernah punya acara bincang musik dan sering jadi host di acara musik alternatif.
Matt Skiba (Era 2015–2022)
Alkaline Trio (1996–sekarang) – Band utama Matt, dengan nuansa punk yang lebih gelap dan romantis.
Solo Projects – Matt juga punya proyek solo dan kolaborasi dengan musisi lain.
Mereka bahkan pernah bahas ide tur gabungan semua proyek sampingan: Blink-182 + Angels & Airwaves + +44 + Transplants—bayangin betapa gila dan nostalgianya itu!
Tom DeLonge: UFO, Buku, dan Media Sci-Fi
To The Stars Academy – Perusahaan riset dan media yang fokus pada UFO, teknologi futuristik, dan sains. Bahkan sempat kerja sama dengan Pentagon buat rilis video UFO resmi.
To The Stars Media – Produksi buku, film, dan mainan bertema sci-fi. Tom menyebutnya sebagai “Disney versi milenial yang suka alien.”
Penulis Buku – Tom menulis novel fiksi ilmiah dan bahkan buku anak-anak (yang sempat kontroversial karena ada unsur nudity)
Owner brand sepatu;
Macbeth Footwear
Didirikan tahun 2002 oleh Tom DeLonge (gitaris Blink-182) bersama tim kreatif dari dunia musik dan fashion.
Fokus awalnya adalah menciptakan sepatu yang terinspirasi dari budaya musik punk dan alternatif di California Selatan.
Brand ini dikenal dengan desain low-profile, gaya skate, dan banyak produk vegan-friendly.
Gaya & Filosofi
Banyak model seperti Eliot, Langley, dan Anthem yang jadi favorit karena desain simpel tapi edgy.
Macbeth juga aktif berkolaborasi dengan musisi dan seniman, bahkan bikin konser bareng band pop-punk seperti Summerlane.
Bisnis & Distribusi
Awalnya dijual di Amerika dan Eropa, tapi sekarang pasar terbesarnya justru di Asia Tenggara, termasuk Indonesia (Bali), Filipina, dan Malaysia.