Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Berjualan di Shopee semakin kompetitif. Jumlah seller naik dan biaya layanan terus berubah. Jika tidak memahami struktur biaya dengan benar, penjual mudah boncos meskipun penjualan terlihat ramai. Kunci bertahan adalah menghitung margin secara akurat dengan mengacu pada biaya platform yang berlaku. Rangkuman biaya Shopee terbaru yang cukup lengkap dan kredibel. Angka ini dapat dipakai penjual untuk menentukan harga jual yang sehat dan aman.
Margin bukan sekadar harga jual dikurangi harga pokok barang. Dalam konteks Shopee, margin dipengaruhi oleh lima komponen besar:
Ini adalah dasar perhitungan. Isinya:
Tanpa memasukkan biaya ini, margin tampak besar di awal tetapi rapuh saat volume naik.
Mengacu data BigSeller, biaya admin dihitung dari total harga produk yang terjual, dibagi berdasarkan kategori:
Kategori produk menentukan potongan. Penjual harus tahu kategori tepat agar hasil perhitungan tidak meleset.
Mulai 20 Juli 2025 Shopee menambah biaya tetap:
Rp 1.250 per transaksi yang terselesaikan
Biaya ini berlaku untuk:
Artinya semakin banyak pesanan, semakin besar biaya tetap yang harus ditutup margin.
Kisaran 2% dari nilai produk. Shopee memberi batas potongan (sekitar Rp 10.000) tetapi tetap perlu dihitung agar tidak menekan laba.
Kisaran potongan: 0.5% hingga 6%
Besarannya bergantung kelompok seller dan kategori barang.
Jika free ongkir tidak cocok dengan margin, program ini bisa membuat penjual rugi meski traffic naik.
Untuk menjaga margin aman, penjual harus memakai rumus yang memperhitungkan seluruh biaya Shopee.
Rumus aman:
Harga Jual = (HPP + biaya toko + BPP + target margin) / (1 − total persentase potongan)
Di mana:
Rumus ini memastikan harga jual tidak jatuh pada “harga semu” yang sering menipu penjual pemula.
Misalkan Anda menjual produk kategori A sebagai Non-Star Seller:
Anda ikut:
Total potongan = 8% + 2% + 5% = 15%
Masukkan ke rumus:
Harga Jual = (88.000 + 1.250 + 15.000) / (1 − 0.15)
Harga Jual = 104.250 / 0.85
Harga Jual = Rp 122.647 ≈ Rp 123.000
Jika harga jual Anda di bawah Rp 123.000 maka margin Anda terancam boncos.
Ada empat penyebab umum:
Perbedaan 8% dengan 5.75% terlihat kecil, tetapi di volume besar bisa memakan ribuan rupiah per transaksi.
Biaya tetap Rp 1.250 terlihat kecil, tetapi pada 1.000 pesanan, nilainya sudah Rp 1.250.000. Jika margin tipis, ini langsung menggerus laba.
Promo XTRA, Gratis Ongkir, diskon toko, voucher, dan flash sale menurunkan margin bersih secara simultan.
Sering terjadi modal naik, tetapi penjual tidak menyesuaikan harga jual karena takut kehilangan traffic.
Pada akhirnya, “jual laku tapi rugi” bukan hal aneh jika biaya tidak dihitung ketat sejak awal.
Jika produk sering pindah kategori, ambil angka yang lebih tinggi untuk keamanan.
Shopee sering mengubah aturan program dan promo. Perubahan kecil bisa mempengaruhi keuntungan besar.
Ini menutup risiko retur, salah kirim, dan fluktuasi ongkir.
Program traffic tinggi tidak selalu cocok untuk produk margin tipis.
Penjual top tidak menghitung dengan perasaan, tetapi dengan data.
Penentuan margin yang benar adalah fondasi agar bisnis Shopee tidak boncos. Dengan mengacu pada data terkini dari BigSeller, penjual dapat menghitung dengan lebih tepat karena angka potongan yang digunakan sesuai kebijakan 2025. Setelah memahami biaya admin, BPP, promo XTRA, dan gratis ongkir XTRA, penjual dapat menentukan harga jual yang realistis, sehat, dan stabil.
Bisnis yang tidak menghitung margin akan berjalan tanpa arah. Bisnis yang menghitung dengan benar akan tumbuh, walau kompetisi berat. Kuncinya sederhana: pahami biaya, pakai rumus yang tepat, dan evaluasi secara rutin.