Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Sebuah lagu tentang daya tarik mematikan antara glamour dan kehancuran diri—romansa toksik di mana rokok dan sabotase menjadi parfum dari hubungan yang indah sekaligus merusak.
Cigarettes and sabotage
Rokok dan sabotase
Just spell it out for me
C-H-E-M-istry
We’ll keep it squeaky-clean
But where’s the lifetime guarantee?
Cukup eja untukku
C-H-E-M-istry (kimia)
Kita akan menjaganya bersih-bersih
Tapi di mana jaminan seumur hidupnya?
“Cigarettes & Sabotage” memiliki struktur yang lebih kompleks dibanding lagu pop-punk biasa, dengan perubahan dinamika yang mencerminkan ketegangan antara glamour dan kehancuran dalam lirik.
Intro (Atmosferik, mungkin dengan piano/strings):
Am F C G (tempo sedang, moody)
Verse 1 (Vokal intim, instrumentasi minimal):
Am F
It’s okay to have a cry, sis
C G
You were overdue a crisis…
Pre-Chorus (Ketegangan mulai terbangun):
Dm Am
Like the way you say you’ll break my fall
F C
And all the ways you’d promise me you’ll…
Chorus (Eksplosif, energi penuh – “glamour rock”):
F C
Save me
G Am
I don’t think it’s possible lately…
Bridge (Reflektif, lebih lambat):
Dm F
My GPA in life’s a mess
C G
‘Cause I don’t learn my lesson…
Outro (Intens, repetitif – “cigarettes and sabotage”):
Am F C G (berulang dengan intensitas menurun)
“Cigarettes & Sabotage” menggambarkan sebuah hubungan yang secara sadar toksik namun tak tertahankan menariknya—seperti rokok yang kita tahu membunuh tetapi tetap kita hisap. Kombinasi judul itu sendiri merupakan metafora sempurna: rokok (kebiasaan buruk yang elegan, glamour yang merusak) dan sabotase (kehancuran diri yang disengaja).
1. Kesadaran Diri yang Menyiksa
Narator sepenuhnya menyadari dinamika yang tidak sehat: “I’m a long-shot and a bad bet” (aku taruhan panjang dan buruk), “I’m the writing on the wall” (akulah tulisan di dinding—tanda peringatan yang jelas). Bahkan ada pengakuan akademis atas kegagalan belajarnya: “My GPA in life’s a mess / ‘Cause I don’t learn my lesson.” Ini adalah orang yang tahu lebih baik tetapi memilih lebih buruk.
2. Glamour sebagai Perangkap
“Falling for diamonds and decolletage” (Jatuh cinta pada berlian dan garis leher pakaian rendah)—daya tarik permukaan, kemewahan, dan penampilan. Decolletage (garis leher pakaian yang rendah) khususnya menarik karena itu adalah sesuatu yang menggoda, sensual, tetapi hanya permukaan. Ini adalah daya tarik pada penampilan tanpa substansi.
3. Ketidakmungkinan Penyelamatan
Pengulangan “Save me / I don’t think it’s possible lately” adalah pengakuan bahwa tidak ada yang bisa menyelamatkannya dari dinamika ini—bahkan orang yang dia minta untuk menyelamatkannya adalah bagian dari masalah. “There goes my heart on my sleeve” menunjukkan kerentanan yang dengan sengaja dipamerkan meskipun tahu akan disakiti.
4. Permainan Kata-Kata yang Cerdas & Sinis
• “Collaterally righteous” (secara tak langsung benar)—istilah yang biasanya “collateral damage” (kerusakan tak langsung) diubah menjadi “righteous” (benar), menunjukkan pembenaran diri.
• “C-H-E-M-istry” dieja—mengurangi kimia hubungan menjadi sekadar huruf, sesuatu yang mekanis bukan magis.
• “Dead-end could have a nice twist” (jalan buntu bisa memiliki putaran yang bagus)—optimisme sinis tentang situasi tanpa harapan.
5. Dinamika Gender & Saudari (“Sis”)
Penggunaan “sis” (saudari) yang berulang menarik—bisa menunjukkan hubungan persaudaraan/sahabat, atau bisa juga cara berbicara yang khas dengan nada sedikit sinis/sarkastik. Ini menciptakan keintiman sekaligus jarak—seperti seseorang yang peduli tetapi juga bagian dari masalah.
Secara keseluruhan, “Cigarettes & Sabotage” adalah lagu tentang estetisasi kehancuran diri. Ini bukan sekadar hubungan toksik, tetapi hubungan toksik yang dilakukan dengan gaya, dengan kesadaran penuh, dengan elegan seperti menyalakan rokok sambil tahu itu membunuhmu. Lagu ini merayakan glamour dari keputusan buruk, keindahan dalam pilihan yang merusak.
“Cigarettes & Sabotage” kemungkinan merupakan bagian dari album “Everyone’s Talking!” All Time Low. Lagu ini mewakili perkembangan artistik band menuju eksplorasi tema yang lebih kompleks dan nuansa emosional yang lebih gelap.
Narator “Cigarettes & Sabotage” adalah sosok yang kompleks:
Lagu ini membangkitkan gambaran visual yang kuat: