Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low | Track terakhir yang ditambahkan ke album So Wrong, It’s Right (Dirilis 25 September 2007)
Lirik asli bersumber dari Genius.com. Analisis berdasarkan penjelasan langsung Alex Gaskarth tentang makna lagu.
Berikut adalah lirik lengkap beserta terjemahan bahasa Indonesia untuk setiap barisnya.
Come one, come all
Kemarilah, kemarilah semua
You’re just in time to witness my first breakdown
Kalian pas sekali datang untuk menyaksikan kejatuhanku yang pertama
‘Cause there’s a mile gone for every minute passed
Karena setiap menit berlalu seperti satu mil yang hilang
When I’m stuck in this town
Saat aku terjebak di kota ini
I’ve got a bone to pick with you, Mr. DJ
Aku ada urusan denganmu, Tuan DJ
The traffic and the sound is just as bad as it is in LA
Kemacetan dan suaranya sama buruknya seperti di LA
So go on and lock me up, you better throw away that key
Jadi, ayo kuncikan aku, lebih baik kau buang kuncinya
Before I find out where you broadcast from
Sebelum aku tahu di mana kau menyiar
Because your playlist is killing me
Karena daftar putarmu membunuhku
I’ll change that station
Aku akan ganti stasiun itu
Light it up like the 4th of July
Nyalakan seperti Hari Kemerdekaan AS
It’s me, I’m caller fifteen
Ini aku, aku penelpon ke lima belas
Time to play my last request
Saatnya mainkan permintaan terakhirku
Come one, come all
Kemarilah, kemarilah semua
You’re just in time to witness my first breakdown
Kalian pas sekali datang untuk menyaksikan kejatuhanku yang pertama
‘Cause there’s a mile gone for every minute passed
Karena setiap menit berlalu seperti satu mil yang hilang
When I’m wasting space in this town
Saat aku membuang-buang ruang di kota ini
Don’t call the doctors, I don’t need no medication
Jangan panggil dokter, aku tak butuh obat
I just need one more vacation and make it last
Aku hanya butuh satu liburan lagi dan membuatnya bertahan
Hear me out, please, judge and jury
Dengarkan aku, tolong, Hakim dan Juri
I’m an innocent man
Aku pria yang tak bersalah
And it would be such a terrible injustice
Dan itu akan menjadi ketidakadilan yang mengerikan
To put me away without thinking about
Untuk memenjarakanku tanpa memikirkan tentang
All the terrible mistakes
Semua kesalahan mengerikan
That goddamn radio jockey makes
Yang dibuat oleh si penyiar radio terkutuk itu
I swear he’s out to get me
Aku bersumpah dia ingin menangkapku
This broadcast will be your last
Siaran ini akan menjadi yang terakhirmu
I’ve got a bone to pick with you, Mr. DJ
Aku ada urusan denganmu, Tuan DJ
You really ought to lock me up
Kau benar-benar harus mengunciku
Because your playlist is killing me
Karena daftar putarmu membunuhku
Lagu ini mungkin adalah lagu All Time Low dengan premis paling tidak biasa dan gelap. Menurut penjelasan langsung dari vokalis Alex Gaskarth, **”Come One, Come All” adalah lagu tentang pembunuhan seorang DJ**. Ini adalah satire hiperbolik tentang rasa frustrasi yang ekstrem terhadap radio lokal yang monoton.
Dalam sebuah wawancara dengan majalah Alternative Press, Alex Gaskarth secara gamblang menjelaskan inspirasi di balik lagu ini. Saat ditanya tentang “Come One, Come All”, dia menjawab: **”It’s about the murder of a DJ and it’s so random”** (Ini tentang pembunuhan seorang DJ dan itu sangat acak). Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa lagu ini memang dimaksudkan sebagai narasi kriminal yang dibungkus dengan nada pop-punk yang catchy.
Penjelasan ini memberikan konteks yang jelas untuk seluruh lirik. Narator bukan hanya kesal, tetapi benar-benar terdorong hingga ke titik “breakdown” dan merencanakan sebuah kejahatan sebagai bentuk protes akhir terhadap kualitas siaran radio yang menurutnya buruk.
Dengan memahami premis utamanya, setiap bagian lagu menjadi jelas sebagai bagian dari rencana atau pembenaran sang narator:
Di balik plot pembunuhannya yang ekstrem, lagu ini berakar pada pengalaman nyata. Sebagai band yang berasal dari Maryland, All Time Low mungkin menyuarakan kritik terhadap stasiun radio lokal yang dianggap membosankan atau tidak mendukung musik independen. Rasa frustrasi karena “stuck in this town” dan perbandingan dengan “LA” mencerminkan perasaan terperangkap dalam lingkungan yang tidak sesuai selera atau ambisi mereka.
Pada akhirnya, “Come One, Come All” adalah sebuah **cerita fiksi yang dilebih-lebihkan**. Lagu ini mengambil perasaan kesal sehari-hari (pada radio jelek) dan mengembangkannya menjadi fantasi balas dendam yang gelap dan penuh humor, menciptakan kontras yang sengaja dibuat “acak” dan menghibur.