Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low | Title track dari album debut The Party Scene (2005) & EP Put Up or Shut Up (2006)
Lirik asli bersumber dari Genius.com. Terjemahan dari KapanLagi.com. Analisis berdasarkan interpretasi komunitas di SongMeanings.
Berikut adalah lirik lengkap beserta terjemahan bahasa Indonesia untuk setiap barisnya.
Hey, kid, you’ve got a lot of potential
Hei, nak, kamu punya banyak potensi
But I think it’s time to move up, so go on and blow us away with your sound
Tapi aku rasa sudah saatnya untuk naik level, jadi tunjukkan pada kami suara kamu yang luar biasa
Now you’re everything that we’ve come to love
Sekarang kamu adalah segalanya yang telah kami cintai
Taught us to move, now we’ll show it off
Mengajari kami untuk bergerak, jadi kami akan pamerin
Just drop us the beat
Tinggal kasih kami iramanya
Here’s to the fast times, the times we felt alive
Ini untuk masa-masa seru; saat-saat kita merasa hidup
To all the nights that we forgot to get back home
Untuk semua malam yang kita lupa pulang
Stay seventeen
Tetap berusia tujuh belas
The party scene has got the best of me and you
Adegan pesta telah menguasai kita berdua
We’ve got to let this go
Kita harus melepaskan ini
Drink up, last call before the sunrise sets the scene
Minum sampai panggilan terakhir sebelum matahari terbit mengubah suasana
Of empty bottles, heavy hearts, the memories of broken dreams
Botol-botol kosong, hati yang berat, kenangan mimpi yang hancur
We were so tired yet so alive
Kita begitu lelah tapi tetap hidup
Wrapped up in lies like sheets of another one night stand
Terjebak dalam kebohongan seperti seprai dari hubungan semalam
You know you left the girl with nothing but the
Kamu tahu kamu meninggalkan gadis itu dengan hanya
I know she hopes I choke on this last drink
Aku tahu dia berharap aku tersedak dengan minuman terakhir ini
Drop dead before my influence gets to her head
Mati sebelum pengaruhku masuk ke pikirannya
She said, “I’ll love you forever, or find something better
Dia bilang, “Aku akan mencintaimu selamanya, atau menemukan yang lebih baik
It’s all just the same as when we sleep together
Semua ini sama saja seperti saat kita tidur bersama
We wake up with headaches, and trouble remembering what went wrong”
Kita bangun dengan sakit kepala, dan sulit mengingat apa yang salah
Lagu “The Party Scene” bukan sekadar nyanyian pesta. Ia menangkap momen transisi dari masa remaja yang bebas menuju kedewasaan, penuh dengan nostalgia untuk “masa-masa seru” dan pengakuan bahwa fase itu harus berakhir.
Frasa berulang “Stay seventeen” mewakili keinginan untuk membekukan waktu—untuk tetap berada dalam usia remaja di mana tanggung jawab minimal dan kesenangan tampak tak terbatas. Namun, seruan ini terus diimbangi dengan kalimat, “We’ve got to let this go.” Kontradiksi ini adalah inti lagu: sebuah pengakuan pahit bahwa pesta tidak bisa bertahan selamanya, dan akhirnya kita harus “melepaskannya” dan melanjutkan hidup.
Lirik menggambarkan sisi gelap dari kehidupan pesta yang glamor:
Komunitas penggemar sepakat bahwa lagu ini adalah tentang proses tumbuh dewasa dan meninggalkan masa lalu yang tidak sehat. Sebagai lagu pembuka sekaligus judul album debut mereka, “The Party Scene” juga berfungsi sebagai pernyataan misi untuk album itu sendiri—sebuah potret dari budaya dan konflik yang akan dieksplorasi dalam lagu-lagu berikutnya.
Menurut sebuah catatan fansite, Alex Gaskarth sengaja memulai album dengan gagasan “tetap berusia tujuh belas” ini, untuk kemudian menutup album di lagu terakhir dengan frasa “forever seventeen,” menciptakan lingkaran penuh yang menegaskan tema tersebut.