Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low | Single dari album The Party Scene (2005) & EP Put Up or Shut Up (2006)
Lirik asli bersumber dari Genius.com. Analisis berdasarkan interpretasi komunitas di SongMeanings dan data streaming lagu.
Berikut adalah lirik lengkap beserta terjemahan bahasa Indonesia untuk setiap barisnya.
They say I’m never gonna make it out alive
Mereka bilang aku takkan pernah bisa keluar hidup-hidup
Choke on a dirty look, shot down by dirty minds
Tersedak oleh tatapan jahat, ditembak jatuh oleh pikiran kotor
Well, I’m not going down that easy
Yah, aku takkan jatuh semudah itu
No, I’m not giving up this time
Tidak, aku takkan menyerah kali ini
And I’m screaming out, “Break out! Break out!”
Dan aku berteriak, “Keluar! Keluar!”
Tonight we’re taking names and we’re burning bridges to the ground
Malam ini kita mencatat nama dan membakar jembatan sampai habis
Well, I’ve waited my whole life for one night
Yah, aku telah menunggu seumur hidupku untuk satu malam
To burn this city down
Untuk membakar kota ini
I am the victim of your constant ridicule
Aku adalah korban dari olokanmu yang terus-menerus
Because I’m not the perfect image of your after-school cool
Karena aku bukan gambaran sempurna dari kerenmu sepulang sekolah
Well, I’m not going down that easy
Yah, aku takkan jatuh semudah itu
No, I’m not giving up this time
Tidak, aku takkan menyerah kali ini
This is my war, this is my fight
Ini perangku, ini pertarunganku
And I’m screaming for my life
Dan aku berteriak untuk hidupku
This is my war, this is my fight
Ini perangku, ini pertarunganku
And I’m screaming for my life
Dan aku berteriak untuk hidupku
*(Chorus dan Bridge diulangi hingga lagu berakhir)
“Break Out! Break Out!” adalah sebuah anthem (lagu pembangkit semangat) tentang pemberontakan, ketahanan diri, dan tekad untuk melawan segala bentuk penindasan atau pengekangan. Lagu ini menangkap semangat untuk membebaskan diri dari ekspektasi dan tekanan sosial, terutama di masa remaja.
Lirik lagu dengan jelas menempatkan narator sebagai “korban” dari “olokan yang terus-menerus” dan “tatapan jahat”. Dia merasa ditolak karena tidak sesuai dengan “gambaran sempurna” dari apa yang dianggap “keren”. Ini adalah pengalaman yang sangat umum di sekolah menengah, di mana tekanan untuk konformitas sangat tinggi. Namun, narator menolak untuk “jatuh semudah itu” dan menyatakan tekadnya untuk “tidak menyerah”.
Metafora yang digunakan dalam chorus sangat kuat. “Membakar jembatan” adalah ungkapan yang berarti memutuskan semua hubungan dengan masa lalu secara permanen, tanpa kesempatan untuk kembali. Ini adalah tindakan pembebasan diri yang radikal. Keinginan untuk “membakar kota ini” adalah perpanjangan dari metafora ini—bukan hasrat untuk kekerasan nyata, tetapi sebuah pernyataan simbolis tentang keinginan untuk menghancurkan sistem, lingkungan, atau norma-norma yang mengekang dan menindas.
Bagian bridge mengulangi frasa “This is my war, this is my fight”. Pengulangan ini mengubah konflik dari sesuatu yang eksternal menjadi perjuangan pribadi yang dimiliki sepenuhnya oleh sang narator. Ini bukan lagi tentang melawan seseorang, tetapi tentang memperjuangkan haknya untuk eksis, untuk menjadi dirinya sendiri, dan untuk “berteriak demi hidupnya”. Ini memberikan lagu rasa urgensi dan kepentingan yang sangat personal.
Secara keseluruhan, “Break Out! Break Out!” adalah seruan untuk pemberontakan dan pembebasan diri. Lagu ini memberdayakan pendengarnya yang mungkin merasa terasing atau tertekan untuk bangkit, menyuarakan perlawanan, dan secara simbolis “membakar” batasan-batasan yang membelenggu mereka.