Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low | Track ke-6 dari album The Party Scene (2005)
Lirik asli bersumber dari Genius.com. Analisis berdasarkan diskusi komunitas penggemar dan interpretasi lirik.
Berikut adalah lirik lengkap beserta terjemahan bahasa Indonesia untuk setiap barisnya.
I couldn’t get to sleep last night
Aku tak bisa tidur tadi malam
Eyes wide open, my mind racing as the clock struck midnight
Mata terbuka lebar, pikiranku berpacu saat jam menunjukkan tengah malam
And every time I closed my eyes
Dan setiap kali aku menutup mataku
I saw your face and heard you say, “Merry Christmas”
Aku melihat wajahmu dan mendengarmu berkata, “Selamat Natal”
I wrote it down on a Christmas card
Aku menulisnya di kartu Natal
Things I should have said when you were breaking my heart
Hal-hal yang seharusnya aku katakan saat kau menghancurkan hatiku
In red and green, my words can’t be seen
Dengan warna merah dan hijau, kata-kataku tak bisa dilihat
And I’ll mail it out to you by New Year’s Eve
Dan aku akan mengirimkannya padamu sebelum Malam Tahun Baru
I ripped you out of all the photographs
Aku mencabutmu dari semua foto
Left all the empty frames and walked away from the past
Meninggalkan semua bingkai kosong dan berjalan menjauh dari masa lalu
And you can’t expect me just to smile and say
Dan kau tak bisa mengharapkanku hanya tersenyum dan berkata
That this will be the best holiday
Bahwa ini akan menjadi liburan terbaik
And all I wanted was to forget your name
Dan semua yang kuinginkan adalah melupakan namamu
Erase you from my mind, and put the fire out on this flame
Menghapusmu dari pikiranku, dan memadamkan api ini
So I’ll be mailing this letter, hoping it gets there too late
Jadi aku akan mengirim surat ini, berharap surat itu sampai terlalu terlambat
Berbeda dari lagu-lagu tema pesta di album The Party Scene, “Noel” adalah sebuah balada tentang patah hati yang berlangsung tepat pada musim liburan. Lagu ini menangkap ironi pahit merayakan Natal—waktu yang seharusnya penuh suka cita dan kedamaian—sambil berduka atas akhir sebuah hubungan.
Lagu ini mendapatkan kekuatannya dari kontras yang kuat. Gambaran-gambaran Natal yang cerah (“Merry Christmas”, “red and green”, “Christmas card”, “holiday”) ditempatkan berdampingan dengan ekspresi rasa sakit yang mendalam (“breaking my heart”, “empty frames”, “put the fire out”). Narator terjebak antara tekanan sosial untuk bahagia (“you can’t expect me just to smile”) dan kenyataan emosionalnya yang hancur. Ironi ini membuat kesedihannya terasa lebih menusuk.
Narator melakukan serangkaian tindakan fisik yang simbolis untuk mencoba mengatasi rasa sakitnya:
Tindakan-tindakan ini, meski terasa dramatis, sangat relatable bagi siapa saja yang pernah berusaha menghapus kenangan seseorang.
Latar waktu—”tengah malam” pada Malam Natal—memperkuat perasaan kesepian. Saat dunia mungkin tertidur atau merayakan bersama keluarga, dia terjaga sendirian, dihantui oleh kenangan (“setiap kali aku menutup mataku, aku melihat wajahmu”). Lagu ini menangkap perasaan terisolasi yang bisa muncul selama liburan ketika seseorang mengalami kehilangan atau patah hati, menjadikannya lagu yang sangat emosional dan sesuai dengan suasana hati tertentu.
Secara keseluruhan, “Noel” adalah lagu yang sederhana namun efektif tentang bagaimana kesedihan pribadi dapat bertabrakan dengan dan diperparah oleh ekspektasi kebahagiaan kolektif, menciptakan pengalaman liburan yang pahit dan tak terlupakan.