Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low | Track dari album Dirty Work (2011)
Lirik asli bersumber dari Genius.com. Terjemahan didasarkan pada sumber yang relevan, dan analisis merangkum interpretasi komunitas penggemar.
Konteks Lagu: Lagu yang lebih lambat dan intim ini dari album Dirty Work menceritakan perasaan cinta yang terpendam dan keputusan sadar untuk menjaga seseorang tetap sebagai “lamunan” daripada menghadapi risiko kehilangan dalam kenyataan.
I wish you could see your face right now
Andai bisa kau lihat wajahmu sendiri saat ini
‘Cause you’re grinning like a fool
Karena kau sedang tersenyum seperti orang gila
And we’re sitting on your kitchen floor
Dan kita duduk di lantai dapurmu
On a Tuesday afternoon
Di hari Selasa sore
It doesn’t matter when we get back
Tak masalah ketika kita kembali
To doing what we do
Tuk lakukan apa yang biasa kita lakukan
‘Cause right now could last forever
Karena saat ini bisa abadi selamanya
Just as long as I’m with you
Selama aku masih bersamamu
You’re just a daydream away
Engkau hanya ada dalam lamunan
I wouldn’t know what to say if I had you
Aku takkan tahu yang harus kukatakan andai aku bertemu denganmu
And I’ll keep you a daydream away
Dan kan kubiarkan kau tetap dalam lamunan
Just watch from a safe place
Hanya melihat dari tempat aman
So I never have to lose
Sehingga aku tak pernah harus kalah
“We never stood a chance out there / Shooting love in real-time / So we’ll take it over ice tonight / With a little salt / And a little lime”
“Kita tak pernah bisa bertahan / Jalani cinta dalam kenyataan / Maka kita kan mendinginkannya malam ini / Dengan sedikit garam / Dan sedikit limau”
Metafora “mendinginkan cinta seperti minuman dengan garam dan limau” mencerminkan penerimaan pahit sekaligus usaha untuk membuat situasi yang menyakitkan lebih bisa ditelan.
Lagu ini dibuka dengan gambaran keintiman yang sangat personal: duduk di lantai dapur pada Selasa sore. Saat-saat biasa namun sangat berarti ini digambarkan sebagai momen yang “could last forever“. Namun, keintiman ini bukanlah sebuah hubungan romantis yang diakui, melainkan sebuah ruang “aman” dalam persahabatan. Sang narator merasa paling nyaman dan bahagia justru dalam batasan ini, di mana tidak ada tuntutan atau risiko hubungan yang lebih dalam.
Judul dan chorus lagu ini mengandung paradoks yang menyentuh. “Daydream” (lamunan) mewakili fantasi dan harapan tentang hubungan yang lebih dalam. Namun, frasa kunci “keep you a daydream away” dan “watch from a safe place” mengungkapkan keputusan sadar narator untuk secara sengaja menjaga jarak emosional. Dia memilih untuk mengagumi dari jauh, “di tempat yang aman”, karena percaya bahwa dengan tidak pernah benar-benar “memiliki”, dia juga “never have to lose“. Ini adalah mekanisme pertahanan terhadap rasa sakit potensial penolakan atau kegagalan hubungan.
Bagian bridge adalah klimaks emosional sekaligus titik penerimaan. Narator mengakui dengan jujur: “We never stood a chance out there / Shooting love in real-time“. Pernyataan ini bisa diartikan sebagai kesadaran bahwa hubungan mereka (apapun bentuknya) terlalu rapuh untuk bertahan di dunia nyata (“real-time”) yang penuh konflik, komitmen, dan penilaian orang lain. Solusinya adalah “take it over ice tonight“—sebuah metafora untuk mendinginkan perasaan, mungkin dengan alkohol (“salt and lime”), dan mengurungnya dalam ruang lamunan yang sama.
Komunitas penggemar memiliki beragam interpretasi yang memperkaya makna lagu ini:
Intinya, lagu ini menangkap universalitas perasaan lebih memilih fantasi yang aman daripada realitas yang berisiko.