Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low | Single kedua dari album Don’t Panic (2012)
Lirik asli dari Genius.com. Analisis berdasarkan penjelasan Alex Gaskarth dan resepsi kritikus.
Konteks Utama: Lagu ini menggunakan alusi mendalam pada Peter Pan karya J.M. Barrie sebagai metafora untuk menolak kedewasaan dan merindukan masa muda yang abadi. Alex Gaskarth menyebut lagu ini sebagai salah satu “lagu yang tak terbantahkan dari All Time Low“.
Say goodbye to the halls and the classes
Ucapkan selamat tinggal pada lorong dan ruang kelas
Say hello to a job and the taxes
Ucapkan halo pada pekerjaan dan pajak
The weekends with old friends spilling into 9 to 5 routine
Akhir pekan bersama teman lama larut dalam rutinitas 9 to 5
Tell me how you feel over and done with
Katakan padaku bagaimana kau merasa selesai dan lelah
Like your life is a map with no compass to guide
Seperti hidupmu adalah peta tanpa kompas penunjuk
At the bar drinking way too much, we sing along to “Forever Young”
Di bar minum terlalu banyak, kita bernyanyi bersama “Forever Young”
Wendy run away with me
Wendy, larilah bersamaku
I know I sound crazy, don’t you see what you do to me?
Aku tahu ini terdengar gila, takkah kau lihat apa yang kau lakukan padaku?
I wanna be your lost boy, your last chance, a better reality
Aku ingin menjadi anak hilangmu, kesempatan terakhirmu, realitas yang lebih baik
Wendy we can get away
Wendy, kita bisa melarikan diri
I promise if you’re with me, say the word and we’ll find a way
Aku janji jika kau bersamaku, ucapkan saja dan kita akan temukan jalan
I can be your lost boy, your last chance, your “everything better” plan
Aku bisa jadi anak hilangmu, kesempatan terakhirmu, rencana “segala sesuatu yang lebih baik”mu
Oh, somewhere in Neverland
Oh, di suatu tempat di Neverland
We’ll start a life of the plain and the simple
Kita akan memulai hidup yang polos dan sederhana
Of great times with far better people
Tentang saat-saat indah dengan orang yang jauh lebih baik
And weekends with our friends laughing ‘bout the wine that stains their teeth
Dan akhir pekan bersama teman tertawa tentang anggur yang menodai gigi mereka
We’ll talk about how your parents separated and how you don’t wanna make the same mistakes
Kita akan bicara tentang bagaimana orang tuamu berpisah dan bagaimana kau tak ingin ulangi kesalahan yang sama
I’ll say it’s all about stickin’ it out and trying to feel forever young
Aku akan bilang ini semua tentang bertahan dan berusaha merasa selamanya muda
*Terjemahan dibuat untuk menangkap makna dan nuansa puitis, bukan terjemahan kata-per-kata yang kaku.
Lagu ini membuka dengan gambaran getir tentang kehidupan dewasa konvensional. Lirik “job and the taxes” serta rutinitas “9 to 5” melambangkan beban tanggung jawab yang membosankan dan menjemukan. Narator merasa “over and done with” dan kehilangan arah, digambarkan dengan metafora “a map with no compass“. Mereka mencari pelarian sementara di bar dengan bernyanyi “Forever Young“, yang secara ironis justru menyoroti keinginan terdalam mereka untuk melawan arus penuaan dan tanggung jawab.
Seluruh lagu dibangun di atas metafora yang kuat dari kisah Peter Pan karya J.M. Barrie.
Lagu ini menangkap ambivalensi yang khas masa transisi. Di satu sisi, ada fantasi kuat untuk “run away” dan memulai dari awal. Namun, di verse 2, narator juga mengakui pentingnya “stickin’ it out“—bertahan dan berusaha melewati kesulitan. “Neverland” di sini mungkin bukan tentang melarikan diri secara fisik selamanya, melainkan tentang menemukan ruang mental atau hubungan di mana semangat “forever young“—rasa ingin tahu, kebebasan, dan kegembiraan—dapat dipertahankan di tengah tuntutan dunia dewasa. Ini adalah pencarian keseimbangan, bukan penolakan total.
Vokalis Alex Gaskarth sendiri menempatkan lagu ini pada posisi yang sangat khusus dalam diskografi All Time Low. Dia menyebut “Somewhere in Neverland” sebagai “one of those undeniable All Time Low songs” dan menyamakannya dengan lagu ikonik mereka seperti “Dear Maria, Count Me In” dan “Weightless“. Pernyataan ini menegaskan bahwa lagu ini dianggap mewakili esensi terbaik dari penulisan lagu dan daya tarik band—mampu menggabungkan hook yang catchy dengan lirik relatable yang penuh metafora cerdas tentang pengalaman universal menghadapi kedewasaan.