Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low | Single kedua dari album Don’t Panic (Dirilis: 28 Agustus 2012)
Lirik asli dari Genius.com dan Situs Resmi. Terjemahan dan analisis berdasarkan penafsiran lirik dan konteks lagu.
Konteks Utama: “For Baltimore” menangkap momen magis dan spontan dalam sebuah kencan di kota Baltimore. Lagu ini tentang keinginan untuk membekukan waktu, menciptakan kenangan yang sempurna bersama seseorang yang spesial, dan menjadikan kota sebagai saksi bisu dari kisah cinta tersebut. Nuansanya penuh kegelisahan romantis, kepastian yang tiba-tiba, dan keinginan untuk hidup sepenuhnya di momen tersebut.
Mayday, situation overload
Sinyal bahaya, situasi di luar kendali
I’m restless, obsessed with your future
Aku gelisah, terobsesi dengan masa depanmu
And all my worries they don’t bother you
Dan semua kekhawatiranku tak mengganggumu
Collected, you render me useless
Tenang, kau membuatku tak berguna
But I carry on
Tapi aku terus melangkah
Right now, I think that you think that I’m
Saat ini, kurasa kamu pikir aku
Half drunk, searching for something of substance
Setengah mabuk, mencari sesuatu yang berarti
Casually dropping a line, designed to keep you next to me
Santai mengucapkan rayuan, dirancang untuk membuatmu tetap di sampingku
I can’t awkwardly craft in advance
Aku tak bisa merancangnya dengan canggung terlebih dahulu
I know that you wouldn’t fall for that
Aku tahu kau takkan tertipu oleh itu
You say “Shut up and take my hand”
Kau berkata “Diam dan genggam tanganku”
And we carry on
Dan kita terus melangkah
I don’t wanna say goodnight
Aku tak ingin mengucapkan selamat malam
The city comes alive, when we’re together
Kota ini hidup, saat kita bersama
Why can’t Thursday last forever?
Mengapa Kamis tak bisa bertahan selamanya?
I don’t wanna say goodnight
Aku tak ingin mengucapkan selamat malam
I’ve never been so sure
Aku belum pernah seyakin ini
Just do it for the memories
Lakukan saja untuk kenangan
Do it for Baltimore, and do it for me
Lakukan untuk Baltimore, dan lakukan untukku
Hot damn, look at me now
Sial, lihat aku sekarang
I’m all caught up riding the high of my good luck
Aku terseret dalam euforia keberuntunganku
Casually dropping a line, designed to keep you next to me
Santai mengucapkan rayuan, dirancang untuk membuatmu tetap di sampingku
I bet you never thought you would fall again
Taruhannya kau tak pernah menyangka akan jatuh cinta lagi
So much for keeping this just friends
Sudahlah untuk tetap berteman saja
Shut up and kiss me now, and we carry on
Diam dan cium aku sekarang, dan kita terus melangkah
*Terjemahan dibuat untuk menangkap makna, nuansa, dan gaya bahasa lirik, bukan terjemahan harfiah kata-per-kata.
Lagu ini dibuka dengan kegelisahan dan kekacauan batin. Sang narator merasa “overload”, gelisah memikirkan masa depan, dan merasa “useless” di hadapan ketenangan pasangannya. Ini adalah penggambaran sempurna perasaan canggung, gugup, dan tidak pasti di awal suatu hubungan atau kencan. Namun, frasa “But I carry on” menjadi mantra pengulangan yang menunjukkan tekad untuk melampaui keraguan diri ini dan terjun ke dalam momen tersebut.
Narator mengaku sedang mencoba merayu (“casually dropping a line”) tetapi juga sadar betapa canggung dan transparannya upaya itu. Keajaiban terjadi justru ketika pasangannya memotong semua kegelisahan itu dengan perintah sederhana yang penuh kepastian: “Shut up and take my hand” (di Verse 1) dan “Shut up and kiss me now” (di Verse 2). Ini adalah klimaks emosional bait-bait tersebut. Perintah “diam” bukan berarti kasar, melainkan ajakan untuk berhenti berpikir berlebihan dan membiarkan perasaan serta momen yang terjadi berbicara. Ini mengubah dinamika dari “aku mencoba menahammu” menjadi “kita bersama-sama menjalani ini”.
Chorus adalah inti dari pesan lagu. Keinginan kuat untuk tidak mengakhiri malam (“I don’t wanna say goodnight“) dan permohonan agar waktu berhenti (“Why can’t Thursday last forever?“) adalah perasaan universal. Uniknya, di sini kota Baltimore tidak hanya sekadar latar belakang. Kota itu “comes alive” (hidup) karena kehadiran mereka bersama. Baltimore berubah dari sekadar tempat geografis menjadi entitas hidup yang menyaksikan dan menjadi bagian dari cinta mereka. Oleh karena itu, ajakan “Do it for the memories, Do it for Baltimore, and do it for me” memiliki lapisan makna: ciptakan kenangan indah ini untuk kita, untuk mengabadikannya dalam identitas kota ini, dan sebagai bukti cinta kita.
Pada intinya, “For Baltimore” adalah lagu cinta yang modern dan jujur. Lagu ini tidak berbicara tentang cinta yang sempurna dan mulus, tetapi tentang cinta yang lahir dari kecemasan, rayuan yang kikuk, dan keberanian untuk menerima kepastian yang ditawarkan orang lain. Lagu ini merayakan spontanitas (“I can’t awkwardly craft in advance“) dan euforia menemukan seseorang yang menghentikan semua pikiran overthinking kita. Dengan menyematkan nama kota asal mereka, All Time Low mengangkat pengalaman personal (berkencan di Baltimore) menjadi lagu anthem yang bisa dirasakan oleh siapa pun yang pernah ingin sebuah malam bersama orang spesial tidak pernah berakhir.