Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low | Single kedua dari album Future Hearts (Dirilis: 9 Maret 2015)
Lirik asli dari Genius.com . Makna lagu berdasarkan wawancara Alex Gaskarth dengan Kerrang! dan Fuse .
Konteks Utama: “Kids in the Dark” adalah single kedua dari album Future Hearts (2015). Vokalis Alex Gaskarth menyebut lagu ini sebagai salah satu favoritnya yang langsung mendapat sambutan hangat dari penggemar . Lagu ini memiliki tema yang mirip dengan “Something’s Gotta Give”, yaitu tentang bangkit dari kesulitan, namun dengan penekanan pada kekuatan kebersamaan dan komunitas.
Here we are at the end of the road
Di sinilah kita, di ujung jalan
A road that’s quietly caving in
Jalan yang perlahan runtuh
Come too far to pretend that we don’t
Terlalu jauh untuk berpura-pura tidak
We don’t miss where we started
Kita tidak merindukan tempat kita berawal
Looking back, I see a setting sun
Menoleh ke belakang, kulihat matahari terbenam
And watch my shadow fade into the floor
Dan menyaksikan bayanganku memudar ke lantai
I am left standing on the edge
Aku tertinggal berdiri di tepian
Wondering how we got this far, how we got this far
Bertanya-tanya bagaimana kita sampai sejauh ini, bagaimana kita sampai sejauh ini
They left us alone, the kids in the dark
Mereka meninggalkan kita sendirian, anak-anak dalam kegelapan
To burn out forever, or light up a spark
Untuk padam selamanya, atau menyalakan percikan api
We come together, state of the art
Kita bersatu, yang paling mutakhir
We’ll never surrender, the kids in the dark
Kita takkan pernah menyerah, anak-anak dalam kegelapan
So let the world sing, “What a shame! Hey! What a shame! Hey!”
Jadi biarkan dunia bernyanyi, “Sungguh memalukan! Hei! Sungguh memalukan! Hei!”
Beautiful scars on critical veins
Luka yang indah di pembuluh darah yang kritis
Here we are at the top of the hill
Di sinilah kita, di puncak bukit
A hill that’s quietly crumbling
Bukit yang perlahan runtuh
Been a while since you dressed for the kill
Sudah lama sejak kau bersiap untuk membunuh
The kill that sent me tumbling
Pembunuhan yang membuatku terjungkal
Looking up, I see a falling star
Mendongak, kulihat bintang jatuh
And watch its fire burn into the floor
Dan menyaksikan apinya membakar lantai
And I am left standing on the edge
Dan aku tertinggal berdiri di tepian
Wondering why we fall so hard, why we fall so hard
Bertanya-tanya mengapa kita terjatuh begitu keras, mengapa kita terjatuh begitu keras
*Terjemahan dibuat untuk menangkap makna dan semangat lagu. Sumber lirik: Genius.com .
Alex Gaskarth secara gamblang menjelaskan makna lagu ini dalam wawancara dengan Kerrang!: “This song is the opposite side of ‘Kicking & Screaming.’ If people are going to leave us alone and let us do our thing, then we’re going to make the most of it” (Lagu ini adalah sisi berlawanan dari ‘Kicking & Screaming.’ Jika orang-orang akan meninggalkan kami sendiri dan membiarkan kami melakukan hal kami, maka kami akan memanfaatkannya sebaik-baiknya) . Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa lagu ini “for anyone that’s had people turn their backs on them. It’s almost throwing it back in our faces” (untuk siapa saja yang pernah dikhianati orang. Ini seperti melemparkan kembali pengkhianatan itu ke wajah mereka) . “Kids in the Dark” adalah sebuah respons terhadap mereka yang meragukan atau meninggalkan band, sekaligus pernyataan bahwa mereka akan tetap kuat dan sukses justru karena ditinggalkan sendirian.
Judul lagu itu sendiri adalah sebuah metafora yang kuat. “The kids in the dark” mewakili mereka yang terpinggirkan, diabaikan, atau diremehkan—baik itu band itu sendiri maupun komunitas penggemar mereka yang setia. Metafora ini mendapatkan dimensi fisik dalam video musiknya, di mana All Time Low secara khusus mengundang anggota fan club mereka untuk berpartisipasi, karena ingin menangkap reaksi autentik dari orang-orang yang “know and love the songs” . Ini bukan sekadar kiasan; ini adalah pengakuan bahwa kekuatan mereka berasal dari komunitas yang dibangun bersama para penggemar. Pilihan antara “burn out forever, or light up a spark” adalah pilihan antara pasrah atau bangkit, dan lagu ini dengan tegas memilih yang kedua.
Jika “Something’s Gotta Give” (single pertama dari album yang sama) berfokus pada perjuangan individu yang merasa terjebak (“I’m sinking”), maka “Kids in the Dark” menggeser fokusnya ke kekuatan kolektif. Alex Gaskarth sendiri menegaskan perbedaan dan hubungan ini: “The idea of it is that we’re all in this together. We can overcome all those things together” . Verse-verse lagu ini memang penuh dengan gambaran keputusasaan pribadi (“standing on the edge”) dan pengkhianatan (“the kill that sent me tumbling”). Namun, chorus selalu kembali pada kata ganti “We“—”We come together“, “We’ll never surrender“. Peralihan dari “I” ke “We” inilah yang menjadi inti lagu: penderitaan mungkin dialami secara personal, tetapi keselamatan dan kekuatan ditemukan dalam persatuan.
Salah satu baris lirik yang paling puitis dan sering dibahas adalah “Beautiful scars on critical veins“. Ini adalah metafora yang kompleks. “Scars” (luka) mewakili pengalaman menyakitkan dan kegagalan masa lalu. “Critical veins” bisa diartikan sebagai hal-hal yang sangat vital, esensial, atau rapuh dalam hidup seseorang—seperti hasrat, kreativitas, atau hubungan. Dengan menyatukan keduanya, lagu ini menyatakan bahwa luka-luka yang kita terima justru menjadi bagian dari keindahan dan kekuatan kita saat ini. Luka itu “indah” karena membentuk kita, membuat kita tangguh, dan menjadi bukti bahwa kita telah melewati sesuatu yang “kritis”. Ini adalah pesan penerimaan diri dan kebanggaan atas perjalanan yang telah dilalui, betapa pun berlikunya.