Makna Lagu All Time Low - Kids in the Dark

Makna Lagu All Time Low Kids in the Dark – Lirik & Terjemahan

“Kids in the Dark”

All Time Low | Single kedua dari album Future Hearts (Dirilis: 9 Maret 2015)

Lirik asli dari Genius.com . Makna lagu berdasarkan wawancara Alex Gaskarth dengan Kerrang! dan Fuse .

🎵 Lirik Asli & Terjemahan Indonesia

Konteks Utama: “Kids in the Dark” adalah single kedua dari album Future Hearts (2015). Vokalis Alex Gaskarth menyebut lagu ini sebagai salah satu favoritnya yang langsung mendapat sambutan hangat dari penggemar . Lagu ini memiliki tema yang mirip dengan “Something’s Gotta Give”, yaitu tentang bangkit dari kesulitan, namun dengan penekanan pada kekuatan kebersamaan dan komunitas.

[Verse 1]
Bait Pertama – Refleksi di Ujung Jalan

Here we are at the end of the road
Di sinilah kita, di ujung jalan

A road that’s quietly caving in
Jalan yang perlahan runtuh

Come too far to pretend that we don’t
Terlalu jauh untuk berpura-pura tidak

We don’t miss where we started
Kita tidak merindukan tempat kita berawal

Looking back, I see a setting sun
Menoleh ke belakang, kulihat matahari terbenam

And watch my shadow fade into the floor
Dan menyaksikan bayanganku memudar ke lantai

I am left standing on the edge
Aku tertinggal berdiri di tepian

Wondering how we got this far, how we got this far
Bertanya-tanya bagaimana kita sampai sejauh ini, bagaimana kita sampai sejauh ini

[Chorus]
Reff (Inti & Semboyan Persatuan)

They left us alone, the kids in the dark
Mereka meninggalkan kita sendirian, anak-anak dalam kegelapan

To burn out forever, or light up a spark
Untuk padam selamanya, atau menyalakan percikan api

We come together, state of the art
Kita bersatu, yang paling mutakhir

We’ll never surrender, the kids in the dark
Kita takkan pernah menyerah, anak-anak dalam kegelapan

So let the world sing, “What a shame! Hey! What a shame! Hey!”
Jadi biarkan dunia bernyanyi, “Sungguh memalukan! Hei! Sungguh memalukan! Hei!”

Beautiful scars on critical veins
Luka yang indah di pembuluh darah yang kritis

[Verse 2]
Bait Kedua (Pengkhianatan & Jatuh)

Here we are at the top of the hill
Di sinilah kita, di puncak bukit

A hill that’s quietly crumbling
Bukit yang perlahan runtuh

Been a while since you dressed for the kill
Sudah lama sejak kau bersiap untuk membunuh

The kill that sent me tumbling
Pembunuhan yang membuatku terjungkal

Looking up, I see a falling star
Mendongak, kulihat bintang jatuh

And watch its fire burn into the floor
Dan menyaksikan apinya membakar lantai

And I am left standing on the edge
Dan aku tertinggal berdiri di tepian

Wondering why we fall so hard, why we fall so hard
Bertanya-tanya mengapa kita terjatuh begitu keras, mengapa kita terjatuh begitu keras

*Terjemahan dibuat untuk menangkap makna dan semangat lagu. Sumber lirik: Genius.com .

💡 Makna Lagu: Anthem Persatuan melawan Pengkhianatan

1

Penjelasan Langsung dari Band: Balas Dendam atas Pengkhianatan

Alex Gaskarth secara gamblang menjelaskan makna lagu ini dalam wawancara dengan Kerrang!: “This song is the opposite side of ‘Kicking & Screaming.’ If people are going to leave us alone and let us do our thing, then we’re going to make the most of it” (Lagu ini adalah sisi berlawanan dari ‘Kicking & Screaming.’ Jika orang-orang akan meninggalkan kami sendiri dan membiarkan kami melakukan hal kami, maka kami akan memanfaatkannya sebaik-baiknya) . Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa lagu ini “for anyone that’s had people turn their backs on them. It’s almost throwing it back in our faces” (untuk siapa saja yang pernah dikhianati orang. Ini seperti melemparkan kembali pengkhianatan itu ke wajah mereka) . “Kids in the Dark” adalah sebuah respons terhadap mereka yang meragukan atau meninggalkan band, sekaligus pernyataan bahwa mereka akan tetap kuat dan sukses justru karena ditinggalkan sendirian.

2

Metafora “The Kids in the Dark”: Komunitas yang Terpinggirkan tapi Solid

Judul lagu itu sendiri adalah sebuah metafora yang kuat. “The kids in the dark” mewakili mereka yang terpinggirkan, diabaikan, atau diremehkan—baik itu band itu sendiri maupun komunitas penggemar mereka yang setia. Metafora ini mendapatkan dimensi fisik dalam video musiknya, di mana All Time Low secara khusus mengundang anggota fan club mereka untuk berpartisipasi, karena ingin menangkap reaksi autentik dari orang-orang yang “know and love the songs” . Ini bukan sekadar kiasan; ini adalah pengakuan bahwa kekuatan mereka berasal dari komunitas yang dibangun bersama para penggemar. Pilihan antara “burn out forever, or light up a spark” adalah pilihan antara pasrah atau bangkit, dan lagu ini dengan tegas memilih yang kedua.

3

Tema Kebersamaan vs. Keputusasaan Individu

Jika “Something’s Gotta Give” (single pertama dari album yang sama) berfokus pada perjuangan individu yang merasa terjebak (“I’m sinking”), maka “Kids in the Dark” menggeser fokusnya ke kekuatan kolektif. Alex Gaskarth sendiri menegaskan perbedaan dan hubungan ini: “The idea of it is that we’re all in this together. We can overcome all those things together” . Verse-verse lagu ini memang penuh dengan gambaran keputusasaan pribadi (“standing on the edge”) dan pengkhianatan (“the kill that sent me tumbling”). Namun, chorus selalu kembali pada kata ganti “We“—”We come together“, “We’ll never surrender“. Peralihan dari “I” ke “We” inilah yang menjadi inti lagu: penderitaan mungkin dialami secara personal, tetapi keselamatan dan kekuatan ditemukan dalam persatuan.

4

Keindahan dalam Luka: “Beautiful Scars on Critical Veins”

Salah satu baris lirik yang paling puitis dan sering dibahas adalah “Beautiful scars on critical veins“. Ini adalah metafora yang kompleks. “Scars” (luka) mewakili pengalaman menyakitkan dan kegagalan masa lalu. “Critical veins” bisa diartikan sebagai hal-hal yang sangat vital, esensial, atau rapuh dalam hidup seseorang—seperti hasrat, kreativitas, atau hubungan. Dengan menyatukan keduanya, lagu ini menyatakan bahwa luka-luka yang kita terima justru menjadi bagian dari keindahan dan kekuatan kita saat ini. Luka itu “indah” karena membentuk kita, membuat kita tangguh, dan menjadi bukti bahwa kita telah melewati sesuatu yang “kritis”. Ini adalah pesan penerimaan diri dan kebanggaan atas perjalanan yang telah dilalui, betapa pun berlikunya.

📌 Fakta, Video Klip, & Sambutan Penggemar

📀 Detail Rilis & Pencapaian

  • Single kedua dari album Future Hearts, dirilis 9 Maret 2015 .
  • Album Future Hearts sendiri dirilis pada 7 April 2015 oleh Hopeless Records .
  • Lagu ini langsung menduduki #1 di Billboard’s Trending 140 dan #21 di chart iTunes worldwide setelah dirilis .
  • Alex Gaskarth menyebutnya sebagai salah satu lagu favoritnya yang langsung terhubung dengan penggemar .

🎬 Video Musik yang Melibatkan Penggemar

  • Band secara khusus mengajak anggota fan club mereka untuk menjadi figuran dalam video musik .
  • Gitaris Jack Barakat menjelaskan: “When you’re filming a video, you want to have the most genuine reaction from fans” .
  • Ini menegaskan tema kebersamaan dalam lagu dan komitmen band terhadap komunitas inti penggemar mereka.

🤝 Tema yang Menyatukan dengan Pendengar

  • Lagu ini diakui sebagai anthem bagi mereka yang pernah merasa dikhianati atau diabaikan .
  • Menawarkan pesan pemberdayaan melalui persatuan, berbeda dengan fokus pada perjuangan individu di single sebelumnya.
  • Metafora “kids in the dark” telah diadopsi oleh penggemar sebagai identitas yang membanggakan.

Lirik asli dari Genius.com . Analisis berdasarkan penjelasan Alex Gaskarth di Kerrang! dan Fuse , serta konteks video musik .

© Konten ini disusun untuk keperluan blog pribadi. Hak cipta lagu dimiliki oleh All Time Low dan penerbitnya.