Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low | Track ketujuh dari album Future Hearts (Dirilis: 3 April 2015)
Lirik asli dari Genius.com . Makna dan analisis berdasarkan penjelasan Alex Gaskarth di Kerrang! dan komunitas.
Konteks Utama: “Tidal Waves” adalah lagu dari album Future Hearts (2015) yang menampilkan vokal dari **Mark Hoppus**, vokalis bassis band legendaris Blink-182. Alex Gaskarth menjelaskan bahwa kolaborasi ini sangat berarti karena Blink-182 adalah pengaruh besar mereka, dan kehadiran Hoppus terasa seperti “sebuah restu” yang menandai bahwa perjalanan mereka “telah berputar penuh“.
Falling on my face again
Jatuh tertelungkup lagi
So I know I’m right on track
Jadi aku tahu aku di jalur yang benar
It’s hard for me to make amends
Sulit bagiku untuk berdamai
When you stab me in the back
Saat kau menikamku dari belakang
Sailing on to another sorry shore
Berlayar menuju pantai menyedihkan lainnya
Talking shit, say I’m your filthy little…
Bicara omong kosong, bilang aku si kotor kecilmu…
I earned my place with the tidal waves
Aku dapatkan tempatku bersama ombak pasang
I can’t escape this feeling that something ain’t right
Aku tak bisa lari dari perasaan bahwa ada yang tak beres
I carved my name as I crashed the gates
Kukukir namaku saat kuhantam gerbang
Still I can’t escape this feeling that something ain’t right
Tetap saja aku tak bisa lari dari perasaan bahwa ada yang tak beres
Why don’t you think before you speak?
Mengapa kau tak berpikir sebelum bicara?
‘Cause you don’t know me at all
Karena kau tak mengenalku sama sekali
Tell me how you really feel
Katakan bagaimana perasaanmu yang sebenarnya
Write it on the bathroom wall
Tulis di dinding kamar mandi
If anyone was watching, I know you’d say nothing at all
Jika ada yang mengawasi, aku tahu kau takkan berkata apa-apa
Treading water, yeah, you’re angry and you’re bored
Menginjak air, ya, kau marah dan bosan
But I’m sick of this, I’m just your filthy little…
Tapi aku muak dengan ini, aku hanya si kotor kecilmu…
Spread your lies like fireflies
Sebarkan kebohonganmu seperti kunang-kunang
In a white hot summer trying to pull me under
Di musim panas membara berusaha menenggelamkanku
You sharpen words to use like knives
Kau asah kata-kata untuk digunakan seperti pisau
When you lose your cover, there’ll be nothing left
Saat kau kehilangan penyamaranmu, tak akan ada yang tersisa
*Terjemahan dibuat untuk menangkap makna dan nuansa lirik. Sumber lirik: Genius.com.
Penjelasan paling gamblang tentang signifikansi lagu ini datang langsung dari Alex Gaskarth. Kepada Kerrang!, dia menyatakan, “Tidal Waves is about how things have come full circle for us. It really tied in together to have Mark [Hoppus] sing on a track – it felt like we had his blessing“. Pernyataan ini mengungkap makna mendalam di balik kolaborasi ini. **Blink-182** adalah salah satu pengaruh formatif terbesar bagi All Time Low. Dengan menampilkan **Mark Hoppus**, bukan hanya sebagai vokalis tamu tetapi sebagai bagian dari narasi lagu, kolaborasi ini melambangkan **pencapaian dan penerimaan**. Ini adalah momen di mana murid telah “berputar penuh” dan kini berdiri sejajar, atau setidaknya mendapatkan “restu” dari salah satu idola mereka yang kini menjadi teman. Ini adalah dimensi makna yang unik bagi lagu ini.
Di permukaan, “Tidal Waves” adalah sebuah lagu tentang **hubungan yang penuh pengkhianatan dan rasa tidak dihargai**. Genius.com mendeskripsikannya sebagai lagu tentang seorang perempuan yang “fickle” (mudah berubah) dan egois yang menusuk dari belakang dan pindah ke orang lain, lalu menjadi tidak bahagia dan ingin kembali. Namun, narator menolak untuk memaafkan perilaku sembrononya. Lebih dari sekadar lagu putus cinta, ini adalah **lagu tentang penegasan diri dan ketahanan**. Metafora sentral “tidal waves” (ombak pasang/tsunami) sangatlah kuat. Narator tidak mengaku sebagai korban pasif dari gelombang ini, tetapi menyatakan “I earned my place with the tidal waves” dan “I carved my name as I crashed the gates“. Ini adalah pernyataan bahwa dia telah **bertahan, berjuang, dan berhasil melalui kekacauan**, dan kini muncul dengan identitas dan kekuatan yang lebih jelas.
Kehadiran **Mark Hoppus** tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memberikan struktur naratif yang menarik. Lirik yang dinyanyikan Hoppus di Verse 2 (“Tell me how you really feel / Write it on the bathroom wall“) bisa dibaca sebagai **sisi lain dari konflik yang sama**—mungkin suara keraguan, konfrontasi, atau bahkan sudut pandang pihak lain. Sebuah interpretasi komunitas yang menarik dari SongMeanings.com bahkan menawarkan pembacaan yang lebih dalam, mengusulkan bahwa lagu ini bisa menjadi **metafora untuk perjuangan melawan penyakit mental**, dengan dua vokal tersebut mewakili diri seseorang yang berjuang melawan suara depresi atau kecemasannya sendiri. Meskipun ini adalah interpretasi penggemar dan bukan penjelasan resmi, hal ini menunjukkan kompleksitas lirik yang memungkinkan berbagai pembacaan personal.
Seperti yang dicatat Genius.com, lagu ini secara konsisten menggunakan **metafora kelautan**: “tidal waves”, “sailing on to another sorry shore”, “treading water”. Ini menciptakan gambaran tentang ketidakstabilan emosional yang besar dan upaya terus-menerus untuk tetap bertahan. Dalam konteks album *Future Hearts* yang lebih luas—yang membahas tema-tema seperti nostalgia (“Satellite”), pemberontakan artistik (“Kicking & Screaming”), dukungan (“Missing You”), dan cinta yang tangguh (“Cinderblock Garden”)—”Tidal Waves” menempati posisi sebagai **lagu tentang ketahanan pasca-konflik**. Ini adalah suara yang menolak untuk ditenggelamkan oleh pengkhianatan atau tekanan, dan dengan bangga mendeklarasikan kekuatan yang diperoleh dari bertahan dalam badai. Ini selaras dengan semangat “future hearts” yang terus maju meskipun terluka.