Makna Lagu All Time Low - Life of the Party

Makna Lagu All Time Low Life of the Party – Lirik & Terjemahan

Life of the Party

All Time Low · Last Young Renegade (2017)
Single ke-3
Tema Gelap Album
Refleksi & Kehilangan Diri

Life of the Party” adalah single ketiga dari album Last Young Renegade yang mengeksplorasi sisi gelap dari kehidupan glamor. Vokalis Alex Gaskarth menggambarkannya sebagai “lagu kebangsaan untuk sejuta malam yang berkabut, terbuang, dan gelisah; nada melankolis yang penuh penyesalan saat bangun dan indulgensi diri yang ceroboh.”. Lagu ini membahas konflik antara citra publik yang bersemangat dengan perasaan hampa dan kehilangan jati diri di baliknya.

🎵 Lirik & Terjemahan Per Baris

LIRIK ASLI (ENGLISH) TERJEMAHAN (BAHASA INDONESIA)
All these people are passed out Semua orang ini pingsan
On the floor in my hotel room Di lantai kamar hotelku
I don’t know half of them Aku tidak kenal separuh dari mereka
But they all wanna know me Tapi mereka semua ingin mengenalku
And it’s four in the morning Dan sekarang jam empat pagi
I’m just trying to fix myself Aku hanya berusaha memperbaiki diriku
What the hell did I do? Apa yang sudah kulakukan?
I’m the life of the party Aku adalah pusat pesta (jiwa pesta)
Somewhere in between Di suatu tempat di antara
Who I used to be Siapa aku dulu
And who I’ll be tomorrow Dan siapa aku besok
When the champagne blows my mind Saat sampanye membuatku melayang
Thrills don’t come for free Kesenangan tidak datang gratis
The price you pay for dreams Harga yang kau bayar untuk mimpi
In a sea of strangers Di lautan orang asing
I can’t find me anymore Aku tidak bisa menemukan diriku lagi
I keep thinking about you Aku terus memikirkanmu
How you level me out sometimes Bagaimana kau terkadang menyeimbangkanku
When I’m out of my head Saat aku kehilangan akal
And I don’t wanna face it Dan aku tidak ingin menghadapinya
You said it’s all for a reason Kau bilang semua ini ada alasannya
What the fuck is the reason now? Sekarang, apa sih alasannya?
Coming down, bring me back Sadarlah, bawa aku kembali
I’m the life of the party Aku adalah pusat pesta
Somewhere in between… Di suatu tempat di antara…
I can’t find me anymore Aku tidak bisa menemukan diriku lagi
Now it’s four in the morning Sekarang jam empat pagi
And I’m trying to fix myself Dan aku berusaha memperbaiki diriku
What the hell did I do? Apa yang sudah kulakukan?
I’m the life of the party Aku adalah pusat pesta
It’s so hard to imagine Sangat sulit untuk membayangkan
Who I’d be if I walked away Siapa aku jika aku pergi
Never know what it’s like Tidak pernah tahu bagaimana rasanya
To be the life of the party Menjadi pusat pesta
Somewhere in between… Di suatu tempat di antara…
In a sea of strangers Di lautan orang asing
I can’t find me anymore Aku tidak bisa menemukan diriku lagi

*Terjemahan berdasarkan lirik resmi dan terjemahan yang tersedia untuk menjaga konteks makna yang tepat.

🧠 Makna & Interpretasi

“Lagu ini berbicara tentang bagian dari diri kita yang selalu ingin menyenangkan orang lain, berusaha memenuhi harapan dari sorot lampu yang mengarah kembali kepada kita. Kita berusaha sangat keras untuk menjadi apa yang kita pikir dunia inginkan, sehingga terkadang kita kehilangan kontak dengan siapa diri kita sebenarnya.”

— All Time Low, Pernyataan Resmi di Instagram

Dilema “Life of the Party”

Judul lagu adalah ironi yang pahit. Menjadi “jiwa pesta” biasanya diasosiasikan dengan kebahagiaan dan energi, tetapi di sini justru menjadi beban dan sumber kehampaan. Lagu ini menggambarkan kontradiksi antara tuntutan untuk terus bersenang-senang di depan publik dengan perasaan kosong dan tersesat di balik layar.

Harga Sebuah Mimpi

Lirik “Thrills don’t come for free, the price you pay for dreams” (Kesenangan tidak datang gratis, harga yang kau bayar untuk mimpi) adalah inti lagu. Ini menggambarkan pengorbanan pribadi, kehilangan identitas asli, dan perasaan terasing yang datang bersama kesuksesan dan gaya hidup yang serba cepat.

Momen Refleksi di Keesokan Hari

Saat pesta usai dan jam menunjukkan pukul empat pagi, datanglah momen jernih untuk introspeksi—”What the hell did I do?” (Apa yang sudah kulakukan?). Bagian ini menangkap penyesalan, kebingungan, dan upaya untuk “memperbaiki diri” setelah malam yang penuh “indulgensi diri yang ceroboh”.

📌 Catatan dari Band:

Alex Gaskarth menyebut lagu ini sebagai salah satu favoritnya di album yang mengeksplorasi tema-tema gelap seperti perjuangan, keraguan diri, dan kehilangan diri pada hal-hal yang lebih suram dan hampa dalam hidup. Menurutnya, lagu ini menjadi lagu kebangsaan untuk album yang bertindak sebagai batu penjuru.

💡 Informasi Lagu

📅

Rilis & Posisi

Dirilis sebagai single ketiga dari album Last Young Renegade pada 28 April 2017. Video musiknya dirilis pada hari yang sama oleh Fueled By Ramen.

🎹

Gaya Musik

Mengusung suara anthemik dan modern dengan referensi pada synthesizer analog vintage yang menjadi tema album ini. Menandai evolusi sound band ke arah yang lebih matang.

✍️

Penulis & Produser

Ditulis oleh Alex Gaskarth, Svante Halldin, Jakob Hazell, dan Kevin Fisher. Diproduseri oleh Blake Harnage, Andrew “Rocky” Brittain, dan Jack & Coke.

🎬

Video Musik

Disutradarai oleh Patrick Tracy, yang juga mengarahkan video untuk single lain dari album ini. Menggunakan skema warna merah, biru, dan biru tua yang konsisten dengan video Last Young Renegade lainnya.

🔗 Koneksi dalam Album & Rekomendasi

“Life of the Party” adalah bagian penting dari narasi album Last Young Renegade tentang pertumbuhan dan menghadapi realitas dewasa. Untuk memahami perjalanan emosionalnya, dengarkan dalam urutan: “Dirty Laundry” (penerimaan masa lalu), “Good Times” (nostalgia), lalu “Life of the Party” (konflik saat ini), dan diakhiri dengan “Afterglow” (penutup yang memberi harapan).