Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

“Vampire Shift” adalah lagu bonus energetik yang ditambahkan dalam edisi khusus dari album Wake Up, Sunshine (2020). Lagu ini menangkap semangat hidup di malam hari, di mana energi dan petualangan justru ditemukan saat dunia terlelap. Metafora “shift vampire” (giliran vampir) menggambarkan pilihan untuk menghidupi malam dan menghindari siang—bukan secara harfiah, tetapi sebagai simbol untuk lari dari realitas, tanggung jawab, atau mungkin diri sendiri yang tak ingin dihadapi saat hari terang.
| LIRIK ASLI (ENGLISH) | TERJEMAHAN (BAHASA INDONESIA) |
|---|---|
|
VERSE 1
|
|
| I’m on that vampire shift | Aku ada di giliran vampir itu |
| Late night runnin’, red lights in the taxi cab | Lari larut malam, lampu merah dalam taksi |
| I’m on that 4am kick | Aku ada di kesenangan jam 4 pagi itu |
| Closing down the bars on a late night drag | Menutup bar-bar dalam perjalanan larut malam |
|
PRE-CHORUS
|
|
| Is it wrong to be out here wasting away? | Salahkah berada di sini dan menghabiskan waktu? |
| On a vampire shift, like I’m hiding from daylight | Di giliran vampir, seolah aku bersembunyi dari siang hari |
|
CHORUS
|
|
| Oh! Mr. Sandman, please don’t come around | Oh! Tuan Sandman, kumohon jangan datang |
| I don’t wanna sleep ‘til I’m six feet underground, singing | Aku tak ingin tidur sampai aku enam kaki di bawah tanah, bernyanyi |
| No! Mr. Sandman, please don’t come around | Tidak! Tuan Sandman, kumohon jangan datang |
| I don’t wanna sleep ‘til I’m six feet under, six feet underground | Aku tak ingin tidur sampai aku enam kaki di bawah, enam kaki di bawah tanah |
|
VERSE 2
|
|
| I’m on that vampire shift | Aku ada di giliran vampir itu |
| I think I lost my way, so I best stay out | Kurasa aku tersesat, jadi sebaiknya tetap di luar |
| Rewinding, go again, quick | Memutar ulang, pergi lagi, cepat |
| ‘Cos I don’t wanna miss out on this buzz I found | Karena aku tak ingin melewatkan kesenangan ini yang kudapati |
|
PRE-CHORUS
|
|
| Tell me, is it wrong to be out here wasting away? | Katakan, salahkah berada di sini dan menghabiskan waktu? |
| On a vampire shift, like I’m hiding from daylight | Di giliran vampir, seolah aku bersembunyi dari siang hari |
|
CHORUS (ULANG)
|
|
| Oh! Mr. Sandman, please don’t come around… | Oh! Tuan Sandman, kumohon jangan datang… |
|
BRIDGE
|
|
| I’m on that vampire shift | Aku ada di giliran vampir itu |
| We wanna go again, quick | Kami ingin pergi lagi, cepat |
| Is it wrong to be out here wasting away? | Salahkah berada di sini dan menghabiskan waktu? |
| On this vampire shift, like I’m hiding from day- | Di giliran vampir ini, seolah aku bersembunyi dari siang- |
| Is it wrong to be out here wasting away? | Salahkah berada di sini dan menghabiskan waktu? |
| On this vampire shift, like I’m hiding from daylight | Di giliran vampir ini, seolah aku bersembunyi dari siang hari |
|
CHORUS & OUTRO
|
|
| Oh! Mr. Sandman, please don’t come around… | Oh! Tuan Sandman, kumohon jangan datang… |
| I don’t wanna sleep ‘til I’m six feet underground… | Aku tak ingin tidur sampai aku enam kaki di bawah tanah… |
*Lirik dalam tabel di atas mengacu pada struktur dan teks dari Genius dan AZLyrics. Terjemahan Bahasa Indonesia dilakukan untuk makna kontekstual.
“Vampire Shift” adalah lagu tentang hidup di malam hari, di mana Anda merasa paling hidup justru saat dunia tidur. Ini adalah lagu untuk mereka yang menemukan kebebasan dan energi dalam kegelapan, dan mungkin sedikit ketakutan akan apa yang dibawa oleh cahaya pagi—entah itu kesendirian, penyesalan, atau kenyataan yang harus dihadapi.
Metafora “vampire shift” adalah inti lagu. Vampir aktif di malam hari dan menghindari matahari. Di sini, ini mewakili pilihan untuk menghidupi malam dan melarikan diri dari siang hari. Siang hari bisa melambangkan rutinitas normal, harapan masyarakat, atau momen introspeksi jernih yang coba dihindari.
Menyebut “Mr. Sandman” (figur dalam cerita yang membawa pasir ajaib untuk menyebabkan mimpi) adalah permohonan untuk menolak tidur. Frasa berulang “I don’t wanna sleep ‘til I’m six feet underground” (Aku tak ingin tidur sampai aku dikubur) adalah hiperbola yang ekstrem. Ini menyatakan keinginan untuk tetap terjaga, terus hidup, dan menikmati malam selamanya, bahkan sampai mati.
Lirik “wasting away” (menghabiskan waktu) dan “I think I lost my way” (Kurasa aku tersesat) mengungkapkan kesadaran akan pelarian ini. Namun, ada keengganan untuk berhenti karena takut kehilangan “buzz” atau kesenangan yang ditemukan (“I don’t wanna miss out on this buzz I found”). Ini menggambarkan siklus: menggunakan keramaian dan adrenalin malam untuk mengisi kekosongan atau menghindari perasaan tersesat.
Jika dibandingkan dengan lagu-lagu dalam Last Young Renegade yang banyak membahas introspeksi dan masa lalu, “Vampire Shift” justru menghindari introspeksi. Lagu ini adalah tentang bergerak cepat, distraksi, dan hidup di momen saat ini—atau lebih tepatnya, malam ini—dengan segala kebingungan dan energinya. Ini adalah sisi yang lebih impulsif dan hedonistik.
Bonus Track eksklusif untuk edisi Target Deluxe dan edisi khusus lainnya dari album Wake Up, Sunshine (2020). Tidak termasuk dalam tracklist standar album versi digital atau CD reguler.
Lagu ini memiliki energi pop-punk yang tinggi dan referensi budaya yang catchy. Panggilan kepada “Mr. Sandman” merujuk pada lagu pop klasik tahun 1950-an, “Mr. Sandman” oleh The Chordettes, namun dengan makna yang dibalik secara gelap.
Sebagai bonus track, “Vampire Shift” menawarkan sudut pandang alternatif. Jika judul album mengajak untuk “bangun” dan menikmati “sinar matahari”, lagu ini justru merayakan sisi malam yang berenergi dan mungkin sedikit kacau.
Karena merupakan bonus track edisi fisik tertentu, lagu ini awalnya lebih sulit ditemukan di platform streaming utama. Namun, kini lagu ini telah tersedia secara luas di berbagai layanan streaming digital.
Jika Anda menyukai energi nokturnal dan tema pelarian dalam “Vampire Shift”, coba dengarkan juga lagu-lagu All Time Low lainnya seperti: “Life of the Party” (tentang sisi gelap menjadi pusat perhatian), “Good Times” (nostalgia malam-malam muda), dan “Dark Side of Your Room” (obsesi yang menghantui di saat-saat sunyi).