Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low – Analisis Lirik Lengkap
Lagu “Clumsy” adalah single dari album ketujuh All Time Low, “Last Young Renegade” (2017). Lagu ini mengeksplorasi tema kejatuhan akibat kesombongan, penyesalan, dan hubungan yang destruktif.
“I flew too close to the sun” merujuk pada mitos Icarus yang terbang terlalu dekat matahari dengan sayap dari lilin, menyebabkan sayapnya meleleh dan dia jatuh ke laut. Ini menjadi metafora untuk kesombongan (hubris) yang berakhir dengan kehancuran.
“Fireworks and gasoline” – Kombinasi yang sangat mudah meledak, simbol hubungan yang berbahaya dan destruktif.
“Turn the desert onto blast” – Gambaran kehancuran total, tidak ada yang tersisa selain abu dan bayangan.
Lagu ini adalah pengakuan jujur tentang kegagalan dalam hubungan akibat kesombongan dan ketidakmatangan. Narator menyadari dia telah “ceroboh” dengan hati seseorang dan sekarang menuai konsekuensinya (“a taste of my own medicine”).
Referensi mitos Icarus. Terbang terlalu dekat matahari = ambisi/kebanggaan berlebihan. Jatuh seperti batu = kehancuran yang cepat dan keras.
“Fireworks and gasoline” – kombinasi yang sangat mudah meledak. Metafora untuk mencampur dua hal yang seharusnya tidak bersama, atau hubungan yang dari awal sudah berbahaya.
“Black flag wavin’ tonight” – bendera hitam bisa berarti bahaya, kematian, atau anarki. Juga bisa merujuk pada bendera bajak laut (Jolly Roger) yang melambangkan pemberontakan.
“Turn the desert onto blast” – gurun yang sudah tandus diledakkan lagi, menciptakan kehancuran total. Tidak ada yang tersisa selari “shadows dancin’ in the ash”.
Ketidakcerdasan (“clumsiness”) dalam konteks hubungan seringkali bukan sekadar kecanggungan, tetapi kegagalan untuk memperlakukan hati orang lain dengan hati-hati yang layak. Ini bisa berasal dari ketidakmatangan, fokus pada diri sendiri, atau ketidaktahuan akan dampak tindakan kita. Lagu ini menangkap momen kesadaran pahit setelah menyadari telah menjadi “ceroboh” dengan perasaan seseorang.
“Clumsy” adalah lagu tentang penghancuran diri dalam hubungan. Ini adalah pengakuan bahwa terkadang kita sendiri yang menjadi penyebab kehancuran hubungan kita – melalui kesombongan, ketidakmatangan, atau ketidaksengajaan. Lagu ini tidak mencari simpati, tetapi menerima konsekuensi: “a taste of my own medicine”.
Metafora kehancuran yang berulang – dari mitos Icarus, ledakan kembang api dan bensin, hingga gurun yang diledakkan – menciptakan gambaran kehancuran yang total dan tak terelakkan. Ini adalah lagu tentang menatap kehancuran yang kita ciptakan sendiri dan mengakui: “I let you down, I’ve been clumsy with your heart again.”
Yang menarik adalah pengulangan ekstrem di bagian akhir, yang bisa diartikan sebagai siklus kehancuran yang berulang, atau keadaan pikiran yang terperangkap dalam ingatan akan kehancuran tersebut. Tidak ada resolusi, hanya pengakuan dan kehancuran yang berlanjut.