Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

All Time Low – Analisis Lirik Lengkap
Lagu “Basement Noise” adalah track dari album kedelapan All Time Low, “Wake Up, Sunshine” (2020). Lagu ini adalah refleksi nostalgia tentang awal mula band, bermain musik di basement tanpa ekspektasi, dan perjalanan mereka dari sana hingga menjadi band sukses.
All Time Low dibentuk di Baltimore, Maryland pada tahun 2003 ketika para anggota masih remaja. Mereka benar-benar mulai dengan berlatih di basement (ruang bawah tanah), menciptakan “noise” (kebisingan) yang kemudian menjadi musik mereka. Nama band sendiri berasal dari lirik lagu “Head on Collision” oleh New Found Glory.
“Stupid boys making basement noise” – anak-anak bodoh membuat kebisingan di basement tanpa tujuan besar
Band internasional dengan album chart-topper, tetap mengenang awal yang sederhana
Lagu ini adalah perjalanan nostalgia dan penghargaan terhadap akar sederhana band. Ini tentang mengingat masa ketika mereka hanyalah “anak-anak bodoh membuat kebisingan di basement” tanpa mengetahui bahwa itu akan membawa mereka ke mana.
Tempat awal yang sederhana, ruang bawah tanah di mana mereka berlatih. Simbol awal yang rendah hati, jauh dari glamor panggung besar.
“Found a space and time in the Holocene” – Holocene adalah epoch geologi saat ini. Metafora untuk menemukan tempat dan waktu mereka di era sekarang.
Idiom untuk belajar atau mendapatkan pengalaman pertama. “Cut our teeth chasing the weekend” – belajar dengan mengejar akhir pekan, bersenang-senang.
Kemungkinan referensi ke Route 83 di Maryland (dekat Baltimore, kota asal mereka). “Hit the road, 18 on 83” – memulai perjalanan di usia 18 tahun.
Seluruh lagu dipenuhi dengan metafora perjalanan: “chasing the weekend”, “capsize and fall in the deep end”, “hit the road”, “where are we supposed to go from here?”. Ini mencerminkan perjalanan fisik (tur) dan metaforis (karir musik) mereka.
“How were we supposed to know / It all adds up when you let go?” – Ini adalah kebijaksanaan penting dalam lagu ini. Terkadang kita terlalu mencoba mengontrol setiap langkah, padahal keindahan justru muncul ketika kita melepaskan dan membiarkan hal-hal terjadi secara organik. Mereka tidak tahu bahwa “basement noise” mereka akan menjadi karier yang sukses, dan mungkin itulah yang membuat perjalanan mereka begitu otentik.
“Basement Noise” adalah lagu tentang merayakan akar sederhana dan perjalanan tak terduga. Ini adalah ucapan terima kasih pada masa lalu yang naif, pada “kebodohan” remaja yang justru memungkinkan mereka untuk bermimpi besar tanpa takut gagal.
Lagu ini mengingatkan kita bahwa hal-hal besar seringkali dimulai dari tempat yang paling sederhana – dalam hal ini, basement yang berisik di Baltimore. “Stupid boys making basement noise” bukanlah ejekan, tetapi pernyataan kebanggaan. Itu adalah pengakuan bahwa mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan, dan mungkin itulah yang terbaik.
Bagi penggemar lama, ini adalah perjalanan nostalgia. Bagi penggemar baru, ini adalah pelajaran tentang asal-usul band. Dan bagi siapa pun yang memulai sesuatu dari nol, ini adalah pengingat bahwa setiap perjalanan besar dimulai dengan langkah sederhana – atau dalam kasus All Time Low, dengan beberapa “anak bodoh membuat kebisingan di basement”.